Tekan Wabah PMK, Sampang Gencarkan Pemeriksaan Kesehatan Ternak Sapi Warga

surabayapagi.com
Salah satu petugas saat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan oleh petugas di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. SP/ SMP

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Dalam rangka menekan penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, mulai menggencarkan pemeriksaan kesehatan hewan ternak dengan cara jemput bola, yakni dengan mendatangi secara langsung rumah-rumah warga peternak sapi di wilayah itu. 

"Selain sebagai bentuk antisipasi, langkah ini kami lakukan, karena hewan jenis sapi juga menjadi konsumsi daging favorit masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sampang pada saat Lebaran. Jadi, kegiatan ini juga sebagai persiapan saat Lebaran nanti," kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kabupaten Arif Rahman Hakim, Kamis (12/02/2026).

Baca juga: Percepat ORI Campak, Dinkes Kota Malang Siapkan Upaya Jemput Bola ke Rumah Warga

Diketahui, sebanyak 12 orang petugas diterjunkan terdiri dari mantri dan dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Sampang. Pasalnya, sebelumnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur merilis, kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi kembali meningkat di Jawa Timur awal 2026, dengan ratusan kasus aktif tercatat selama Januari.

Baca juga: Tingkatkan Perekonomian Pelaku UMKM, Pemkab Sampang Fasilitasi Program SHAT

"Berdasarkan hasil sementara, memang tidak ditemukan ada sapi milik warga yang terpapar PMK, akan tetapi, kami terus melakukan pemantauan dan penyuntikan vaksin pada hewan-hewan ternak sapi milik warga," katanya.

Lebih lanjut, diketahui sejumlah kabupaten di Jawa Timur, seperti Pasuruan, Mojokerto, Magetan, Lamongan, Malang, Situbondo, Ngawi, Blitar, Madiun, Ponorogo, Jember, dan Bangkalan ditemukan ada sapi yang positif PMK.

Baca juga: Awal 2026, Disnak Tulungagung identifikasi 59 Ekor Ternak Terjangkit PMK

"Sampang memang tidak masuk dalam catatan. Tapi kami proaktif melakukan pengecekan kesehatan, karena mobilitas sapi lintas daerah menjelang Ramadhan hingga Lebaran nanti biasanya tinggi," katanya. sm-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru