KAI Daop 7 Madiun Ingatkan Masyarakat Ada Penipuan Rekrutmen Palsu

surabayapagi.com

SURABAYA PAGI, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun dr mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan berkedok rekrutmen pegawai yang mengatasnamakan KAI.

Peringatan ini disampaikan setelah ditemukan situs dan akun palsu yang menyebarkan lowongan kerja fiktif pasca penutupan rekrutmen resmi pada 3 September 2025 lalu.

Baca juga: Palang Pintu Rel KA JPL 206 KM 128 Ditutup, Pasca Benturan KA dan Motor

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen KAI hanya dilakukan melalui situs resmi https://e-recruitment.kai.id atau https://e-recruitment.kai.id.

“Kami tegaskan kembali bahwa seluruh proses rekrutmen KAI hanya melalui kanal resmi perusahaan. Tidak ada biaya apa pun yang dibebankan kepada pelamar,” ujarnya, Senin (15/9/2025).

Menurut Zainul, modus penipuan dilakukan dengan membuat situs palsu yang menyerupai laman resmi KAI. Situs tersebut menawarkan lowongan fiktif dengan iming-iming kelulusan instan, bahkan meminta sejumlah uang kepada calon pelamar.

Baca juga: Dua Pemuda Heroik Penyelamat Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 7 Madiun Beri Penghargaan

“Oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk bergabung dengan KAI dengan cara membuat situs rekrutmen palsu,” tambahnya.

KAI menekankan lima hal penting yang wajib diperhatikan calon pelamar, yakni:

1. Seluruh tahapan rekrutmen KAI gratis, tanpa pungutan biaya.
2. Tidak ada sistem refund atau pengembalian dana.
3. KAI tidak bekerja sama dengan pihak ketiga, termasuk agen perjalanan.
4. Tidak ada jaminan kelulusan dengan imbalan tertentu.
5. Informasi resmi hanya melalui situs resmi rekrutmen KAI.

Baca juga: Dirut KAI: Terpaksa, Masyarakat Butuh Transportasi Massal

Meski hingga kini belum ada laporan korban, KAI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tawaran kerja yang mencurigakan. Semua tahapan seleksi KAI dilaksanakan secara resmi, transparan, dan diumumkan melalui kanal resmi perusahaan.

“Kami berharap masyarakat semakin waspada dan bijak dalam mencari informasi agar tidak dirugikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkas Zainul. (man)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru