Buka Musrenbang RKPD Tahun 2024, Bupati Mojokerto Atensi dan Prioritaskan 8 Isu Strategis

surabayapagi.com
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat membuka Musrenbang RKPD Kabupaten Mojokerto Tahun 2024. SP/ DWI

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Mojokerto Tahun 2024, di Pendopo Graha Maja Tama, Kantor Pemkab Mojokerto, Kamis (30/3/2023).

Bupati Ikfina menyampaikan, terdapat delapan isu strategis yang perlu diselesaikan dan mendapatkan prioritas dalam membangun Kabupaten Mojokerto tahun 2024 nanti.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD

Yaitu, percepatan penurunan stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem dan penguatan sosial, pengendalian inflasi daerah serta pembangunan infrastruktur kepariwisataan dan pengurangan risiko bencana.

"Kemudian juga terkait pelaksanaan pilkada serentak, reformasi birokrasi, digitalisasi daerah, peningkatan kualitas daya saing SDM dan inovasi daerah," jelasnya.

Selain itu, Bupati Ikfina juga meminta kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah agar dalam menyusun kerangka RKPD Kabupaten Mojokerto untuk memperhatikan beberapa poin penting.

Diantaranya, Bappeda wajib mengawal usulan prioritas dari Kecamatan hingga mengakomodirnya menjadi dokumen pelaksanaan anggaran. Dengan memperhatikan aspek kemampuan keuangan daerah serta mandatory spending guna mendukung peningkatan perekonomian daerah.

"Selain itu perencanaan pembangunan harus sesuai tema dan tidak bertentangan dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tentunya dengan mengacu pada target yang sudah ditetapkan di RPJMD 2021-2026 serta target yang sudah dicapai di tahun 2022," tegasnya.

Baca juga: Gelar Sarasehan di Mojokerto, Diskominfo dan Dewan Provinsi Jatim Tanamkan Kearifan Lokal Era Digital

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi dalam laporannya menjelaskan capaian pembangunan makro sosial ekonomi Kabupaten Mojokerto tahun 2022 mengalami trend pertumbuhan positif.

"Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu tahun 2020 sebesar 73,83 persen kini naik menjadi 74,89 persen di tahun 2022. Kenaikan itu juga disusul Indeks Pembangunan Gender dan Indeks Kesalehan Sosial yang naik menjadi 91,67 persen dan 80,98 persen," jelasnya.

Demikian halnya dengan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,82 persen. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari tahun 2021 lalu yang tumbuh sebesar 4,12 persen saja.

Baca juga: Difitnah Ibu-ibu Lecehkan Siswi SD, Kini Penjual Dawet di Mojokerto Takut Jualan

"Pertumbuhan ekonomi ini berimbas pada penurunan prosentase penduduk miskin dari 10,62 persen pada bulan Maret 2021 menjadi sebesar 9,71 persen pada bulan Maret 2022. Demikian juga dengan Tingkat Pengangguran Terbuka yang kini hanya menyisakan angka sebesar 4,83 persen," tukasnya.

Sekedar informasi, Musrenbang RKPD Kabupaten Mojokerto tahun 2024 dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuhro, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Kepala Bakorwil PP Bojonegoro Provinsi Jawa Timur serta Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto.

Acara diikuti oleh 200 orang peserta yang terdiri dari Kepala OPD, Direktur RSUD, Camat dan Kepala Bagian Lingkup Setdakab Mojokert serta Kasubag Penyusunan Program, Kasubag Perencanaan, Pejabat Fungsional Perencana se Kabupaten Mojokerto.

Serta diikuti rektor perguruan tinggi dan pimpinan instansi vertikal, tokoh masyarakat, ormas, Perwakilan Pengusaha, masyarakat rentan, perwakilan organisasi wanita, organisasi Anak, tokoh masyarakat, tokoh agama serta Direktur BUMD dan LSM. Dwi/adv

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru