Speed Trap Depan Kampus Ubara " Makan Korban"

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Speed trap atau garis kejut di depan universitas Bhayangkara Surabaya 'makan korban'. Pasalnya, tadi pagi pengendara bernama Nike Febrianti Nur Sanjaya,20 warga dusun Mojomanis Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan. Saat melintas terjatuh. Untung pengendara saat itu tidak terlalu ramai dan saat itu melintas mobil Kasubdit Reqiden Ditlantas Polda Jatim AKBP Eddwi Kurniyanto langsung menolong korban.
Menurut Kasubdit Reqiden AKBP Eddwi Kurniyanto pihaknya tadi juga terkejut ada pengendara motor yang terjatuh dan langsung menolong." Ada pengendara jalan jatuh, kaget kena speed trap, kita tolong,"terangnya di depan Polda Jatim tadi.
Ceritanya korban, Nike akan ke kampusnya Unair. Semalam dia menginap dirumah saudaranya di daerah Sidoarjo. Korban ke kampus Unair dengan mengendarai motor. Diperkiraan laju motor 60km/jam. Dan ketika melintas di depan kampus Universitas Bhayangkara, korban tidak tahu kalau ada polisi tidur, kaget ngerem lalu kendaraan oleng hingga jatuh.
Korban langsung jatuh dan luka di bagian wajah dan tangan. Dan dibelakang korban, melintas mobil Kasubdit Rekiden.
" Melihat itu langsung menolong korban,"terang Eddwi. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk mendapat pertolongan. Untung saat diperiksa korban tidak mengalami luka yang cukup serius.
Ternyata di Ngagel Jaya Selatan juga ada speed trap yang baru dipasang. Dilokasi ini, Speed trap cukup tinggi membuat banyak pengendara kerap terjatuh saat melewatinya. Andrian Prasetyo,31, pengendara jalan mengungkapkan memang speed trap yang dibuat kali ini sukses membuat para pengendara terkejut. Sayangnya jaraknya yang cukup jatuh satu speed trap dengan lainnya membuat banyak pengendara kadang hilang keseimbangan. "Kalau pas ngebut ya sampai mau jatuh buat nyeimbangkan motor,"ungkapnya.nt