•   Senin, 6 April 2020
Ekonomi China

Hari Kedua Negosiasi China dan AS, Trump Angkat Bicara

( words)
Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin serta Wakil Perdana Menteri China Liu. SP/Rtr


SURABAYAPAGI.com - Rabu, 31 Juli 2019, Hari kedua Negosiasi antara AS dan China yang diwakili oleh Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Wakil Perdana Menteri China Liu He.

Selasa lalu para pejabat AS telah mendarat dengan sempurna di Shanghai, China. Itu merupakan hari pertama saat kedua Negara melakukan perundingan. Ada sedikit perbedaan di sini, tak banyak media yang menyoroti perundangan pada hari pertama tersebut. Suasana di tempat penginapan para pejabat juga terlihat sepi sunyi. Tidak jelas apa tujuan pemerintah China membatasi media untuk meliput kegiatan.

Pertemuan antara kedua Negara tidak lain adalah untuk membahas bagaimana upaya untuk mengakhiri perang dagang yang telah bergeming selama satu tahun. Meskipun pada pertemuan ini tidak bisa menaruh harapan tinggi untuk penyelarasan kesepakatan.

Pada selasa itu juga, Trump melayangkan cuitannya melalui akun Twitter pribadinya, bahwa China tampaknya mundur karena janji untuk membeli barang pertanian AS. Sebelumnya, janji China untuk memborong komoditas pertanian telah memberikan lampu penerangan di jalan pintas penyelesaian perang dagang ini.

Meski rasa pesimis menghantui, pembicaraan yang berlangsung di Shanghai diharapkan berpusat pada gerakan "niat baik", seperti komitmen Cina untuk membeli komoditas pertanian AS dan langkah-langkah oleh Amerika Serikat untuk meringankan beberapa sanksi pada raksasa peralatan telekomunikasi China Huawei Technologies Co Ltd, seseorang yang akrab dengan diskusi tersebut

Tak hanya itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (30/7) telah memperingatkan China agar tidak menunggu masa jabatannya rampung untuk menyelesaikan setiap kesepakatan perdagangan. Bahkan, Trump menyatakan jika ia memenangkan pemilu presiden AS pada November 2020, hasilnya mungkin bukan lagi kesepakatan atau yang lebih buruk.

"Masalah dengan mereka menunggu ... adalah bahwa jika & ketika saya menang, kesepakatan yang mereka dapatkan akan jauh lebih sulit daripada apa yang kita negosiasikan sekarang ... atau tidak ada kesepakatan sama sekali," kata Trump.

Tabloid Global Times milik pemerintah China mengatakan bahwa negosiator AS harus menunjukkan ketulusan dan memegang "harapan yang masuk akal" setelah membuat "tuntutan tidak realistis yang melanggar kedaulatan dan martabat China".

Dikatakan bahwa jika "Washington masih memegang ilusi bahwa Beijing akan menyerah dan berkompromi pada isu-isu mengenai kedaulatan dan kepentingan inti terkait lainnya untuk mencapai kesepakatan, maka tidak ada kesepakatan yang akan baik-baik saja".

Berita Populer