SURABAYAPAGI.com, Malang - Menjelang perayaan Imlek di Tahun 2025, perajin dupa di Desa Dalisodo, Wagir, Kabupaten Malang melonjak hingga 50 persen. Salah satunya, dupa produksi Giman ini khusus untuk digunakan di kelenteng-kelenteng dan memiliki kualitas yang baik
"Dupa yang saya produksi ini namanya Hio dan tidak berbau," ujar Salah satu perajin dupa di desa Dalisodo, Kamis (23/01/2025).
Baca juga: Pantai Parang Dowo di Malang Suguhkan Karang Besar hingga Gua-gua Kecil yang Masih Asri
Bahkan, peningkatan jumlah pesanan yang signifikan tersebut membuat Giman sampai kewalahan. "Bahkan saya dibantu 4 orang karyawan masih kewalahan menghadapi permintaan dupa yang cukup tinggi," keluhnya.
Peningkatan jumlah pesanan dupa itu juga dirasakan oleh perajin lain dari desa yang sama. Syahrul perajin dupa lain menyampaikan bahwa produksi dupa pada imlek 2025 ini meningkat hingga 50%.
Baca juga: Shio Kambing Hingga Monyet, akan Kaya Raya
"Memang ada peningkatan pesanan sampai 50% pada saat Imlek. Dari hari biasa 4 kali kirim dalam 1 bulan, kalau Imlek bisa 7 kali kirim dalam 1 bulan. Setiap 1 kali kirim itu 6 ton," kata Syahrul.
Untuk memproduksi dupa dalam jumlah yang banyak, Syahrul dan para perajin lainnya menggunakan mesin. Namun, proses pengeringan dupa tetap membutuhkan waktu yang cukup lama, terutama saat cuaca buruk.
Baca juga: Xi Jinping: Kuda Simbol Kekuatan dan Ketekunan
"Proses pengeringan setelah diwarna kalau cuaca cerah biasanya memakan waktu 1 hari. Kalau mendung dan hujan bisa 3-4 hari," jelas Syahrul.
Kenaikan permintaan dupa menjelang Imlek ini tentu menjadi angin segar bagi para perajin di Desa Dalisodo. Mereka berharap tren peningkatan permintaan ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. ml-03/dsy
Editor : Desy Ayu