•   Selasa, 31 Maret 2020
Internasional

Trump Turun Peringkat Orang Terkaya Versi Forbes

( words)
Peringkat Presiden Trump dalam daftar tahunan orang terkaya versi Forbes mengalami kejatuhan cukup dalam.


SURABAYA PAGI, Washington DC - Seperti dilansir BBC, Selasa (6/3) posisi puncak daftar miliarder Forbes diduduki oleh pendiri dan bos raksasa online Amazon yakni Jeff Bezos. Kekayaan Bezos melejit mencapai USD112 miliar dari perkiaraan tahun lalu sebesar USD39,2 miliar. Lonjakan jumlah kekayaan juga terjadi pada pendiri Microsoft Bill Gates yang diprediksi sebesar USD90 miliar atau meningkat dari USD86 miliar untuk menempati posisi kedua.

Peringkat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam daftar tahunan orang terkaya versi Forbes mengalami kejatuhan cukup dalam ke posisi 222, setelah diperkirakan kekayaan yang dimilikinya menyusut dari USD3,5 miliar menjadi USD3,1 miliar. Majalah Forbes menerangkan, merosotnya peringkat Trump disebabkan pelemahan nilai proyek properti New York dan jatuhnya pendapatan perusahaan di bidang golf.

Tercatat menurut daftar peringkat miliarder Forbes yang ke 32 ada terdapat 2,208 orang terkaya. Raja investasi asal AS yakni Warren Buffett yang mengantongi kekayaan senilai USD84 miliar berada pada urutan ketiga. Kekayaan miliknya bertambah dari tahun sebelumnya yaitu USD75,6 miliar. Orang terkaya di Eropa yang menempati posisi keempat dalam daftar yaitu bos perusahaan barang mewah LVMH, Bernard Arnault, yang memiliki kekayaan USD72 miliar.

California ditempati oleh 144 orang terkaya lebih banyak dari beberapa negara bagian lainnya. Sementara Jerman menjadi yang paling banyak mempunyai orang terkaya di Eropa dengan jumlah 123 orang. Selanjutnya India memiliki 119 miliarder dan kemudian di Rusia terdapat 102 orang kaya. Luisa Kroll dan Kerry Dolan, dari Forbes Media, mengatakan: "Orang super kaya terus menambah kekayaan mereka untuk lebih lagi, hal ini membuat pelebaran kesenjangan semakin nyata,". Daftar miliarder Forbes merupakan sebuah snapshot dari kekayaan yang diambil pada 9 Februari 2018. Majalah menggunakan beberapa hal untuk menjadi indikator seperti harga saham dan nilai tukar dari seluruh dunia. wsh

Berita Populer