SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian kita edisi Sabtu (20/7/2024), "Gonjang Ganjing Pangkas Anggaran Makan Gratis". Ada sub judul "Presiden Terpilih Tugaskan Tim ekonomi Pikirkan Biaya Makanan Bergizi per hari Diturunin Lebih Hemat Dari Rp 15 ribu ke Rp 9 ribu, atau ke Rp 7.500 per Anak ".
Sumber berita biaya makanan bergizi per hari Diturunin dari Rp 15 ribu ke Rp 7.500 per anak, diungkapkan ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan.
Baca juga: Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya
Pada Rabu (17/7) lalu, Heriyanto mengklaim diajak berdiskusi dengan tim Prabowo mengenai makan bergizi gratis dan diizinkan membagikan hasil diskusinya itu ke publik.
"Mungkin 2-3 minggu lalu ada press conference di mana Bu Sri Mulyani dan Mas Tommy (Thomas Djiwandono) juga mengatakan tentang program makan siang itu biaya berapa. Yang mau saya sharing itu, angka itu memang dibahas dengan Pak Prabowo yang dikomunikasikan ke saya. Presiden terpilih tugaskan ke tim ekonomi itu memikirkan apakah biaya makanan per hari itu bisa diturunin lebih hemat dari Rp 15 ribu mungkin ke Rp 9 ribu, atau ke Rp 7.500 per anak?, " ungkap Heriyanto dalam forum Market Outlook 2024 disiarkan di YouTube, Rabu (17/7).
"Disediakan anggaran Rp 71 triliun dan defisit 2,5%, bukan ke 3% ataupun ke 3,5%, nggak begitu. Mereka sudah agree on that," sambung Heriyanto.
Sementara, Menkeu Sri Mulyani belum mau menjawab lebih detail terkait program makan bergizi gratis termasuk isu pemangkasan anggarannya hingga menjadi Rp 7.500/anak. Dia menyebut proses penyusunan RAPBN 2025 akan disampaikan pada 16 Agustus 2024 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sehari setelah itu, Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran membantah kabar soal anggaran makan bergizi gratis menjadi Rp 7.500 per porsi.
Dalam konferensi pers di media center TKN, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2024), anggota Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mencak mencak. Ia pastikan dalam program tersebut, pemerintahan presiden terpilih membuat kalkulasi jumlah kucuran APBN 2025 sebesar Rp 71 triliun.
"Isu yang berkembang dan menurut saya mulai jauh dari kebenaran tentang makan bergizi gratis itu dipatok Rp 7.500, tiba-tiba sudah ada angka itu. Sampai hari ini satu-satunya yang sudah bisa kita ambil kesimpulannya itu alokasi makan gratis 2025 besarannya Rp 71 triliun untuk (APBN) 2025," ingat Hasan dalam konferensi pers di media center TKN, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2024).
Hasan membeberkan Prabowo telah memberikan arahan khusus kepada timnya dalam melaksanakan program andalannya tersebut. Setidaknya ada dua pesan penting, yakni perihal standar gizi dan optimalisasi penerima manfaatnya. Nah, kini gonjang ganjing tentang
makan bergizi gratis yang dipatok sebesar Rp 7.500, telah jadi perbincangan di publik.
***
Saya pantau di lapangan, makan siang katering di SD Al Falah Surabaya dipatok Rp 15.000,-. Menu hariannya bervariasi, tiap hari ganti. Ada nasi campur terdiri mie, Oseng sayur, orek tempe, sambal, srundeng, ikan.
Baca juga: Berharap Eks Menag Dihukum Berat
Ada Ikan dori crispy, Oseng wortel jagung, Tempe goreng dan Nasi. Juga ada Bakso dengan Tahu goreng, Bihun dan kubis. Juga ada menu nasi dengan daging slice barbekeu, dengan tahu goreng dan tumis sayur mix.
Sementara menu siang di kantor harian Surabaya Pagi juga Rp 15 ribu. Menunya bergantian hampir sama dengan daftar menu di SD Alfalah. Dan menu di SP, selalu ada krupuk putih satu porsi satu.
Sementara nasi madura dengan 2 lauk (cumi dan daging), mie dan sambal, seharga Rp 17 ribu.
Nasi kuning dengan lauk ayam di Depot "Mimi" Darmo Baru, rata-rata Rp 24 ribu.
Sementara nasi bungkus masakan jawa di warung mbak Yanti, Sukomanuggal Surabaya, rata-rata Rp 22 ribu. Menunya, nasi, tumis sayuran, orek tempe, srundeng, mie sambal dan ikan. Sedang nasi kucing makanan sopir Rp 5 ribu. Isinya ada nasi, mie dan orek tempe. Bahkan, nasi bungkus yang dijual angkringan atau warung, dibanderol Rp 8 ribu, dengan isi nasi, mie, sayur oseng, lauk dan sambal. Lauknya pun bisa memilih, telur dadar atau ayam bali, atau telur bali, atau tongkol.
Ini sebagai pembanding. Tampaknya tarip katering Rp 15.000,-, itu standar umum. Apa harga tersebut sudah termasuk makan bergizi? Para siswa SD Al Falah dan karyawan harian Surabaya Pagi, merasa cocok, cukup dan berselera makan rumahan.
Baca juga: Dunia Keuangan Indonesia Berguncang
***
Dikutip dari akun Stikes Husada Borneo, ahli gizi Ida Purnomowati, Diana H, Cahyo menulis
Gizi diartikan sebagai salah satu komponen yang membangun untuk tubuh seorang manusia. Menurut Ida, gizi adalah zat yang memiliki berbagai fungsi untuk kelangsungan hidup manusia. Diantaranya berfungsi untuk meningkatkan proses pertumbuhan, menjaga dan memulihkan jaringan tubuh.
Sementara ahli gizi Lioni Ellis H, menulis makanan bergizi diartikan sebagai bagian penting yang dibutuhkan tubuh untuk berkembang.
Juga WHO (World Health Organization, dalam Soekirman, (2000: 4) mengartikan ilmu gizi sebagai ilmu yang mempelajari proses yang terjadi pada organisme hidup untuk kembali dan mengolah zat-zat padat dan cair dari makanan yang diperlukan untuk memelihara kehidupan, pertumbuhan, berfungsinya organ tubuh, dan menghasilkan .
Setelah mengetahui dari dua ahli gizi dan WHO dapat disimpulkan bahwa gizi mempengaruhi kelangsungan hidup seorang manusia. Pertanyaanya bila benar anggaran makan gratis bergizi dipangkas menjadi Rp 7.500, kualitasnya diatas nasi kucing dan separuh menu makan siang siswa SD Al Falah Surabaya. Opo onok nasi gratis seharga Rp 7.500,- bergizi untuk anak Indonesia? (radityakhaffi@gmail.com)
Editor : Moch Ilham