Aktivis Praja Sumenep Demo Soroti Peredaran Minol

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Pemuda Arya Wiraja (Praja) Sumenep berunjukrasa ke Pemkab setempat.

Mereka mendesak agar Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencabut ijin usaha kafe dan toko-toko yang menjual minuman keras (miras).

Baca juga: Pasien Asal Rubaru Apresiasi Pelayanan RSUD Moh Anwar Sumenep

“Penjualan miras di Sumenep ini cukup marak. Terkesan tidak ada pengawasan. Jelas-jelas ditemukan ada beberapa kafe dan toko yang menjual miras. Pemkab harus tegas. DPMPTSP harus mencabut ijin usah kafe-kafe seperti itu,” kata korlap aksi, Hendra, Senin (25/03/2024).

Sambil berorasi, ‘Praja’ Sumenep juga membentangkan poster-poster bertuliskan protes keberadaan miras. ‘Cabut ijin usaha Mr. Ball, Lotus, JBL’; ‘Tolak miras di Sumenep, ‘Bersihkan sampah miras di Sumenep’.

“Sesuai perda, ketika ada toko atau tempat lain yang menjual miras tanpa ijin, harus ditutup. Ini kenapa dibiarkan?Apa tidak tahu atau tidak melihat? Apa tuli? Apalagi sekarang ini bulan Ramadhan. Kami minta segera dilakukan penertiban,” tandas Hendra.

Baca juga: Guru Madrasah Demo, Kesejahteraan Guru Belum Rampung

Ia menyebut konsumsi miras menyebabkan efek kriminalitas, terutama di kalangan generasi muda. Karena itu, penjualan miras harus dihentikan.

“Sumenep ini dikenal sebagai kota santri. Kota yang religius. Apa tidak malu kalau kita melihat ada penjualan miras begitu mudah dibiarkan saja? Miras itu memicu kejahatan. Melanggar etika. Jadi harus ditertibkan,” ujarnya.

"Cabut izin usaha sejumlah tempat yang memperjualbelikan minuman keras. Bersihkan Sumenep dari minuman beralkohol untuk masa depan yang lebih baik," imbuhnya.

Baca juga: Demo Buruh PT Pakerin di LPS Surabaya, Pakuwon Dorong Penyelesaian Lewat Dialog

Dalam aksinya, aktivis "Praja" membawa sejumlah poster dari kertas warna hitam dengan sejumlah tulisan. Di antaranya, "Tolak Miras", dan "Bersihkan sampah ilegal (Miras) di Kabupaten Sumenep.

Puas berorasi, para pengunjukrasa yang mendapatkan pengawalan dari puluhan aparat kepolisian ini pun membubarkan diri. Sm-01/ham

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru