•   Senin, 27 Januari 2020
SGML

Jembatan Ambrol

( words)
Kondisi truk yang tercebur ke Bengawan Solo akibat jembatan Widang-Babat bagian barat ambrol, Selasa (17/4).


Jembatan Widang-Babat Tiba-tiba Ambrol, 3 Truk Nyungsep, 2 Orang Tewas. BBPJN Dituding Lalai, Tahun 2017 Jembatan Diketahui Rusak

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Bangunan infrastruktur di Jawa Timur kembali menelan korban jiwa. Setelah proyek tol Pasuruan-Probolinggo ambruk pada Oktober 2017 dan menewaskan seorang pekerja, kali giliran Jembatan Babat di perbatasan Tuban-Lamongan. Jembatan yang menjadi jalur distribusi Surabaya-Jakarta ini tiba-tiba ambrol, Selasa (17/4/2018). Dua orang meninggal dunia dan empat lainnya terluka. Belum diketahui penyebab pasti ambruknya jembatan itu. Namun, pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya diduga lalai. Ini terkait pemeliharaan jembatan itu, karena pada Oktober 2017 sudah diketahui rusak. Insiden ini pun menjadi sorotan banyak pihak, mulai Gubernur Jatim Soekarwo, DPRD Jatim, DPR RI hingga ahli konstruksi.
---------
Peristiwa mengerikan ambruknya jembatan Widang-Babat itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Tiga kendaraan truk berukuran besar, dan satu sepeda motor yang melaju dari arah Surabaya menuju arah Semarang terjatuh ke Bengawan Solo. Empat orang dikabarkan selamat dengan mengalami sejumlah luka. Satu orang ditemukan meninggal dunia.
Dua korban selamat yang sempat dirawat di Puskesmas Widang adalah Amrizal, warga Kecamatan Babat, Lamongan dan Ubaidillah, asal Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Saat itu korban mengendarai sepeda motor L 3466 DJ yang berjalan dari Babat menuju Tuban. Sedang korban tewas diketahui bernama Muhlisin (49), warga Banter, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Korban merupakan sopir truk warna hijau bernopol W 9351 US.
Belum diketahui ada tidaknya korban lain di dalam truk yang hingga sore kemarin. Sebab, sebelumnya Kapolres Tuban AKBP Sutrisno HR menyebut ada 2 korban tewas dalam kejadian tersebut. Satu atas nama Muhlisin, satu lainnya belum teridentifikasi.
Saiful Arif (35), pengemudi dump truk Varia Usaha S 8569 UE yang berhasil selamat menceritakan ambruknya jembatan terjadi secara tiba-tiba. Saat itu ia berjalan seperti biasa, tiba-tiba seperti tertarik ketika jembatan putus. Dump truk besar dengan muatan pasir tersebut kemudian menimpa dua kendaraan lainnya yang sama-sama berjalan searah dari Surabaya menuju Tuban.
"Saya tadi ya panik, keluar dari dalam kendaraan sendiri. Sempat bingung minta bantuan, dan saya mau cari teman saya yang terjepit itu," ujar Arif.
Jembatan Tua
Kepala BBPJN VIII Surabaya I Ketut Dharma Wahana menyebutkan jembatan yang ambruk ini sepajang 55 meter dan berada dibentang ke tiga dari enam bentang yang ada. "Ini jembatan ada dibentang nomer 3 dari dari 6 enam bentang di jembatan ini," kata Ketut.
Jembatan nasional ini sendiri, lanjutnya, adalah berada di sisi barat yang menghuhungkan Lamongan ke Tuban. "Jembatan ini ada dua, yang sisi barat jembatan menghubungkan Lamongan ke Tuban. Kalau jembatan di sisi timur adalah sebaliknya dari Tuban ke Lamongan, aman. Ini yang putus jembatan yang ada di sisi barat," terangnya.
Disebutkan olehnya, ambruknya jembatan ini ia belum bisa memastikan penyebabnya. Namun menurutnya, ambruknya jembatan ini bisa karena banyak hal. Bisa karena beban kendaraan yang berat, juga karena faktor jembatan ada yang rusak dan berkarat. “Kami kontiyu melakukan perawatan, terakhir pada tahun 2018 lalu di bentang jembatan nomer dua,” sebut dia.
Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Jalan Nasional wilayah Tuban Lamongan, Tugiman menyatakan saat ini jembatan lama Babat itu masuk dalam perbaikan berkala. "Sudah masuk kontrak bulan ini dan segera dikerjakan. Tapi kami kaget, jembatan lebih dulu ambruk," kata Tugiman.
Menurutnya, perbaikan yang dilakukan timnya sebenarnya dilakukan berkala. Mulai mulai dari perbaikan join celah/sambungan, perbaikan beton yang retak dan lainnya, dan pengerasan baut. Karena jembatan umurnya sudah tua, segala kemungkinan bisa terjadi. "Jembatan ini umurnya kurang lebih 41 tahun," sebut dia.
Diketahui Rusak
Berdasarkan laporan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jembatan Widang-Babat ini diketahui rusak pada akhir Oktober 2017. Saat itu diketahui ada pelat yang putus dan mengakibatkan turunnya pelat lantai sebesar + 8,50 cm (trotoar), dan di perkerasan sebesar + 7,50 cm.
Kala itu, baut penghubung badan cross girder lepas atau hilang sebanyak 5 buah tiap sisi. Kemudian akibat getaran yang terjadi pada jembatan, pelat penyambung flens cross girder bagian bawah terjadi patah/putus. Dengan putusnya pelat penyambung flens cross girder bagian bawah, mengakibatkan pelat penyambung flens bagian atas melengkung karena struktur yang dipikul cross girder drop ke bawah.
"Betul, pernah rusak tahun 2017. Perbaikan sudah dilakukan dan selesai pada November 2017," cetus Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Admawidjaya.
Karena itulah, Wakil Ketua Komisi V DPR dari fraksi PKS Sigit Sosiantomo menduga ada kelalaian pemerintah dalam peristiwa tersebut. Ia memandang pemerintah bisa dipidana, sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Berdasarkan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Jalan dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada pasal 275 ayat 3, setiap penyelenggara jalan yang tidak segera memperbaiki jalan rusak sehingga menimbulkan korban jiwa dapat dikenakan sanksi penjara paling lama lima tahun atau denda Rp 120 juta.
Sigit pun meminta aparat penegak hukum untuk segera melakukan investigasi terhadap ambruknya jembatan tersebut. "Penegak hukum harus investigasi siapa yang bersalah dan siapa yang melakukan kelalaian. Kalau tidak ada perawatan jembatan selama ini dan lalai harus segera ditindak," kata Sigit.
Gubernur Kirim Tim
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengirimkan tim langsung ke lapangan untuk mengecek konstruksi kejadian peristiwa ambrolnya jembatan kembar widang di kabupaten Tuban. "Secara teknis biar dicek, kalau memang berpengaruh terhadap barang dan jasa maka harus segera ada solusi. Karena harganya naik (kebutuhan bahan pokok - red),"ujar Gubernur Jatim, Soekarwo ditemui usai rapat paripurna di DPRD Jatim, Selasa (17/4).
Selain juga pihaknya menyampaikan, imbas ambrolnya jembatan ini juga belum dihitung dari jasa dan orang yang lewat disana tiap harinya. Tapi teknisnya belum tahu pasti berpengaruh pada ekonomi. "Secara prinsip saya sudah perintahkan pak Gatot PU Binamarga Jatim dan jajarannnya untuk ke lokasi," tegas Pak de Karwo sapaan akrabnya Gubernur Jatim, Soekarwo.
Sementara Ketua DPRD Jatim, Abdul Halim Iskandar mengatakan juga telah memerintahkan pihak Komisi D DPRD Jatim untuk mengecek kondisi ambruknya jembatan tersebut. Pihaknya juga meminta kepada pemerintah pusat agar segera mempercepat pemulihan jembatan tersebut. Pasalnya jembatan Widang-Babat merupakan pusat mobilitas perekonomiannya yang tinggi. "Apabila pemerintah pusat memiliki teknolgi untuk percepatan pemulihan jembatan runtuh maka harus segera dikerjakan,"ujarnya.
Jalur Alternatif
Kemacetan parah tak terelakan akibat ambruknya jembatan Widang-Babat. Hingga sore pantauan Surabaya Pagi, kemacetan jalan nasional ini sudah sepanjang 8 KM. Upaya untuk meminimalisir kemacetan juga terus dilakukan, dengan merekasasa lalu lintas, salah satunya meminta kendaraan besar dengan tujuan Pantura untuk melewati Jl Denadles dari Manyar, Paciran, Brondong hingga Tuban.
Imbauan itu disampaikan oleh Dirjen Hubdat Budi Setiyadi di lokasi kejadian, usai melakukan rapat koordinasi dengan bupati Tuban, dan Lamongan beserta jajaranya. "Kami menyepakati tiga poin dalam upaya menangani kejadian ini,"ujarnya dihadapan wartawan.
Tiga poin itu adalah upaya mengangkat truk, polisi melakukan penyelidikan, dan penanganan arus lalu lintas. "Itu upaya kita, agar segera mengetahui apa penyebab kejadian ini, pihak kepolisian yang akan melakukan penyelidikan, " terangnya.
Terkait dengan kendaraan lanjut Budi, kendaraan jenis kecil masih bisa memanfaatkan jembatan yang ada di sisi timur. Sedang kendaraan besar yang terjebak juga masih bisa melewati, hanya saja harus pakai buka tutup.
Untuk kendaraan besar dari Surabaya dengan tujuan Pantura hingga Jakarta, yang masih di jalan tol, untuk mengalihkan kendaraanya melewati Pantura jalan Deandles. Kecuali kendaraan yang sudah masuk wilayah Lamongan akan diarahkan melalui jalur Bojonegoro, Blora hingga ke wilayah Jawa Tengah. n

Berita Populer