SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan mewah milik Elon Musk, yakni baru saja Tesla mengumumkan penarikan kembali (recall) hampir 13.000 unit kendaraan di Amerika Serikat (AS) lantaran dapat meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya pada model tertentu tahun produksi 2025 dan 2026.
Risiko kecelakaan tersebut dipicu karena adanya cacat pada komponen paket baterai yang berpotensi menyebabkan hilangnya daya dorong (akselerasi) secara tiba-tiba, Kamis (23/10/2025).
Baca juga: Siap Meluncur di Pasar Eropa, Yamaha Tricity 300 Kini Dilengkapi Sistem Keamanan 'Airbag'
Diketahui, penarikan ini mencakup total 12.963 unit kendaraan jenis Model 3 tahun 2025 dan Model Y tahun 2026. Badan regulator keselamatan tersebut menjelaskan bahwa masalah terletak pada komponen di paket baterai.
Baca juga: Per Februari 2026, Penjualan Mobil Listrik Global Alami Penurunan 11 Persen
Dan jika komponen ini gagal, pengemudi bisa kehilangan kemampuan untuk mengakselerasi kendaraannya saat sedang dikendarai. Insiden kehilangan daya dorong saat berkendara merupakan masalah keselamatan serius yang dikhawatirkan NHTSA dapat berujung pada kecelakaan fatal.
Menindaklanjuti masalah tersebut, pihak Tesla menyatakan akan melakukan penggantian komponen paket baterai yang terdampak secara gratis bagi seluruh pemilik kendaraan yang ditarik. Dan hingga tanggal 7 Oktober, perusahaan mobil listrik raksasa ini telah mengidentifikasi 36 klaim garansi dan 26 laporan lapangan terkait kondisi cacat ini.
Baca juga: Eksklusif! Tesla Kenalkan Teknologi Pengereman Mulus di Model Y Terbaru
Meskipun demikian, Tesla menegaskan bahwa mereka belum menerima laporan mengenai adanya tabrakan, cedera, atau fatalitas yang secara langsung terkait dengan cacat komponen tersebut. jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu