SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Anda ingin menjaga hati? Ada tip dari alkitab. Menjaga hati tidak hanya menjaga perasaan seseorang, akan tetapi juga membuat komitmen agar saling memercayai satu sama lain.
Ada banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk menjaga hati seseorang terutama pasanganmu, seperti mengesampingkan ego dan dan tidak mengkhianati jika diberikan kepercayaan.
Baca juga: Toleransi Praktis Umat Kristiani Hormati Bulan Puasa
Bagaimana caranya untuk menjaga hati agar tetap kondusif dan memancarkan kehidupan yang positif bagi hidup kita? Membawa hati kita kepada Tuhan melalui doa karena Tuhanlah yang menguji hati (Mazmur 17:3) dan Tuhanlah melihat hati kita (Samuel 16:7).
Amsal 23:17-18
Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan Tuhan senantiasa. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
Untuk menjadi orang percaya yang lebih baik dan berkenan kepada Tuhan, Amsal 4:23 mengajarkan agar kita menjaga hati dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Artinya apa yang ada di dalam hati kita itu memancar ke luar dalam bentuk ekspresi, perkataan, dan perbuatan.
Jika hati kita baik maka apa yang keluar dari hidup kita pasti baik; sebaliknya jika hati kita tidak baik, maka yang keluar dari hidup kita juga tidak baik.
Baca juga: Orang-orang Curang
Sebagai anak Tuhan, fokus kita bukan memperbaiki apa yang nampak dari luar - yang dilihat oleh orang; tetapi memperbaiki apa yang ada di dalam hati. Untuk itu, ijinkan Tuhan Yesus bertahta dan memerintah hati kita, supaya apa yang keluar dari hidup kita memancarkan terang Kristus.
Matius 12:34-37 menegaskan bahwa kita tidak dapat mengucapkan hal-hal yang baik, jika kita sendiri jahat. Karena apa yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
Jadi, untuk mengetahui apakah Yesus berkuasa dalam hati orang percaya, perhatikanlah ucapan dan tingkah lakunya. Jika perkataan dan perbuatan seorang percaya tidak sesuai dengan kebenaran, Firman Tuhan berarti ada yang salah dengan hatinya.
Alkitab juga mengingatkan bahwa setiap kata sia-sia yang kita ucapkan harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman. Karena menurut ucapan kita akan dibenarkan, dan menurut ucapan pula kita akan dihukum. Untuk itu, kita harus berhati-hati dalam berkata-kata, sebab salah satu ukuran yang menentukan kita bisa masuk sorga atau tidak adalah melalui perkataan yang keluar dari mulut kita. Semakin banyak kita berkata benar dan jujur dalam pengurapanNya, maka semakin kita berkenan kepada Tuhan.
Baca juga: Kebenaran Sesungguhnya
Menjaga hati bukanlah sesuatu yang gampang, tetapi inilah yang Tuhan inginkan dari kita. Oleh darah Yesus lewat pengorbananNya di atas kayu salib, hati kita dibersihkan serta dikuduskan, kemudian Tuhan menuntut agar kita dapat menjaga dan memelihara hati kita dari segala sesuatu yang dapat merusakkannya. Dalam terjemahan lama;
Amsal 4:23, “Peliharakanlah hatimu terlebih dari pada segala yang patut dipeliharakan, karena dari dalamnya terpancarlah segala mata air hidup”.
Banyak orang mobilnya terjaga dengan baik, tetapi hatinya tidak sehingga membuat dirinya tidak bisa tertawa. Tetapi, ada orang yang hidupnya sederhana tapi bisa tertawa karena hatinya selalu terpelihara. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham