SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pandemi Covid-19 ini menimbulkan beragam permasalah di Indonesia. Sepanjang 2020 di hampir seluruh provinsi perekonomian berada di angka minus.
Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan, dalam acara presscon pemaparan kondisi ekonomi Jawa Timur secara virtual, melaporkan dari data BPS setidaknya jatim sendiri tercatata ekonominya terkontraksi sebanyak 2,39 persen.
Baca juga: Pemkab Jember Realisasikan Program 'Gerobak Cinta' Demi Perkuat Ekonomi Rakyat
"Ekonomi Jawa Timur tahun 2020 (c-to-c) terkontraksi 2,39 persen," ujar Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan, Jumat (5/2/2021).
Dadang menerangkan kontraksi dari sisi produksi, terdalam ada pada Usaha Jasa Lainnya sebanyak 13,80 persen, dilanjutkan 11,16 persen di Transportasi dan Pergudangan sedangkan dalam Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sejumlah 8,87 persen.. Kemudian ia melanjutkan dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam pada PMTB 4,31 persen, dilanjutkan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3,18 persen serta Konsumsi Rumah tangga sebanyak 0,83 persen.
"Dari sisi produksi, kontraksi terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 26,77 persen, diikuti Konstruksi sebesar 4,13 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam Ekspor Luar Negeri sebesar 13,34 persen, diikuti PMTB 2,01 persen," jelasnya.
Kepala BPS Jatim ini mengungkapkan sampai pada Triwulan IV di tahun 2020 kemarin, Ekonomi Jawa Timur masih belum menunjukan kenaikan, bahkan turun disbanding Triwulan sebelumnya.
"Secara q-to-q perekonomian Jawa Timur Triwulan IV-2020 terkontraksi 0,94 persen, jika dibandingkan Triwulan III 2020," tuturnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah : Pemkab/Pemkot Se Jatim Komitmen Tuntaskan RDTR untuk Peningkatan Investasi Jatim
Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat mencatat sepanjang 2020 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi minus sebesar 2,07 persen. Minusnya ekonomi Indonesia di tengah pandemi menjadi pertama kalinya setelah tahun1998 kemarin.
"Imbas adanya pandemi Covid-19, perekonomian Indonesia tahun 2020 tercatat mengalami kontraksi atau minus sebesar 2,07%," ujar Kepala BPS Pusat, Suhariyanto saat memaparkan kondisi Ekonomi RI dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (5/2/2021). Arb7
Editor : Redaksi