SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Jelang Kongres ke-6 PDI Perjuangan, kader-kader akar rumput di Surabaya menggalang iuran sukarela sebagai bentuk dukungan nyata kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Gerakan ini dipusatkan di kawasan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, salah satu basis kuat PDIP di Kota Pahlawan.
“Gerakan gotong royong ini merupakan inisiatif kader-kader PDI Perjuangan di akar rumput, karena menuju Kongres ke-6 kita ingin memberikan dukungan kepada Ibu Megawati,” kata kader PDIP Surabaya, Achmad Hidayat, Rabu (25/6).
Baca juga: PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK
Menurut Achmad, dukungan yang diberikan bukan sekadar moril, namun juga diwujudkan dalam bentuk materi, meski nilainya tak seberapa. Iuran ini dikumpulkan melalui rekening gotong royong yang telah diluncurkan oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sejak tahun 2015.
“Tidak hanya dukungan moril saja bahwa Ibu Megawati ini adalah ketua umum yang berangkat dari dukungan nurani akar rumput. Sehingga kita juga merelakan materi kita walaupun itu sedikit, tidak melihat nilainya, bahwa Ibu Megawati itu didukung oleh akar rumput,” tegasnya.
Achmad juga menyebut, wilayah Pacar Keling dipilih karena memiliki nilai strategis bagi PDIP Surabaya. Tambaksari, bersama Sawahan, selama ini dikenal sebagai kantong suara utama partai berlambang banteng tersebut.
Baca juga: Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati
“Kita lihat bahwa Tambaksari dan Sawahan itu merupakan salah satu kunci wilayah PDI Perjuangan yang selalu menang dalam setiap perhelatan pemilu. Pacar Keling kebetulan di wilayah Tambaksari, karena sebagai dapur utamanya PDI Perjuangan,” jelasnya.
Gerakan iuran sukarela ini diikuti oleh sejumlah kader senior dan pegiat partai di Surabaya. Turut hadir Jagad Hariseno, Achmad Hidayat sendiri, serta tokoh-tokoh lama seperti Solikan dan Suraji yang pernah aktif sebagai Komdes (Komisaris Desa) saat PDIP masih dikenal dengan simbol segi lima.
Baca juga: PDIP Surabaya Tegaskan Regenerasi Lewat Rapat Konsolidasi PAC
“Saya harap semuanya nanti bisa melakukan hal yang sama atau bahkan lebih baik, memberikan sumbangsih kepada partai. Terutama Mas Seno juga sering berdiskusi dengan kita bahwa beliau konsen untuk melakukan kaderisasi sehingga ke depan PDI Perjuangan bisa bertahan menjadi partai rakyat, dan Ibu Megawati sebagai ibunya rakyat Indonesia,” pungkas Achmad.
Achmad juga berharap gerakan ini dapat memantik semangat gotong royong seluruh pengurus, kader, dan simpatisan PDI Perjuangan di Surabaya. "Dengan langkah kolektif ini, kami optimistis PDIP tetap solid sebagai partai wong cilik," tandas Achmad. Alq
Editor : Moch Ilham