SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Peran perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai persoalan di tengah masyarakat. Salah satunya dengan melakukan pelestarian dan memberikan penanganan terhadap kasus pencurian satwa langka.
Terkait hal tersebut, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga melakukan aksi penanganan terhadap sembilan penyu langka yang bakal dijual oleh nelayan, beberapa waktu yang lalu. Muhammad Yunus, selaku dosen FKH Unair bersama beberapa mahasiswa melakukan penanganan terhadap sembilan penyu langka berjenis sisik dan hijau.
”Sebanyak sembilan ekor penyu berjenis sisik dan hijau yang ditangkap nelayan di Pulau Sapudi, Sumenep. Nelayan tersebut sudah diproses untuk ditindak karena termasuk perbuatan kriminal karena ada indikasi mau dijual,” jelas Yunus.
Dia menambahkan, indikasi bahwa penyu itu bakal dijual terlihat dari sebagian kaki penyu patah dan hampir semua dilubangi agar bisa dibawa dan dijual untuk dikonsumsi. Langkah pertama yang dilakukan oleh tim FKH Unair dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi III dalam penanganan adalah melakukan pemulihan.
”Hal ini dilakukan agar masyarakat tahu bahwa ada beberapa jenis penyu yang dilindungi. Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus karena penyu jenis sisik dan hijau sangat langka,” tutur Yunus.
Sebagai tim dari kalangan akademisi, Yunus dan tim bertugas untuk memastikan kesehatan penyu-penyu itu. Selanjutnya, seusai memastikan penyu-penyu tersebut sehat, Yunus menambahkan bahwa pihaknya dengan berbagai instansi terkait akan melepaskan satwa langka itu ke habitat aslinya.
”Jadi, usai dipastikan kondisinya baik dan sehat, penyu-penyu ini akan dilepaskan kembali ke habitat aslinya,” pungkas dosen yang mengajar mata kuliah ilmu penyakit aquatik tersebut.ifw
Editor : Redaksi