•   Sabtu, 11 April 2020
Ekonomi NKRI

Luhut Jawab Tudingan Jonan Mengenai Perdebatan Para Menteri Soal Mobil Listrik

( words)
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan | Setkab.go.id


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan mengamini tudingan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan mengenai tak kunjung terbitnya beleid mobil listrik karena ada perdebatan di antara menteri.

Menteri Luhut mengungkapkan, ketentuan yang mengatur mobil listrik belum kelar lantaran terhambat kajian insentif bagi perusahaan yang membangun pabrik perakitan mobil listrik.

Walau begitu, Menteri Luhut optimis aturan mobil listrik berbentuk peraturan presiden bakal lekas tuntas, sebab telah dijadwalkan akan diteken oleh Presiden RI Joko Widodo, pekan ini juga karena sudah berada di meja presiden.

"Tidak lama, kok. Memang ada perbedaan pendapat mengenai insentif untuk pengusaha yang bangun pabrik mobil listrik," ungkap Menteri Luhut di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/7/2019). "Harusnya pekan ini sudah, kalau tidak ya, saya kira pekan ini-lah."

Di samping itu, Luhut juga menyebut pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dan CEO Softbank Masayoshi Son menyepakati beberapa hal. Bahkan, Masayoshi Son pun mengaku sudah berinvestasi di Hyundai demi mewujudkan mobil listrik.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebut kendala tak kunjung terbitnya aturan tentang mobil listrik adalah karena terjadi perdebatan panjang di antara para menteri. Menurut Jonan, sebagian menteri setuju dan sebagian lainnya tidak.

"Perpres mobil listrik sudah dinanti selama 1,5 tahun. Debat menteri-menteri tak kunjung tuntas. Ada yang mendukung, ada yang kontra. Harusnya sudah selesai," tutur Menteri Jonan, Senin (29/7/2019).

"Misalnya menanti komponen lokal tersedia 100 persen, ya orang-orang yang buat aturan ini telah pensiun, malah tidak jadi," tutur Menteri Jonan.

Berita Populer