SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Istilah "gembala" dalam Kristen, pernah ditanyakan seorang teman muslim kepada saya.
Teman itu teringat lagu berjudul "Anak Gembala" yang diciptakan oleh AT Mahmud. Lagu ini mengisahkan tentang kehidupan seorang anak gembala di desa atau kampung yang selalu ceria.
Baca juga: Yakobus 4:7
Saya jelaskan, tugas gembala dalam agama Kristen adalah sesuatu yang dipercayakan Allah kepada seseorang untuk menjadi perawat atau pemelihara jiwa.
Sebutan gembala sendiri diambil dari bahasa Yunani yang menggunakan kata poimen dan dipakai sebanyak 17 kali dalam Perjanjian Baru.
Kata Poimen memiliki arti secara harafiah yaitu gembala, namun juga memiliki arti secara kiasan yaitu pejabat kepala (presiding officer), manajer dan direktur. Jadi istilah gembala berkaitan erat dengan kepemimpinan.
Maka itu, saya mamahami peran seorang gembala dalam melayani jemaat.
Gembala adalah seorang pemandu yang penuh perhatian dan kasih kepada domba-dombanya.
Di dalam Alkitab, dijelaskam Allah mengatakan bahwa kita adalah domba-domba untuk padang rumput-Nya.
Yesus juga berkata kepada Petrus, murid-Nya, untuk memberi makan domba-domba-Nya demi membuktikan kasihnya kepada Sang Juru Selamat.
Baca juga: Tahun Baru Masehi
Menurut saya, menjadi gembala adalah pekerjaan yang sangat besar. Sungguh sebuah kehormatan untuk dipanggil oleh Allah masuk ke dalam barisan pekerja-Nya untuk mengurusi domba-domba.
Dalam Perjanjian Lama, kata gembala (ro'e) dalam bahasa Ibrani berarti orang yang menggembalakan ternak.
Dalam Perjanjian Baru, kata gembala digunakan untuk menyebut karunia Roh, yaitu karunia sebagai gembala.
Dalam Alkitab Perjanjian Baru, terdapat beberapa istilah yang bisa menggambarkan fungsi penggembalaan, kendati dalam segi tugas dan hal-hal tertentu sedikit berbeda satu sama lain yaitu diaken (Filipi 1:1, 1Timotius 3:8,12), penilik jemaat (Kisah 20:28, Filipi 1:1, 1Timotius 3:1-2, Titus 1:7) dan penatua (Kisah 14:23, 1Timotius 5:17, Yakobus 5:14, 1Petrus 5:1).
Dalam Mazmur 23:1-4, Allah digambarkan sebagai gembala yang memelihara dan memenuhi kebutuhan umat-Nya.
Baca juga: Dekorasi Rumah Jelang Natal
Dalam Yohanes 10:1-42, Yesus disebut sebagai gembala yang baik.
Dalam Efesus 4:11-16, gembala bertugas mendidik, membimbing, dan mengajar jemaat.
Dalam Injil Yohanes 10 : 11-18, Yesus menjabarkan apa yang telah dan akan Dia lakukan sebagai seorang Gembala yang baik dan sudah seharusnya kita yang adalah umatNya mengikuti teladanNya.
Hanya saja yang perlu diingat bahwa ketika seseorang menjalankan fungsi penggembalaan atau menjadi gembala jemaat, ada tugas-tugas yang diberikan oleh Yesus sebagai Sang Gembala Agung dan hal inilah yang paling penting dalam jabatan gembala. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham