•   Kamis, 2 April 2020
Peristiwa Kriminal

Elemen Masyarakat Lamongan Tolak Pemulangan Eks Anggota ISIS

( words)
Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Forum Organisasi Kemasyarakatan Lamongan (Formal) ini berunjukrasa di depan Kantor Kemenag. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Meski Pemerintah pusat sudah statmen menolak pemulangan eks anggota ISIS ke tanah air, sejumlah elemen masyarakat di Lamongan masih saja menggelar aksi penolakan wacana tersebut ke Kantor Kemenag di Jalan Veteran, Jum’at (21/2/2020).

Puluhan elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Organisasi Kemasyarakatan Lamongan (Formal) ini berunjukrasa dengan membentangkan sejumlah spanduk dan poster yang berisi tuntutan mereka. "Kami menolak pemulangan kombatan ISIS di Lamongan," kata salah seorang korlap aksi, Mahrus Ali dalam orasinya.

Mahrus menyatakan, Formal yang terdiri dari PMII, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Pagar Nusa, Banser, Pospera dan Pemuda Pancasila ini menolak pemulangan kombatan ISIS. Pasalnya, kata Mahrus, pemulangan kombatan ISIS tersebut bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia, mengancam keharmonisan masyarakat Lamongan.

"PP Nomor 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh Kehilangan, Pembatalan dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan RI yang merupakan turunan dari UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan juga secara jelas mengatur seorang WNI dengan sendirinya kehilangan kewarganegaraan jika masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin dari presiden," tegas Mahrus.

Dalam salah satu tuntutannya, puluhan orang ini juga menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk memecat ASN di Lamongan yang terpapar paham radikal. Puluhan pengunjukrasa ini ditemui dan diterima langsung oleh Kepala Kemenag Lamongan Soleh.

Di hadapan pengunjukrasa, Soleh mengatakan, pemerintah secara resmi sudah bersikap tidak akan memulangkan eks ISIS. "Pak menteri tidak pernah mengeluarkan statement pemulangan eks ISIS dan itu bisa di cek. Bahkan pemerintah tidak memulangkan. Dan aspirasi kalian akan kami sampaikan pada pimpinan," kata Soleh.

Lebih jauh, Soleh hanya menyetujui tuntutan massa untuk menolak pemulangan eks Isis dan pemecatan ASN yang diduga terpapar paham radikal. Usai beraudensi dengan Kepala Kemenag Lamongan, peserta aksi kemudian membubarkan diri dengan kawalan petugas kepolisian Lamongan.jir

Berita Populer