•   Selasa, 15 Oktober 2019
Ekonomi NKRI

Sri Sultan Tolak Pembangunan Jalan Tol

( words)
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.


SURABAYAPAGI, Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, mempertanyakan rencana pembangunan jalan tol yang terhubung langsung dengan Bandara Internasional Yogyakarta, di Kabupaten Kulon Progo.
Sultan mengatakan, tujuan utama pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di DIY, khususnya di Kulon Progo.
"Adanya bandara itu untuk pertumbuhan ekonomi Yogyakarta. Kalau turun dari airport diterima tol, Yogyakarta dapat apa. Kita tidak dapat apa-apa, makan saja tidak," kata Sultan usai menghadiri acara syawalan di Kulon Progo, Rabu (19/6).
Sultan justru mempertanyakan keberadaan tol bermanfaat bagi masyarakat atau tidak. "Kalau tol bermanfaat, mari kita bicara, kalau masyarakat Kulon Progo tidak dapat apa-apa, untuk apa dibangun tol. Apa juga dibangun bandara," katanya.
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya telah menentukan empat jalur utama menuju bandara.
Mulai dari Yogya ke Karangnongko Wates yang merupakan jalan nasional, jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Jalan Daendels, dengan menggunakan kereta api.
“Jadi (bandara) bisa diakses dengan melalui Jalan Daendels, JJLS, lewat jalan nasional dan kemudian menggunakan kereta api. Jalan Daendels itu akhirnya nanti lewat di bawah terminal airport,” jelas Hasto, sapaan akrabnya kepada awak media, kemarin.
Dia menjelaskan, saat ini keempat jalur utama ke bandara tersebut tengah digarap. Dengan rincian untuk JJLS, sekarang telah dimulai. "Sedang Jalan Daendels, juga tengah diperlebar. Sementara jalan nasional di beberapa titik yang tanahnya luas tengah dibagi dua jalur," katanya.

Berita Populer