SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Jembatan Junjung di Kecamatan Sumbergempol Tulungagung yang rusak dan sempat viral beberapa waktu lalu lantaran diterjang material banjir kini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung untuk segera diperbaiki.
Di tengah efisiensi anggaran, Pemkab akan segera mengalokasikan Rp 7,5 miliar untuk membangun jembatan baru di lokasi yang sama sebagai penghubung Desa Junjung dan Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu tersebut. Dan rencananya jembatan akan menggunakan desain lama, namun diperkuat.
Baca juga: Suku Cadang Mahal, Pemkab Tulungagung Siapkan Kenaikan Tarif Sewa MPU Gratis Pelajar
"Sebenarnya sudah kami ajukan ulang untuk mendapat BTT Provinsi, tapi sepertinya belum mendapat lampu hijau. Pak Bupati akhirnya minta dianggarkan sendiri," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, Jumat (25/04/2025).
Dalam proses perbaikan jembatan tersebut, Dwi Hari menjelaskan, butuh proses perencanaan selama 1 bulan. Setelah detail konstruksi dan biaya diketahui, harus dilakukan lelang untuk mencari kontraktor yang akan mengerjakan proyek.
"Proses lelang ini maksimal berjalan 3 bulan. Jadi ditambah perencanaan butuh waktu 4 bulan," jelasnya.
Baca juga: Tekan Pengangguran Terbuka, Pemkab Tulungagung Gelar Bursa Kerja 2026
Sementara untuk proses konstruksi diperkirakan memakan waktu selama 8 bulan. Jika dipaksakan lelang tahun ini, maka proses pengerjaan tidak akan selesai dan akan lompat di tahun 2026.
Sementara itu, untuk proses lelang bisa dilakukan di akhir 2025 atau lelang dini di awal 2026. Dengan demikian nantinya jembatan bisa selesai sebelum akhir 2026.
Baca juga: Pemkab Tulungagung Dorong Reaktivasi Pasar yang Sepi Pedagang Lewat Teguran SITU
Sedangkan, saat ini Jembatan Junjung ditutup total karena kerusakannya semakin parah karena terus dilewati sepeda motor meski kondisinya sudah hampir jatuh ke sungai. Penutupan dilakukan atas kesepakatan Pemerintah Kecamatan Sumbergempol dan Kecamatan Boyolangu.
"Atas kesepakatan bersama sekarang ditutup total karena membahayakan warga," pungkas Dwi Hari. tl-01/dsy
Editor : Desy Ayu