•   Selasa, 12 November 2019
Peristiwa Internasional

Uji Coba Rudal Balistik Tak Langgar Perjanjian dengan AS

( words)
Ilustrasi


SURABAYAPAGI.com - Setelah sepekan ini Korea Utara luncurkan rudal agar AS dan Korsel menghentikan latihan militernya. Kemarin Korut meluncurkan rudal balistik dari wilayah Wonsan pada Rabu (31/7/2019) pagi waktu setempat. Rudal pertama diluncurkan pada 25 Juli lalu dari lokasi yang sama.

Peluncuran rudal Korut pada 25 Juli lalu merupakan aksi pertama semenjak Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea UtaraKim Jong-un bertemu pada Juni lalu. Sebelumnya Kim Jong Un memang menunjukkan kemarahan dengan menyebut latihan tahunan dan akan berlangsung hingga bulan depan itu sebagai persiapan untuk perang.

Peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara tidak melanggar janji yang dibuat oleh pemimpin Kim Jong Un dengan Presiden AS Donald Trump. Namun, seorang pejabat senior di negeri Paman Sam mengatakan akibat kejadian itu upaya untuk melanjutkan pembicaraan denuklirisasi masih diragukan.

“Penembakan rudal ini tidak melanggar janji yang dibuat Kim Jong Un kepada presiden tentang rudal balistik jarak antarbenua,” kata penasihat keamanan nasional AS John Bolton dalam sebuah wawancara denganFox Business News.

“Namun yang harus ditanyakan kapan diplomasi sesungguhnya akan berlangsung, kapan diskusi tentang denuklirisasi akan dimulai, saat Kim Jong Un mengatakan pada 30 Juni bahwa la siap melakukannya. Kami masih menunggu jawaban dari Korea Utara” kata Penasihat tersebut

Sementara, Badan intelijen Korea Selatan mengatakan kepada anggota parlemen bahwa tes rudal Korea Utara akan di dilakukan lagi pada Agustus. Hal itu dikatakan oleh kantor berita Yonhap.

Profesor Institut Teknologi Massachusetts, Vipin Narang mengatakan tes rudal itu adalah bagian dari pendekatan pemimpin Korea Utara terhadap diplomasi. "Dia mengatakan akan membutuhkan lebih dari sekedar operasi foto untuk membuat segalanya bergerak," ujarnya.

Berita Populer