Tradisi Turun-temurun Prosesi Manten Tebu Jadi Penanda Musim Giling PG Lestari Nganjuk

surabayapagi.com
Prosesi Manten Tebu tandai dimulainya musim giling PG Lestari Nganjuk. SP/ NGJ

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Sebagai tradisi turun-temurun, Tradisi Manten Tebu digelar Pabrik Gula (PG) Lestari, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, sebagai penanda musim buka giling tebu. Dimana, sepasang tebu pilihan diarak layaknya pengantin adat Jawa. Tebu yang diberi nama Bagus Rosan Prakosa dan Roro Ayu Manis itu sebelumnya diambil dari lahan tebu di Desa Drenges, Kecamatan Kertosono.

Dalam prosesi Manten Tebu tersebut, tampak arak-arakan berlangsung meriah. Iringan rebana, jaranan, dan reog mengantar pasangan tebu menuju area pabrik. Batang tebu diangkut menggunakan traktor dan truk menuju area emplacement, sebelum kemudian diarak berjalan kaki sejauh 300 meter, ke halaman pabrik.

Baca juga: Bikin Geger! Penemuan Ular Sanca 4,5 Meter Bekeliaran di Pemukiman Warga Nganjuk

Selain itu, sebanyak ratusan pekerja, petani tebu, dan warga sekitar turut menyaksikan prosesi yang menjadi simbol syukur atas datangnya musim giling sekaligus doa agar produksi berjalan lancar.

Baca juga: Disporabudpar Nganjuk Upayakan Wayang Timplong Masuk WBTB Nasional

"Saya selalu nonton setiap tahun karena unik. Kayak resepsi pengantin sungguhan. Ada prosesi temu manten, diserahterimakan ke yang punya hajat, diiringi kembang mayang dan gamelan," ujar Yulaikah (40), warga Desa Lestari, Kecamatan Patianrowo, Rabu (20/05/2026).

Selain prosesi adat, PG Lestari juga memanfaatkan tradisi tersebut untuk melibatkan potensi seni lokal. Wayang kulit, ludruk, hingga selawatan akan menjadi bagian rangkaian kegiatan pembuka musim giling. Seluruh kesenian yang ditampilkan berasal dari pelaku seni lokal Kabupaten Nganjuk.

Baca juga: Akhir Long Weekend, Wisata Jolotundo Nganjuk Diserbu Ribuan Pengunjung

Panen tebu tahun ini, ditargetkan 300 ribu ton. Dengan lahan penanaman seluas sekitar 4.100 hektare, tahun ini PG Lestari menargetkan hasil panen mencapai 300 ribu ton tebu atau setara 3 juta kuintal, dengan rendemen rata-rata 7,2 persen. Dan berdasarkan prakiraan musim kemarau BMKG tahun ini, pihaknya optimistis target rendemen bisa tercapai. PG Lestari menjadwalkan uji coba peralatan atau steam test pada 3 Juni 2026. Selanjutnya, proses giling tebu 2026 dijadwalkan dimulai pada 13 Juni 2026. ng-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru