Kasih Karunia

Keserakahan = Merampok

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam ajaran Kristus, keserakahan adalah hasrat egois yang menginginkan lebih banyak dari sesuatu. Pada umumnya adalah kekuasaan atau harta. Ada berbagai himbauan dalam Alkitab terkait keserakahan dan keinginan bergelimang harta. Yesus menghimbau, "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu" (Lukas 12:15). "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya... Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon" (Matius 6:19,24b).

Apakah Yesus berusaha mengumpulkan uang? Tidak. Sebaliknya, Ia menjadi miskin demi kita (2 Korintus 8:9) dan malah Ia "tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya" (Matius 8:20). Yesus juga tidak mengejar kekuasaan. Sebaliknya, Ia mengajar, "Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Markus 10:43-45).

Baca juga: Yakobus 4:7

 

Ulangan 19:1-21

(Ayat 14) Janganlah menggeser batas tanah sesamamu yang telah ditetapkan oleh orang-orang dahulu di dalam milik pusaka yang akan kaumiliki di negeri yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milikmu.

Baca juga: Tahun Baru Masehi

Akibat dosa, manusia memiliki sifat keduniawian dan lebih mengejar serta mementingkan kekuasaan dan harta. Oleh karenanya sering terjadi pertengkaran ketika seseorang melanggar batas atau mengambil hak orang lain.

Allah memahami sifat dasar manusia yang sudah jatuh dalam dosa. Oleh karena itu, Allah mengatur sedemikian rupa supaya keadilan dan ketenteraman di antara umat-Nya tetap terjaga. Allah adil, oleh karenanya Allah tidak menghendaki ketidakadilan ada di antara umat-Nya termasuk di dalam kepemilikan tanah.

Allah menghendaki agar umat-nya menghargai hak milik orang lain, tidak hanya dalam batas tanah tetapi dalam segala bidang kehidupan. Aturan yang Tuhan buat dan tetapkan sangat jelas, yaitu agar umat-Nya tidak berambisi untuk memiliki hak atau barang milik orang lain.

Baca juga: Dekorasi Rumah Jelang Natal

Sebagai umat Allah, kita harus tahu kalau Allah menghendaki dan menuntut keadilan dan kedamaian di dalam umat-Nya. Kita tidak boleh dengan sengaja memperdaya orang yang lemah agar hak dan miliknya dapat kita kuasai. Pada saat kita melanggar atau mengambil hak atau barang orang lain, sesungguhnya kita sudah merampas atau merampok.

Agama Kristen mengajarkan keserakahan serta ketamakan adalah perangkap yang membinasakan. "Akar segala kejahatan ialah cinta uang," dan umat Kristen dihimbau, "jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan" (baca 1 Timotius 6:9-10, 17-18). Keinginan memiliki milik orang lain, atau keinginan yang berlebihan atau keserakahan adalah berhala. Efesus 5:5 mengajar, "Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah." Ibrani 13:5 menyampaikan prinsip yang perlu kita pegang: "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: 'Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.'" (Maria Sari)

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru