Insiden Bensin Bocor, Warga di Tulungagung Alami Luka Bakar Serius di Kaki

surabayapagi.com
Warga Tulungagung alami luka bakar gegara bensin bocor kini di evakuasi di bawa ke Rumah Sakit terdekat.  SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Insiden kebakaran terjadi di rumah Sri Wulaningsih di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman Tulungagung yang mengakibatkan sebuah dapur rumah di Tulungagung terbakar akibat tersambar bensin bocor. Api juga membakar kaki pemilik rumah dan kini harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka bakar cukup parah di bagian kaki.

Kronologi kejadian bermula saat korban membawa dua botol berisi bensin dari bagian belakang rumah menuju toko sembako miliknya di bagian depan. Tanpa disadari, salah satu botol plastik yang dibawa korban dalam kondisi retak atau bocor, sehingga cairan bensin menetes ke lantai. 

Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, Rumah 2 Lantai di Petemon Surabaya Ludes Terbakar

Nahas, saat melintasi area dapur, tetesan bensin tersebut seketika menyambar api yang masih menyala di dalam tungku pembakaran. Api dengan cepat merambat ke botol yang dipegang korban hingga menyebabkan ledakan kecil dan membakar area kaki korban. 

Baca juga: Tulungagung Catat Tren Positif, Realisasi PAD Program Parkir Berlangganan Capai 21 Persen

"Api dengan cepat menyambar botol bensin dan memicu kebakaran di area dapur. Kaki korban ikut terbakar dan langsung dilarikan ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk perawatan medis," urai Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkar Tulungagung, Iwan Supriyono, Selasa (07/04/20260..

Lebih lanjut, beruntung api akhirnya berhasil dipadamkan dalam waktu 25 menit. Akibat kebakaran tersebut sejumlah perabot dapur ruang hangus terbakar. Selain itu api juga sempat menyambar kaki korban. Meski kobaran api tidak menghanguskan seluruh bangunan, area dapur beserta sejumlah perabotan di dalamnya mengalami kerusakan berat. 

Baca juga: Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Kerugian material akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp20 juta. Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati saat membawa bahan yang mudah terbakar di dalam rumah. Pastikan wadah penyimpanan dalam kondisi aman dan jauhkan dari segala jenis sumber api guna menghindari risiko fatal serupa di kemudian hari. tl-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru