•   Kamis, 2 April 2020
Ekonomi China

Lagi, Negosiasi China dan AS Dilanjutkan pada Bulan September di Washington

( words)
Wakil PM China Liu He (tengah), berfoto bersama Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer SP/Voa


SURABAYAPAGI.com - Setelah Shanghai, September mendatang, Washington jadi saksi selanjutnya negosiasi China dan AS. Negosiasi tersebut telah disepakatai oleh keduanya diakhir pertemuan di Shanghai pada Rabu 31 Juli 2019.

Pada negosiasi di Shanghai tidak ada hasil perundingan yang maksimal melainkan hanya Kesepakatan untuk bernegosiasi kembali dan jelas hal itu menambah panjang waktu gencatan senjata dalam perang dagang yang berlangsung lebih dari satu tahun ini.

Terbukti, tidak ada harapan besar pada negosiasi di Shanghai, justru kekhawatiran semakin menjadi-jadi. Pasalnya, Dua raksasa ekonomi dunia itu setuju bertemu lagi pada bulan September 2019 dan hal itu menjadikan minimnya kemajuan dalam perundingan dagang dua hari di Shanghai, China itu, dapat mengarah pada perang perdagangan yang berlarut-larut dan membebani pasar global.

Gedung Putih dan Kementerian Perdagangan China masing-masing menggambarkan pertemuan di Shanghai dianggap sebagai hal yang konstruktif. Namun tidak ada yang mengumumkan perjanjian atau isyarat niat baik yang mungkin telah membuka jalan bagi pembicaraan yang lebih substantif di masa depan.

Sebelumnya, Kedua pemerintahan telah mengenakan tarif miliaran dolar untuk barang satu sama lain. Perang tarif dagang tersebut mengganggu rantai pasokan global dan mengguncang pasar keuangan. Dana Moneter Internasional (IMF) telah mengingatkan bahwa sengketa perdagangan akan mengurangi 0,2% darioutputglobal.

Dua orang sumber yang akrab dalam pembicaraan itu mengatakan, AS dan China sebagian besar berfokus pada isyarat niat baik termasuk pembelian kedelai, daging babi, etanol dan komoditas lainnya dari AS oleh China. Sementara, AS akan melonggarkan pembatasan penjualan komponen kepada raksasa telekomunikasi China, Huawei.

“Penundaan selama sebulan hingga pertemuan berikutnya memberi kedua pihak waktu untuk mengambil tindakan atas komitmen ini” kata sumber Reuters di Washington.

Kementerian Perdagangan China mengatakan kedua belah pihak memiliki pertukaran yang jujur, efektif, konstruktif dan mendalam pada perdagangan dan masalah ekonomi yang menjadi kepentingan bersama.

Disebutkan bahwa negosiator membahas lebih banyak pembelian produk pertanian AS oleh China, tetapi tidak menegaskan ada kesepakatan untuk membeli lebih banyak.

Gedung Putih juga mengatakan bahwa Cina akan kembali komitmennya untuk membeli lebih banyak barang pertanian AS dan mengatakan negosiasi kesepakatan perdagangan akan berlanjut di Washington pada awal September. Tetapi Gedung Putih tidak memberikan perincian tentang perkiraan pembelian produk pertanian AS oleh China.

Berita Populer