Kasih Karunia

Bank Vatikan

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ada kisah perang Paus Fransiskus melawan korupsi. Perang ini telah membuat Paus  menjadi sasaran kelompok mafia paling berkuasa di Italia. Hal ini diketahui setelah jaksa senior dari Kota Reggio Calabria, Nicola Gratteri, memperingatkan hal itu. Gratteri dikenal sebagai seorang jaksa anti rasuah terkemuka di Negeri Pisa itu.

Gratteri, yang telah berjuang melawan bayang-bayang kejahatan dari mafia geng Ndrangheta di Calabria, pernah mengatakan bahwa upaya Paus Fransiskus untuk membawa transparansi di Vatikan membuat mafia kerah putih, yang melakukan bisnis dengan wali gereja menjadi 'gugup dan gelisah', seperti dilansir surat kabar the Guardian, Kamis (14/11/2024).

Baca juga: Yakobus 4:7

Dia mengatakan kepada koran asal Italia, Il Fatto Quotidiano, bahwa Paus asal Argentina itu tengah membongkar pusat kekuatan ekonomi di Vatikan.

"Saya tidak tahu apakah para penjahat terorganisir berada dalam sebuah posisi untuk melakukan sesuatu, tetapi mereka pasti memikirkan tentang hal itu. Mereka bisa berbahaya," kata Gratteri.

Paus Fransiskus, yang menyerukan gereja bagi kaum miskin, telah mendukung reformasi terhadap Bank Vatikan, yang selama bertahun-tahun telah dicurigai menjadi saluran untuk pencucian uang dari keuntungan para mafia.

Sosok Bank Vatikan merujuk pada " istitusi keuangan bernama Institut bagi Karya-karya Rohani (IOR)" bukan satu orang, yang didirikan pada 1942 untuk mengelola aset Gereja Katolik. Institusi ini telah lama kontroversial karena skandal keuangan dan tuduhan pencucian uang, yang mendorong reformasi besar oleh para Paus Benediktus dan Fransiskus.

Saat itu, polisi menyita sebuah hotel mewah di bukit Janiculum, sebelah barat Ibu Kota Roma, yang sebelumnya merupakan sebuah biara, di mana kelompok mafia Ndrangheta diduga membeli tempat itu dari sebuah ordo.

Dalam sebuah khotbah yang berapi-api pada Senin kemarin, Paus bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu mencemooh para koruptor. Dia juga mengutip sebuah ayat Alkitab dan menyebut bahwa para koruptor harusnya diikat ke sebuah batu di bagian leher mereka dan dilempar ke laut.

"Para mafia ini, yang berinvestasi dari hasil pencucian uang mereka, memiliki kekuatan yang sesungguhnya. Para mafia ini mendapat kekayaan selama bertahun-tahun dari keterlibatan mereka dengan gereja," ujar Gratteri. "Orang-orang inilah yang kini gugup."

Baca juga: Tahun Baru Masehi

Gratteri menyerang para pendeta dan uskup di selatan Italia, yang menglegitimasi mafia. "Para pendeta terus mengunjungi rumah para bos mafia untuk sekadar menikmati kopi. Ini memberikan para bos mafia kekuatan dan legitimasi."

"Seorang uskup di Kota Locri di Calabria telah mengucilkan mafia, setelah mereka merusak pohon buah-buahan yang dimiliki oleh gereja," ujar Gratteri. "Tapi sebelum insiden itu, para bos mafia telah membunuh ribuan orang tanpa mendapat sanksi."

Gratteri menjelaskan bahwa selama 26 tahun dirinya menjabat sebagai seorang jaksa, dirinya tidak pernah menggerebek satu pun dari tempat persembunyian para mafia, yang di dalamnya tidak ada unsur atau simbol-simbol keagamaan. "Tidak ada ritus yang tidak berhubungan dengan keagamaan. Kelompok mafia Ndrangheta dan gereja berjalan bergandengan tangan."

"Sebuah survei terhadap mafia-mafia yang telah dipenjara mengungkapkan bahwa 88 persen dari antara mereka adalah religius," ucap dia. "Sebelum mereka membunuh, seorang anggota mafia Ndrangheta akan berdoa. Dia meminta Bunda Maria untuk perlindungan."

Baca juga: Dekorasi Rumah Jelang Natal

Gratteri mengatakan para mafia ini tidak menganggap diri mereka sebagai pelaku pelanggaran.

Literasi menulis, ketika berbicara tentang "sosok Bank Vatikan", adalah sebuah lembaga dan bukan individu, yang melalui sejarahnya sering terkait dengan figur-figur seperti Ettore Gotti Tedeschi (mantan Presiden yang diselidiki) dan Angelo Caloia, mantan Presiden yang dihukum.

Bank ini didirikan pada tahun 1942 oleh Paus Pius XII.

Bank ini sering menjadi pusat skandal keuangan dan dugaan pencucian uang sejak awal berdirinya. (Maria Sari)

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru