Heboh! Kampung di Jember Rawan Tuyul, Warga Pasang Spanduk ‘Hati-hati’

surabayapagi.com
Beragam spanduk peringatan rawan tuyul dipasang warga Kampung di Jember, Jawa Timur yang sempat heboh di medsos. SP/ JBR

SURABAYAPAGI.com, Jember - Baru-baru ini sempat heboh di media sosial (medsos) terkait spanduk peringatan rawan tuyul dipasang warga di di RT 02 RW 15, Dusun Ampo, Desa Dukuh Mencek, Sukorambi, Jember. Akibatnya banyak menimbulkan tanggapan pro dan kontra netizen.

Adapun tulisan spanduk tersebut yakni 'Lingkungan RT 02 / RW 15 Rawan Tuyul, Ditengarai Ada Yang Memelihara'. Terdapat pula banner lain yang bertuliskan 'Anda Memasuki Daerah Rawan Tuyul, Hati-hati Dengan Uang Anda'.

Baca juga: Heboh! Diduga Lakukan Kekerasan Fisik ke Siswa, Pelatih Basket di Sekolah Surabaya Harus 'Dipecat'

Tuduhan tersebut bukan hanya isapan jempol saja, akan tetapi banyak yang menduga bahwa itu dilakukan oleh Tuyul. Sebab, kehilangan itu memiliki ciri-ciri dan pola yang sama.

Banyak uang warga yang hilang dari setiap warga hanya pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 saja. Sedangkan nominal di bawahnya, seperti Rp 20.000 dan Rp 10.000 tidak tersentuh oleh pencuri tersebut.

Baca juga: Viral Sumur Bor Milik Warga di Bangkalan Keluarkan Minyak, Pemkab Mulai Uji Lab

"Nah kami juga sedang mengimbau kepada warga masyarakat biar tidak menjadi sorotan agar untuk banner-banner itu dilepas. Jadi biar tidak menjadi keresahan," jelas Kapolsek Sukorambi AKP Agus Yudi Kurniawan, Kamis (31/10/2024).

"Jadi kami juga mengimbau kepada warga disana agar tidak resah. Karena kebenarannya (soal tuyul) ini juga masih belum jelas," imbuhnya.

Baca juga: Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Penertiban Ormas di Jatim, Buntut Kasus Pengusiran Nenek Elina

Sementara itu, kini banner yang sempat membuat heboh warga dan medsos itu telah dicopot oleh aparat setempat, agar tidak menimbulkan kegaduhan. Terlebih, banner tersebut viral, sehingga diambil tindakan tersebut.

"Sekitar pukul 10.00 Wib didatangi polisi, Pak Camat, sekdes, Ketua BPD, kepala dusun dan sekdes. Terus banner-nya dicopot. Saat itu pula dibakar oleh aparat tersebut. Katanya biar tidak menimbulkan kegaduhan," terangnya Suroso, Ketua RT 02 RW 15 Desa Dukuh Mencek. jr-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru