•   Rabu, 22 Januari 2020
Ekonomi NKRI

Sri Mulyani: Perbankan Sehat, Negara Kuat

( words)
Ketua KSSK sekaligus Menkeu Sri Mulyani | setkab.go.id


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Keadaan ekonomi Indonesia hingga enam bulan pertama tahun 2019 dilaporkan dapat dikendalikan dengan baik. Hal ini bisa dicapai karena industri perbankan tumbuh dengan sehat dan pasar keuangan dalam negeri yang cukup kondusif.

Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kesimpulan tersebut diambil karena jika ditinjau dari segi perekonomian dalam negeri, segi moneter fiskal, pasar keuangan, lembaga jasa keuangan dan penjaminan simpanan rapat, maka bisa disimpulkan stabilitas sistem keuangan tetap baik.

Sri Mulyani menambahkan, terdapat tiga faktor yang bisa mengganggu keadaan ekonomi domestik. Pertama ialah ketidakpastian pasar keuangan internasional. Hal itu diketahui setelah serangkaian bank sentral di negara-negara mengambil langkah-langkah demi mengantisipasi gangguan ekonomi. Kebijakan itu lantas diikuti oleh bank-bank setral di negara-negara berkembang

"Contohnya termasuk The Fed, bank sentral Amerika Serikat yang diperkirakan akan memangkas suku bunga kebijakan moneter,"urai Sri Mulyani di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Kedua adalah imbal hasil investasi portofoio di tanah air yang tetap bersaing dan memikat dan hal ini bisa mendongkrak efertite capital inflow, termasuk pertumbuhan ekonomi dan stabilitas yang terjaga.

Ketiga, menguatnya pandangan masyarakat terhadap masa depan ekonomi Indonesia dengan terkerekya sevoreign Indonesia serta pertumbuhan positif pada bidang prioritas, khususnya setelah pemilihan umum.

"Sejumlah perkembangan ini sudah membuat aliran masuk modal asing di tanah air. Serta, hal ini lantas menciptakan aliran masuk modal asing. Dengan begitu, nilai tukar mata uang Indonesia . Selain itu, Indonesia juga memperkuat kinerja pasar obligasi negara atau bursa efek," tutur Sri Mulyani.

Berita Populer