SURABAYAPAGI,Surabaya - Aktivitas moda transportasi Kereta Api (KA) di Jawa Timur tidak mengalami kerusakan atau gangguan meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa kembali terjadi gempa susulan hingga kedelapan pascagempa Sabtu di wilayah Malang.
Gempa tektonik susulan pada Minggu (11/4) pagi getarannya dirasakan di wilayah Jawa Timur, sebagian Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) .
Baca juga: Palang Pintu Rel KA JPL 206 KM 128 Ditutup, Pasca Benturan KA dan Motor
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan gempa yang terjadi di Jatim tidak sampai meganggu aktivitas perjalanan KA maupun aktivitas penumpang yang ada diseluruh stasiun.
"Setelah gempa, unit kami yang terkait segera melakukan pemeriksaan obyek vital kai, seperti stasiun, jembatan, terowongan dan jalur rel sendiri," kata Luqman, Minggu (11/4/21).
Baca juga: BPBD Pacitan Uji Coba Peringatan Dini Tsunami Usai Diguncang Gempa hingga M 6,4
Setelah dilakukan pemeriksaan, kata dia, semuanya terpantau aman terkendali.
"Alhamdulillah tidak ada sama sekali kerusakan dan gangguan terhadap operasional perjalanan KA di wilayah Jatim, khususnya daop 8," pungkasnya.
Baca juga: Dua Pemuda Heroik Penyelamat Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 7 Madiun Beri Penghargaan
Diketahui, Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Malang, dengan magnitudo 6,7 yang kemudian diperbarui menjadi magnitudo 6,1 yang berpusat di wilayah Kabupaten Malang, Sabtu, pukul 14.00 WIB, di 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang dengan kedalaman 25 kilometer.
Akibat gempa tersebut, total 16 kabupaten/kota di Jatim terdampak kerusakan, yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Gresik, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Kediri, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Ponorogo.Kemudian, Kabupaten Jember, Kabupaten Tulungagung, Kota Batu, Kabupaten Nganjuk, serta Kabupaten Pacitan.na
Editor : Mariana Setiawati