Bayu Airlangga, Menantu Pakde Karwo, Pepet Eri Cahyadi

surabayapagi.com
Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Eri Cahyadi, Hingga 3 Agustus 2024, telah didukung enam parpol untuk maju dalam pilwali Surabaya, November 2024 nanti. Parpol pendukunya terdiri PDIP, PKB, PPP, Partai Demokrat, dan PKS.

Keenam parpol itu  telah mengeluarkan surat rekomendasi kepada Eri Cahyadi dan Armuji maju menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya dalam Pilkada Surabaya 2024.

Baca juga: Ramadhan, Puasa, Mohon Ampunan Hingga Bikin Event

Sementara, PAN, Partai Golkar dan PSI hanya memberikan surat tugas kepada Eri Cahyadi untuk maju menjadi Wali Kota Surabaya. Surat tugas PAN, Partai Golkar dan PSI, tanpa menyertakan Armuji. Yang berarti tiga partai itu masih punya peluang menyodorkan nama alternatif, baik untuk mendampingi Eri Cahyadi atau memajukan nama sendiri. Ini bila Eri Cahyadi masih keukeuh dengan Armuji.

 

***

 

Pada Pilkada tahun 2020 lalu, Eri Cahyadi diusung PDIP, PSI (yang mempunyai 19 kursi di DPRD Surabaya), serta Partai Hanura dan PBB sebagai partai non parlemen. Namun, Eri Cahyadi mampu mendulang suara 56,94 persen atau 597.540 suara.

Sedangkan Machfud Arifin meraih suara 43,06 persen atau 451.794 suara. Dengan total suara sah 1.049.334 (95,53 persen), dan suara tidak sah 49.135 suara (4.47 persen).

Namun dari DPT 2.098.510 jiwa, yang menggunakan hak pilih hanya 1.098.469 (52,35 persen) sedangkan yang Golput mencapai 1.000.041 (47,65 persen).

Mahfud Arifin, saat itu diusung 8 partai parlemen dan 3 partai non parlemen yakni PKB, Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, NasDem, PAN, dan PPP. Sedangkan partai pendukung Mahfud, Partai Perindo, PKPI dan Partai Gelora.

Dengan suara tidak sah ada 49.135 suara (4.47 persen) dan yang Golput mencapai 1.000.041 (47,65 persen). Berarti ada sekitar 52% yang absten. Isyaratnya suara Eri Cahyadi-Armudji, saat itu lebih kecil dari pemilih yang tak mau berpartisipasi di pilkada 2020. Ini peluang cawali lawan Eri, pada November tahun 2024 nanti.

 

***

 

Catatan jurnalistik saya menulis, program Eri Cahyadi saat kampanye yang diusung pada Pilkada 2020 lalu ada beberapa program.

Program 1: membuka lapangan kerja untuk rakyat, untuk memulihkan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19, dengan membuat 10.000 pengusaha baru, menyiapkan insentif dan membangun sistem pelayanan investasi berkelas dunia, serta menyediakan 10.000 sertifikasi keahlian kerja gratis untuk warga.

Juga meningkatkan 30.000 UMKM naik kelas go internasional, meneruskan revitalisasi pasar tradisional untuk kebangkitan ekonomi rakyat, mengembangkan dan memfasilitas sentra-sentra PKL milik rakyat dan bangun pusat ekonomi kreatif dan ekonomi digital.

Program 2: generasi cerdas. Program ini akan memperkuat pendidikan gratis SD dan SMP negeri, mendukung bea siswa pelajar SMA dan SMK. Kemudian, meningkatkan beasiswa kuliah dalam dan luar negeri untuk anak kurang mampu, berprestasi dan atlet, meningkatkan kesejahteraan guru swasta, GTT dan bunda PAUD. Selanjutnya, meningkatkan layanan sekolah inklusi dan pusat layanan difabel, meningkatkan Bopda untuk menaikkan mutu sekolah dan subsidi SD-SMP swasta, serta menggelar bimbingan belajar di balai-balai RW.

Program 3: hidup sehat dengan menyediakan BPJS untuk seluruh warga, meneruskan dan meningkatkan pengobatan gratis, memberikan 50.000 suplemen untuk lansia. Kemudian, meningkatkan kesejahteraan tenaga medis, meningkatkan insentif kader pemantau jentik, memberikan nutrisi gratis untuk ibu hamil dan balita, meningkatkan jumlah puskesmas rawat inap, menaikkan insentif dan meneruskan fasilitas BPJS kesehatan kader posyandu serta pendamping ibu hamil, dan menyediakan swab gratis untuk warga Surabaya.

Program 4: bersih melayani. Melalui program ini, Eri -Armuji akan meningkatkan kualitas layanan pusat komando 112 Respon Cepat Masalah Rakyat.

Kemudian, meneruskan program peningkatan kesejahteraan honorer, meningkatkan insentif untuk pengurus RT/RW dan LPMK, memantapkan pelayanan publik berbasis teknologi informasi dan membangun 4 mal publik mini di seluruh Surabaya.

Program 5: peduli dan harmonis. Program ini berisi kegiatan memantapkan kerukunan antar umat beragama dan menjamin kebebasan beribadah seluruh umat beragama. Kemudian, meneruskan dan meningkatkan program permakanan (makanan bergizi gratis untuk lansia, difabel dan kurang mampu), insentif untuk guru ngaji, guru agama dan pegiat keagamaan, fasilitasi dan advokasi gratis terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak, dan kolaborasi meningkatkan keamanan kota dengan instrumen teknologi informasi.

Program 6: berbudaya dan berkarakter. Program ini merevitalisasi fasilitas seni budaya dan olahraga menjadi berkelas dunia, meningkatkan insentif dan fasilitas BPJS pelaku seni dan budaya, mengembangkan wisata sejarah, wisata kota dan MICE berbasis pemberdayaan warga, serta meningkatkan pembinaan atlet dan olahraga usia muda.

Program 7: modern hijau tertata. Program ini akan merawat dan terus menambah ruang terbuka hijau atau taman kota, menyempurnakan manajemen sampah terpadu. Kemudian, mengembangkan sistem transportasi terpadu dan modern untuk mengurai kemacetan, pembenahan sistem drainase menuju Surabaya bebas banjir, dan menyediakan seluruh fasilitas publik yang ramah difabel, ibu hamil dan lansia.

Sedangkan, dalam target 100 Hari awal, Eri berjanji menggerakkan ekonomi rakyat di Surabaya paska pandemi Covid-19, dengan memberdayakan UMKM. Hasilnya, ada geliat Sektor Ekonomi, Program Padat Karya.

Dari data Pemkot Surabaya, hingga Maret 2024, Eri Cahyadi, telah menyalurkan tenaga kerja atau berhasil memberikan pekerjaan kepada warga sebanyak 36.194 warga. Berkat program ini, akhirnya perekonomian Surabaya juga tumbuh.

 

***

 

Pada tahun 2020 atau di masa pandemi Covid-19, tingkat perekonomian Surabaya -4,85 persen, kemudian di tahun 2021 naik jadi 4,29 persen dan di tahun 2022 naik lagi menjadi 6,51 persen. Indikatornya, telah banyak anak muda  bekerja. Sehingga perekonomian tumbuh dan tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di tahun 2023 terus menurun.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, TPT Surabaya pada saat pandemi Covid-19 tahun 2020 berada di angka 9,79 persen. Kemudian, pada tahun 2021 angka TPT itu menjadi 9,68 persen, dan pada tahun 2022 turun menjadi 7,62 persen, hingga akhirnya di tahun 2023 turun lagi menjadi 6,76 persen. Dan pada 2022-2023 TPT turun 0,9 persen.

Dan pada awal 2024, Eri Cahyadi telah membuka ruang-ruang padat karya dengan membuka beberapa sentra wisata kuliner dan merevitalisasi kawasan Jalan Tunjungan, Pasar Tunjungan hingga Wisata Kota Lama Surabaya, dengan memberikan peluang-peluang UMKM untuk berjualan.

Tercatat, Eri melakukan penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Kota Surabaya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Surabaya pada tahun 2021 berada di angka 5,23 persen atau sekitar 152,49 ribu jiwa, kemudian di tahun 2022 turun menjadi 4,72 persen atau sekitar 138,21 ribu jiwa, dan di tahun 2023 turun lagi menjadi 4,65 persen atau sekitar 136,37 ribu jiwa.

Sedangkan angka kemiskinan ekstrem Surabaya pada tahun 2021 berada di angka 1,2 persen atau sekitar 35 ribuan, kemudian pada tahun 2022 angkanya turun menjadi 0,8 persen atau sekitar 23 ribuan.

“Jadi, data kemiskinan ekstrem yang kita terima terakhir sampai tahun 2022, dan mulai 2021-2022 angka kemiskinan ekstrem itu sudah ada penurunan sekitar 0,4 persen, data ini insyaallah terus menurun di tahun 2023,” ujar Eri Cahyadi.

Salah satu fokus utama Wali Kota Eri bersama jajaran Pemkot Surabaya di tahun 2023 adalah menekan angka stunting. Hingga akhir tahun 2023, angka stunting di Surabaya tersisa 279 kasus, yang mana mereka ini ada yang berasal dari luar kota dan rata-rata mereka memiliki penyakit bawaan. Alhasil, sejumlah kelurahan dan sejumlah puskesmas di Surabaya sudah zero stunting.

Sementara sektor pendidikan, Hingga akhir tahun 2023 pemkot menyalurkan bantuan seragam sebanyak 55.751 kepada pelajar SD/MI dan SMP/MTS, baik negeri maupun swasta. Untuk jenjang SD/MI sebanyak 37.095 seragam dan jenjang SMP/MTS sebanyak 18.656 seragam. Selain itu, pemkot bersama Baznas Surabaya juga membantu tebus ijazah bagi pelajar Surabaya di tingkat SMA/SMK/MA sebanyak 436 ijazah.

Bahkan, di tahun 2023 Pemkot Surabaya juga terus memberikan beasiswa Pemuda Tangguh pelajar SMA/SMK/MA dan juga beasiswa Pemuda Tangguh mahasiswa. Khusus untuk beasiswa Pemuda Tangguh pelajar SMA/SMK/MA setingkat di tahun 2023 sebanyak 20.356 siswa dan khusus untuk beasiswa Pemuda Tangguh bagi mahasiswa sebanyak 3.196 mahasiswa.

“Beasiswa ini penting karena saya ingin pemuda-pemuda tangguh ini menjadi agen perubahan di setiap RW-nya. Saya ingin pemuda tangguh ini semakin dekat dengan warganya, karena saya yakin pemuda tangguh inilah yang akan menjadi pemimpin di tahun 2045. Jadi, saya ingin menyiapkan para pemuda Surabaya untuk siap menjadi pemimpin di tahun 2045,” tegasnya.

Dalam bidang infrastruktur, sepanjang tahun 2023 pemkot sudah membangun jalan sepanjang 44.774 meter di 242 lokasi, baik pembangunan jalan paving, pembangunan jalan melalui flexible pavement, maupun pembangunan jalan melalui ridig pavement. Di tahun 2023 pula, pemkot getol melakukan pembangunan dan rehabilitasi 1.187 Balai RW di berbagai penjuru kota.

Baca juga: Imlek di China, Mudik Terbalik, Fenomena Global

Eri juga bangun 6 rumah pompa baru. Ini dalam rangka mengantisipasi genangan di musim hujan, pemkot sudah membangun saluran air sepanjang 39.752 meter di 435 lokasi. Bahkan, pemkot juga membangun 6 rumah pompa baru, yaitu Rumah Pompa Merr, Kebraon, Undaan, Wonorejo, Gresikan, dan Aquatic. Ada pula pembangunan 6 stasiun hujan yang ada di Rumah Pompa Undaan, Rumah Pompa Gadukan, Rumah Pompa Kebraon, Rumah Pompa Wonorejo 1, Rumah Pompa Bulak, dan Rumah Pompa Merr.

Di samping itu, pemkot juga membangun dan memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 10.407 titik pada 1.199 lokasi.

Pada tahun 2023 pula, Surabaya memastikan diri sebagai kota yang memenuhi 100 persen ODF (Open Defecation Free) atau bebas dari buang air besar sembarangan (BABS), karena di tahun ini pemkot membangun jamban sebanyak 7.922 lokasi.

Juga Dandan Omah (Rutilahu) sebanyak 3.909 unit, yang berasal dari APBD sebanyak 3.140 unit dan yang berasal dari non-APBD atau gotong royong sebanyak 769 unit.

Dalam Kesehatan, menggratiskan seluruh warga kota Surabaya yang memiliki KTP Surabaya, ketika berobat di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga beberapa puskesmas atau klinik dan sejumlah rumah sakit, khususnya bagi warga yang kurang mampu.

Yang Belum Dijalankan dari Program diantaranya yakni merevitalisasi fasilitas seni budaya, meningkatkan insentif dan fasilitas BPJS pelaku seni dan budaya, serta meningkatkan wisata kota dan MICE. Khususnya pusat pengembangan wisata ekonomi kreatif bagi anak muda.

Terkait program penataan ruang terbuka hijau, dan khususnya peremajaan saluran drainase dan hingga kini masih menyebabkan banjir di sejumlah langganan banjir di beberapa titik Surabaya, seperti kawasan Surabaya Barat (Dukuh Kupang, Simo Hilir, Mayjend Sungkono, Petemon, Banyu Urip, Benowo, Pakal), serta Surabaya Selatan (Rungkut, Wonorejo). Bahkan, di tengah kota yakni di Arjuno, Kedungdoro, Tegalsari hingga kawasan Gubeng, Pucang, Kalimas.

Setidaknya, masih ada 250 titik banjir di daerah Surabaya yang masih menjadi pekerjaan rumah Eri Cahyadi sebagai wali kota Surabaya. Selain banjir, juga ada kemacetan yang masih menjadi momok di kota metropolitan Surabaya.

 

***

 

Dalam survei ARCI, ada simulasi enam nama. Ternyata elektabilitas Eri Cahyadi masih teratas di angka 41,2% disusul Bayu Airlangga 19,5%. Baru Ahmad Dhani 13,7%, Hendy Setiono 9,1%, Kaesang Pangarep 7,9%, dan Hendro Gunawan 1,2%. Sebanyak 7,4% responden masih belum menjawab.

Lalu pada elektabilitas Cawawali Kota Surabaya, Armuji masih tertinggi di angka 34,2% disusul Bayu Airlangga 29,1%. Selain ada nama Hendy Setiono 15,6%, Hadi Dediansyah 9,5%, Fuad Benardi 5,3%, dan Arif Fathoni 1,1%. Ada 5,2% responden yang belum menjawab/belum menentukan.

Bayu Airlangga, merupakan menantu dari mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (Pakde Karwo). Sejak menikah dengan putri Soekarwo, Kartika Prawitasari, Bayu bergabung dengan Partai Demokrat, dan langsung menjabat Ketua Muda Mudi Demokrat Jatim. Dimana saat itu, Partai Demokrat masih dipimpin Pakde Karwo.

Dan pada Pemilu 2019, Bayu berhasil tembus menjadi anggota DPRD Jatim lewat Dapil XI (Nganjuk, Kota Madiun, Kab Madiun). Bayu meraih suara 37.501 suara dan langsung menjadi Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim.

Usai Pakde Karwo, pensiun dari Gubernur dan Ketua Partai Demokrat. Bayu langsung menjadi Plt Sekretaris Partai Demokrat Jatim, berduet dengan Emil Dardak, yang ditunjuk sebagai Ketua Partai.

Lalu Bayu, gabung Golkar . Ini usai kalah dalam Musda Partai Demokrat oleh Emil Dardak. Saat itu, Bayu nyebrang ke Partai Golkar, bebarengan juga kembalinya Pakde Karwo ke partai berlambang gunung beringin itu.

Dejure, Bayu hijrah ke Partai Golkar pada 21 Mei 2022, dan langsung disambut oleh Ketua Partai Golkar Jatim, Sarmuji.

"Pertama sebetulnya komunikasi saya dengan Pak Sarmuji sudah beberapa kali. Kami bertemu dan saya sebetulnya mengenal beliau cukup lama, ya beliau adalah salah satu mentor saya yang banyak mengajarkan saya tentang politik," kata Bayu di Surabaya, Sabtu (21/5/2022).

Bayu mengatakan ia memiliki pertimbangan khusus bergabung dengan Partai Golkar. Menurutnya, partai Golkar merupakan partai yang demokratis.

Baca juga: Guru Madrasah Demo, Kesejahteraan Guru Belum Rampung

"Pertimbangan saya masuk partai ini yang paling utama adalah sistem demokrasi yang demokratis di partai ini. Di Golkar semua kader memiliki kesempatan yang sama, tidak ada suka atau tidak suka. Setiap hal yang di perjuangkan untuk kebesaran partai sangat dihargai," ujarnya.

