•   Jumat, 28 Februari 2020
Kriminal

Dua Peserta Surabaya Marathon, Tewas

( words)
Ribuan peserta mengikuti Surabaya Marathon 2019 yang diberangkatkan Walikota Tri Rismaharini, Minggu (4/8/2019). Namun sayang, dalam event ini dua pesertanya meninggal dunia. Yakni, Komisaris Malang Post, Chusnun N Djuraid (60), dengan nomor peserta 5721 dan Oentung P Setiono (55) asal Jakarta dengan nomor peserta 5755.


Korban Wartawan Senior dan Mantan Atlit Nasional Judo

Alqomar-Firman Rachman,
Tim Wartawan Surabaya Pagi

Kabar duka menyelimuti perhelatan Surabaya Marathon 2019. Dua pesertanya terjatuh dan tewas di dua titik kilometer berbeda. Kedua peserta meninggal itu adalah Husnun Nadhor Djuraid (60) asal Malang dan Oentung P Setiono (55) warga asal Jakarta. Keduanya diduga mengalami serangan jantung saat mengikuti event yang dibuka oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Mereka diketahui peserta marathon dengan jarak 10 KM.

Untuk diketahui, Surabaya Marathon 2019 ini digelar Asosiasi Pengusaha Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI). Acara tahunan ini berlangsung atas kerja sama bersama Pemkot Surabaya. Surabaya Marathon ini digelar sudah tiga kali ini. Lantas, bagaimana ceritanya hingga dua korban meninggal dalam event ini?

Salah satu panitia kegiatan menyebut, korban Husnun tiba-tiba terjatuh saat mendekati KM ke 8. "Ya korban yang pasti ikut lari. terkait gimana kejadiannya saya belum tahu. Coba," kata salah satu panitia Surabaya Marathon 2019, Fransisca Budiman kepada wartawan di kamar mayat RSU dr Soetomo Surabaya.

Amalia, salah satu putri Husnun mengaku kaget mendengar berita sang ayah meninggal dunia. Ia menyebut jika Husnun memiliki riwayat penyakit jantung. Namun karena tekad kuat, Husnun masih saja mengikuti event lari di berbagai wilayah di Jawa. "Ada riwayat Jantung, tahun kemarin sempat ngamar, tapi sudah sembuh. Bapak memang kemauannya besar. Sempat ikut borobudur (lomba lari) dan Prambanan itu sudah sampai finish 10 KM utupun juga dirawat. Yang ini ikut lomba di Surabaya," kata Amalia putri ketiga almarhum saat dikamar jenazah RSU dr Soetomo, Minggu (4/8) kemarin.

Amalia juga menyebut, Husnun bahkan berangkat sendiri ke Surabaya menggunakan bus dari kediamannya di Malang. "Bapak naik bus sendiri ke Surabaya. Memang untuk hadir di event itu,"tambahnya.

Diketahui, Husnun Nadhor Djuradid merupakan salah satu wartawan senior dan Komisaris Malang Post. Sementara itu, salah satu korban meninggal dunia bernama Oentong juga tengah berada di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Oentong datang ke Surabaya bersama empat rekannya. Salah satunya Heri.

Heri menyebut, jika ia baru mengetahui kawannya meninggal setelah berada di rumah sakit.
"Saya tahunya sudah di rumah sakit, waktu di KM 3 saya masih lihat dia, trus pisah. Kami berempat kesini, yang ikut lari sampai finish cuma dia mas," kata Heri.

Heri juga menyebut jika almarhum adalah mantan atlit nasional dan pelatih Judo. Almarhum juga pernah menjuarai cabang Judo Sea Games tahun 1991.
"Oentung itu pelatih nasional Judo. Juga pernah memenangi kejuraan Sea Games," kata Heri.

Kini kedua jenazah yang meninggal di event Surabaya Marathon telah diberangkatkan ke rumah duka. Jenazah Husnun akan disemayamkan di Malang, sedangkan Oentong akan dibawa ke kediamannya di Solo.

Tanggapan Pemkot
Pemkot Surabaya menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga atas meninggalnya dua orang pelari yang mengikuti kegiatan Surabaya Marathon 2019. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M Fikser menyampaikan, kedua orang peserta Surabaya Marathon itu meninggal diketahui dari kategori lari 10 Kilometer. Dengan nomor peserta 5755 (Oentung P Setiono) dan 5721 (Chusnun N Djuraid). “Kami dari Pemkot Surabaya turut belasungkawa atas meninggalnya dua pelari yang ikut dalam Surabaya Marathon ini,” kata Fikser saat ditemui di kantornya, Minggu, (4/8).

Ia menjelaskan, informasi awal yang diterima, kedua pelari itu sebelum tiba di garis finish sempat mengalami pingsan dan mendapat pertolongan dari tim medis. Bahkan, kedua pelari itu juga sempat dilarikan ke IGD RSU Dr. Soetomo Surabaya agar mendapat penanganan lebih lanjut namun nyawanya tidak tertolong. “BPB dan Linmas langsung ke lokasi IGD RSU Dr. Soetomo untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan panitia dan menghubungi pihak keluarga,” katanya.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan alasan meninggalnya kedua peserta itu secara medis. Akan tetapi, Pemkot Surabaya memastikan telah memberikan perhatian khusus untuk bagaimana membackup panitia agar kedua jenazah itu bisa kembali ke keluarga. “Kita berkolaborasi dengan panitia dan kita menghubungi pihak keluarga, kita koordinasi untuk bagaimana jenazah cepat kembali ke pihak keluarga,” jelasnya.

Tak Divisum
Humas RSUD dr Soetomo Dokter Pesta Paruluan mengungkapkan jika penyebab kematian dua orang peserta Surabaya Marathon 2019 tidak bisa dipastikan. Ini karena, tidak dilakukan visum otopsi forensik terhadap keduanya. “Yang usia 60 tahun dinyatakan meninggal 07.15 sedangkan yang 55 tahun 07.45. Kami tidak melakukan otopsi forensik terhadap keduanya,” ujar Dokter Pesta, Minggu (4/8) kemarin.

“Sebenarnya, keduanya sudah menunjukkan tanda-tanda meninggal ketika tiba di RSUD dr Soetomo. Hanya saja, sesuai SOP kami melakukan pacu JPO atau Jantung, Otak, Paru-paru,” tambahnya.

Meski demikian, Dokter Pesta meyakini jika penyebab meninggalnya kedua peserta itu akibat aktivitas yang mereka lakukan. “Tapi, yang kita tidak tahu, apakah karena lari itu kemudian sakit jantung atau asma atau apa,” bebernya. n

Berita Populer