Pasien Covid-19 di Gresik Bertambah 10 Orang

Ilustrasi

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Penghujung Mei hingga awal Juni 2020 diprediksi menjadi puncak persebaran Covid-19 di Jawa Timur. Di Kabupaten Gresik pada hari terakhir di bulan Mei ini kembali mencatatkan 10 orang warganya yang
terjangkit virus asal Kota Wuhan, China.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Gresik drg Saifudin Ghozali melalui Kabaghumas dan Protokol Setkab Reza Pahlevi dalam pers rilisnya kepada para awak media, menyebutkan, penambahan 10 pasien baru ini masih berasal dari dua klaster besar. Yakni, dari klaster Surabaya dan klaster Pasar Pabean.

Asal dari 10 pasien, masing-masing 2 orang dari Kecamatan Manyar, Gresik dan Duduksampeyan.



Selengkapnya adalah dari Desa Karangrejo dan Desa Manyarejo (Manyar); Desa Kramat Inggil dan Desa Pulopancikan (Gresik); dan 2 orang dari Desa Pandanan (Duduksampeyan).

Sedang 4 orang lainnya berasal dari 4 desa. Yakni, Desa Drancang (Menganti); Desa Sukorejo (Bungah); Desa Sumput (Driyorejo) dan dari Desa Kedung Sekar (Benjeng).

Penambahan ini menjadikan total warga Gresik konfirmasi positif terinfeksi virus corona menjadi 173 orang dari sebelumnya 163 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 19 orang meninggal dunia. Sisanya sebanyak 140 orang masih dalam perawatan di berbagai rumah sakit di Gresik, Surabaya dan Sidoarjo. did