Anggota DPRD Jatim ini mengaku, keputusannya bergabung ke Golkar ini juga sudah mendapat restu dari mertuanya yakni Pakde Karwo.

"Saya terbiasa dari saya kecil setiap langkah besar yang akan saya ambil pasti dengan restu dari orang tua termasuk setelah menikah ya restu dari mertua saya. Harus dengan restu beliau, karena restu orang tua ini ridanya Allah," ungkapnya.

Kini, Bayu juga menjadi Ketua Pro Jokowi (Projo) Jatim dan telah resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Surabaya lewat Partai anak Jokowi, PSI, pada 12 Juni 2024.

Bayu menuturkan, salah satu alasan kuatnya maju dalam Pilkada Surabaya karena inspirasi sosok Jokowi.

Menurut Bayu, Jokowi adalah sosok yang mampu menorehkan keberhasilan di banyak bidang, sejak menjabat sebagai Wali Kota Surakarta, Gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi presiden RI.

"Pembangunan merata ala Pak Jokowi ingin saya terapkan di Surabaya, tidak hanya di pusat kota tapi juga di pinggir," ujarnya.

Namun, Sekjen Projo pusat, mendorong untuk menduetkan Eri Cahyadi dengan Bayu Airlangga. Pasalnya, Projo pusat sudah memastikan mendukung Eri Cahyadi di Pilkada Surabaya (tanpa Armuji).

Handoko mengaku Bayu punya kans sangat besar. “Saya melihat Bayu adalah kader terbaik Projo di Jatim, dan Bayu masuk bursa kuat sebagai Cawawali Surabaya mendampingi Eri Cahyadi,” katanya.

“Sebagai kader Projo, tentu kita dukung dan dorong Bayu untuk maju juga di kontestasi Pilwali Surabaya 2024,” tambahnya.

Artinya Projo mendukung Eri Cahyadi-Bayu Airlangga di Pilwali Surabaya? Handoko menjawab santai. “Ya kita lihat dinamikanya bagaimana, yang jelas Projo mendukung Eri, dan Bayu sebagai kader kita dorong ikut kontestasi,” tandas Handoko.

Dalam survei ARCI simulasi pasangan, duet Eri Cahyadi-Bayu Airlangga menjadi nama dengan elektabilitas tertinggi. Jika diduetkan, keduanya berada di angka 64,7%.

“Jika Eri Cahyadi dan Bayu Airlangga disimulasikan bersama, angkanya sudah di atas 60 persen,” kata Direktur ARCI Baihaki Sirajt.

Baihaki menyebut jika Eri-Bayu bergabung, maka partai-partai politik terutama yang berada di Koalisi Indonesia Maju (KIM) akan bersatu.

“Ini membuat peta Pilwali Surabaya 2024 sangat menarik jika Eri-Bayu bergabung dan mendapat dukungan penuh partai KIM. Hal ini bisa terjadi agar linier dengan konstelasi Pilgub Jatim 2024 di mana partai KIM berada satu barisan mendukung Khofifah-Emil,” tandasnya.

Dari hasil final rekapitulasi KPU Kota Surabaya, Partai Golkar menempati peringkat keempat dibawah PDIP, Gerindra, dan PKB.

Partai Golkar meraih suara 136.814 suara. Sedangkan PDI Perjuangan meraih 336.698 suara. Kemudian Gerindra 241.231 suara. Sedangkan, PKB dengan 159.362 suara. Dan setelah Golkar, disusul PKS (135.733 suara), dan PSI (133.236 suara).

Sedangkan Demokrat (103.382 suara), PAN (83.567 suara), serta PPP (52.410 suara), dan Partai Nasdem (62.658 suara).

Dengan gambaran ini, bila Pakde Karwo, berminat menjagokan Bayu Airlangga, menantunya maju sendiri, secara politis, posisi Bayu tidak bisa disepelekan. Mantan kader partai Demokrat ini akan memepet Eri Cahyadi. Dengan modal sosial mertuanya, menurut akal sehat saya, Bayu bisa gerilya merangkul pemilih yang absten tahun 2020 lalu. Ini juga ditentukan strategi marketing Bayu. (radityakhadaffi@gmail.com)

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru