Juli 2025 Mulai Dibuka 45 Sekolah Rakyat
Baca juga: Ditarget Rampung Agustus, Sekolah Rakyat Permanen di Banyuwangi Berkapasitas 1.000 Siswa
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini gencar disosialisasikan oleh Mensos Sekolah Rakyat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan sekolah rakyat beroperasi tahun ini. Ada 45 sekolah rakyat siap beroperasi.
"Mudah-mudahan ke depan juga apa yang kita rencanakan ini semua bisa berjalan lancar. Target untuk memulai pelaksanaan belajar-mengajar di tahun 2025 ini bisa kita selenggarakan," kata Gus Ipul di kantor Kemensos, Rabu (19/3/2025).
Ketua Formatur Sekolah Rakyat Prof Nuh mengatakan sekolah rakyat ditargetkan beroperasi pada Juli 2025 mendatang, tepatnya saat tahun ajaran baru mendatang.
Sementara proses rekrutmen guru dan calon siswa akan diselenggarakan pada April. Sekolah Rayat diperuntukkan bagi siswa yang masuk dalam kategori desil satu atau miskin ekstrim pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Lalu apa bedanya dengan Sekolah Umum?
Apalagi dengan penggunaan Kurikulum Nasional yang sama dengan sekolah umum. "Perbedaan akan terlihat pada kualitas sarana dan prasarana (sarpras) hingga gurunya. Kualitas sarprasnya, kualitas gurunya itu akan lebih baik. Kita (Kemendikdasmen) akan memilih guru-gurunya," kata seorang pejabat Kemendikdasmen, yang dihubungi Surabaya Pagi, di kantornya, Rabu (19/3).
Ciri menonjol, Sekolah Rakyat berbentuk boarding school atau sekolah asrama. Sehingga seluruh kegiatan, gizi, dan pengembangan diri siswa akan dipantau.
Pada sore hingga malam hari, siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan pembelajaran karakter atau sekolah karakter. "Materi sekolah karakter langsung disiapkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) yang juga akan bertugas dalam penyiapan tenaga pengajar keagamaan," tambahnya.
Pejabat itu mengakui secara substansial, belum rampung penyusunan kurikulumnya.
"Pasti (ada perbedaan), kita belum bicara secara substansi ya, jadi nanti sambil jalan pasti akan diinformasikan," ungkap
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Toni Toharudin, kepada wartawan usai acara Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) di Ruang Graha Utama Gedung A Kemendikdasmen, Selasa (18/3/2025).
Toni, tegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi upaya pemerintah untuk pemerataan pendidikan. Terutama dalam memberikan pendidikan gratis dan berkualitas bagi kelompok masyarakat kategori miskin dan miskin ekstrem.
Konsep sekolah rakyat hadir untuk memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak yang kurang mampu atau yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal.
Tak hanya pendidikan akademik, sekolah rakyat juga mengajarkan keterampilan hidup yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain mata pelajaran dasar seperti yang diajarkan di sekolah umum, sekolah rakyat juga mengajarkan keterampilan praktis seperti bertani, berwirausaha, serta pelatihan kerja lainnya.
Dengan biaya yang lebih rendah, sekolah ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Sekolah Rakyat mengajarkan kewirausahaan, Mengajarkan cara memulai usaha kecil seperti membuat kerajinan tangan atau bisnis makanan.
Keterampilan komunikasi: Melatih siswa dalam berbicara dan berinteraksi dengan orang lain.
Pendidikan kesehatan: Memberikan pemahaman tentang pola hidup sehat dan kebersihan.
Pelatihan teknis perbengkelan atau pertanian untuk siswa yang tinggal di daerah pedesaan.
Sekolah rakyat ini sendiri memiliki peran penting dalam membantu anak-anak dari keluarga miskin yang tidak bisa mengakses sekolah formal.
Dengan biaya yang lebih rendah, sekolah ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Menurut laman rubicnews.com, Keterampilan yang diajarkan di sekolah rakyat juga membantu siswa lebih siap menghadapi kehidupan setelah lulus, baik dengan bekerja maupun membuka usaha sendiri.
Dengan adanya kedua jenis sekolah ini, diharapkan setiap anak di Indonesia memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.
Baca juga: Prabowo Saksikan Seorang Siswa Beri Aba-aba Makan MBG
Sekolah Rakyat = Sekolah Dasar
Dikutip dari laman ojs.unm.ac.id, Sekolah rakyat adalah pendidikan rendah adalah sekolah dasar yang sejak awal kemerdekaan disebut Sekolah Rakyat (SR). Lama pendidikan yang semula tiga tahun menjadi 6 tahun. Tujuan didirikannya Sekolah Rakyat (SR) ini adalah meningkatkan taraf pendidikan pada masa sebelum kemerdekaan.
Pendirinya, Sunario Sastrowardoyo dan Sugondo Djojopuspito, pada 11 Desember 1928 .
Konon setelah Indonesia merdeka, SR berubah menjadi Sekolah Dasar (SD) pada tanggal 13 Maret 1946. Tapi istilah “SR” selalu digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Tercatat Sekolah Rakyat baru digunakan secara resmi dari tahun 1941 hingga 13 Maret 1946 yaitu selama masa penjajahan Jepang. Setelah kemerdekaan, Sekolah Rakyat berubah menjadi Sekolah Dasar.
Di bawah Kewenangan Kemensos
Ia tegaskan pada dasarnya pelaksanaan Sekolah Rakyat berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial (Kemensos). Selanjutnya Kemensos menggandeng berbagai kementerian lain untuk menghadirkan Sekolah Rakyat yang berkualitas, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Toni Toharudin menambahkan pihaknya berperan dalam beberapa bidang. Dari rekrutmen guru, siswa, hingga masalah kurikulum'
"Kementerian Dikdasmen tentunya ada kaitannya dengan guru, kurikulum, kemudian dengan rekrutmen siswa," tambahnya .
"PIC (Person In Charge) untuk guru Dirjen GTK (guru dan tenaga kependidikan Kemendikdasmen), kalau Siswa Dirjen PDM (Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen)," sambung Toni.
Sedangkan masalah kurikulum Sekolah Rakyat ada di bawah kewenangan BSKAP. Berbagai hal akan ditangani termasuk penggunaan kurikulum dan pengembanganya.
Tetap Gunakan Kurikulum Nasional
Baca juga: Bupati Gresik Bangun Sekolah Rakyat Terintegrasi Berstandar Modern Pada 2026
Terkait kurikulum apa yang akan dipakai Sekolah Rakyat, Toni menyebutkan keputusan terakhir mengarah pada penggunaan kurikulum nasional. Tetapi akan ada berbagai materi yang ditambahkan termasuk pendidikan karakter.
Sebelumnya, Sekolah Rakyat disebut akan menggunakan Kurikulum Nasional Plus. Di dalamnya ada penambahan kurikulum International Baccalaureate (IB) yang digadang akan diterapkan pada Sekolah Unggulan Garuda.
Mengutip Sampoerna Academy, IB adalah sebuah program pendidikan internasional yang diakui secara global. Hadir sejak 1968, kurikulum ini bertujuan agar membentuk siswa dengan pengetahuan yang luas dan kritis.
Tetapi kurikulum ini tidak jadi diterapkan di Sekolah Rakyat dan memutuskan penggunaan kurikulum nasional.
"Itu tadinya 'plus'-nya itu IB seperti sekolah Garuda ya, tapi terakhir kurikulum nasional. Kalau tidak salah itu, saya lihat rapat terakhir kurikulum yang akan digunakan di Sekolah Rakyat, Kurikulum Nasional," jelasnya.
"Yang memang awalnya akan menggunakan kurikulum IB, tapi terakhir Kurikulum Nasional. Jadi kita akan support mengembangkan kurikulumnya," tegas Toni.
Pemerintah terus berupaya memberikan materi terbaik untuk Sekolah Rakyat.
Sekolah Umum Ikuti Sistem Dikmal
Kurikulum apapun yang akan masuk dan digunakan di Sekolah Rakyat akan direkrut secara baik sehingga bisa menciptakan generasi unggul.
"Kurikulum apapun kan yang penting inputnya nanti akan direkrut secara baik. Karena arahnya adalah anak-anak yang unggul," tandas Toni.
Sekolah umum adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar untuk peserta didik umum, berbayar. Sekolah umum dapat dikelola oleh pemerintah atau swasta.
Sekolah umum masuk jenis sekolah yang mengikuti sistem pendidikan formal atau Dikmal di Indonesia. Sekolah ini terdiri dari berbagai jenjang, seperti SD, SMP, SMA hingga SMK. n jk/erc/ec/rmc
Editor : Moch Ilham