SURABAYAPAGI.com, Washington, DC - Pejabat Gedung Putih Amerika Serikat mengatakan, sekitar 10 ribu orang aparat pemerintah, termasuk di antaranya 7.000 tentara dikerahkan untuk membantu Puerto Rico. Mereka ditugaskan untuk memulihkan kondisi di kawasan yang luluh lantak usai dihantam Badai Maria pada pekan lalu.
Gedung Putih juga mengirim Kapal Angkatan Laut AS, USS Comfort yang memiliki kapabilitas sebagai rumah sakit apung berkapasitas 1.000 tempat tidur. Kapal itu dijadwalkan bertolak meninggalkan Negeri Paman Sam menuju Puerto Rico pada hari Jumat, (29/9).
USS Comfort ditugaskan untuk membantu pertolongan medis kepada warga sipil terdampak bencana. Karena saat ini, dari 69 rumah sakit yang ada di Puerto Rico hanya 44 fasilitas kesehatan yang beroperasi. Demikian seperti dikutip dari VOA News Indonesia, Sabtu (30/9).
Letnan Jenderal Jeffrey Buchanan, Kementerian Pertahanan AS menunjuk untuk memimpin semua upaya aparat dalam merespons badai Maria di Puerto Rico.
Sementara itu, beberapa hari sebelum bantuan kemanusiaan dari Washington ke San Juan dikerahkan, berbagai pihak melontarkan kritik Presiden Donald Trump yang dianggap lamban dalam membantu teritorial AS itu.
Tetapi, Penasihat Keamanan dalam Negeri AS Tom Bossert mengatakan, Gedung Putih membutuhkan waktu untuk menyalurkan bantuan ke teritorial dengan Ibu Kota San Juan itu.
Ia juga menyayangkan pemberitaan media yang justru menimbulkan kesan bahwa Washington bergerak lambat dalam memberikan pertolongan.
"Peliputan dalam sejumlah hal memberi kesan kita tidak bertindak cukup cepat," jelas Bossert.
Pemerintah juga menekankan rumitnya pengiriman bantuan ke daerah yang hancur dan rusak parah dikarenakan badai itu. Bossert mengemukakan, Puerto Rico adalah pulau terpencil yang cukup jauh jaraknya dari daratan Amerika Serikat. (FF)
Editor : Redaksi