Pencipta SpongeBob, Stephen Hillenburg, Dulunya Guru Biologi Kelautan

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Stephen Hillenburg memang sudah meningglkan dunia yang fana, tetapi warisannya akan terus dikenang. Lewat karakter SpongeBob yang naif dan konyol, Stephen telah menghadirkan senyuman di wajah jutaan anak-anak dan pemirsa setia kartun SpongeBob Squarepants.
Menjadi kartunis mungkin tak pernah terlintas di benak Stephen kecil saat mengungkapkan cita-citanya. Ayahnya memiliki latar belakang militer dan ibunya seorang guru. Pada usia 15 tahun, Stephen lebih senang dengan musik, dan berencana membentuk band. Dia memainkan trompet.
Ketertarikannya pada dunia laut dipicu oleh film karya Oceanografer, Jacques Cousteau, yang memberikan Stephen gambaran tentang kehidupan di dalam air yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Setelah mencoba snorkeling, cinta Stephen pada laut semakin bertambah, sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di bidang biologi kelautan.
Pada 1984, Stephen mendapatkan gelar sarjana Natural Resource Planning and Interpretation, yang fokus pada sumber daya laut, dari Humboldt State University. Ia kemudian mengajar biologi kelautan di Orange County Ocean Institute (kini dikenal dengan nama the Marine Institute).
"Aku selalu tertarik pada seni dan membuat sesuatu, tapi aku tak pernah sekolah seni karena aku merasa harus melakukan hal lain. Seni adalah jalan yang berat untuk bisa hidup. Aku selalu melakukan keduanya. Aku pikir biologi kelautan bisa menjadi karier dan seni akan menjadi saranaku berekspresi," kata Stephen dalam buku Biography Today: Profiles of People of Interest to Young Readers (2004).
Sambil bekerja sebagai guru, Stephen membuat buku komik berjudul ’Intertidal Zone’, yang ia gunakan sebagai sarana untuk mengajar. Komik ini memiliki karakter bernama Bob the Sponge. Itulah yang menjadi cikal bakal SpongeBob.
Stephen yang lahir pada 21 Agustus 1961, serius mendalami kesenian dengan melanjutkan pendidikan di California Institute of Arts pada 1987. Ia lulus dengan gelar Master of Fine Arts pada 1992, dan di tahun yang sama, memenangkan penghargaan di bidang animasi lewat ’Wormholes’.
Kariernya menanjak ketika jaringan televisi Nickelodeon menggaetnya untuk mengerjakan proyek ’Rocko’s Modern Life’ dari tahun 1993 hingga 1996. Hingga akhirnya episode pertama ’SpongeBob SquarePants’ tayang pada 1 Mei 1999.

Sepuluh tahun kemudian, SpongeBob menghasilkan USD 8 Miliar per tahun atau sekitar Rp 116,25 triliun untuk Nickelodeon, dengan 700 partner lisensi di seluruh dunia. Sementara pada 2017, penjualan merchandise mencapai USD 13 miliar atau sekitar Rp 261,5 triliun.