Polres Gresik Bongkar Bisnis Esek-esek Warkop

Kapolres AKBP Arief Fitrianto bersama muncikari JRA dan beberapa PSK di belakang saat konferensi pers. SP/M.AIDID

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Polres Gresik berhasil ungkap bisnis prostitusi berkedok wanita pelayan warung kopi. Layanan esek-esek di kawasan Samaleak, Kecamatan Kedamean, itu digerebek petugas pada Selasa lalu (13/10).

Pada aksi penggerebekan seorang mucikari berinisial JRA (19), warga Desa Banyuurip, Kedamean beserta enam pekerja seks komersial diringkus petugas. Para wanita mengaku sekali kencan dengan pria hidung belang dibayar Rp 150 ribu.

Kapolres AKBP Arief Fitrianto didampingi Kasatreskrim AKP Bayu Febriyanto Prayoga menjelaskan, pihaknya telah menetapkan JRA sebagai tersangka karena terbukti menyediakan wanita penghibur yang bisa diajak kencan.

“Muncikari JRA menyediakan kamar di belakang warung kopi bagi tamu yang ingin berbuat asusila dengan PSK. Tarif sekali kencan rata-rata Rp150 ribuan,” ungkap AKBP Arief Fitrianto, Kamis (13/10).

Dalam praktek prostitusi ini, lanjut Arief, tersangka JRA meminta bagian Rp50 ribu untuk sewa kamar. Tak hanya itu, JRA juga meminta fee dari para PSK telah mendapat tamu kencan.

“Barang bukti yang diamankan, antara lain berupa buku rekapan tamu, uang tunai Rp400 ribu, dua kain seprei, sebotol minyak gel, tisu bekas pakai, dan satu potong celana dalam dan bra,” ungkap mantan Kapolres Ponorogo ini.

Atas perbuatan ini tersangka JRA akan dijerat Pasal 296 dan 506 KUHP tentang tindak pidana prostitusi. Dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Kepada awak media, JRA mengaku dalam merekrut para PSK ini dia sengaja mendatangkan wanita muda dari Cirebon, Jawa Barat. Dengan kisaran usia antara 18 hingga 29 tahun.

“Tarif paling tinggi sebenarnya Rp 250 ribu sekali kencan. Tapi praktiknya rata-rata tarifnya Rp 150 ribuan. Mereka semua kita datangkan dari Cirebon,” akunya sambil menundukkan kepala. did