PPM Jatim Bedah Buku Masa Kecil Soeharto

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Buku semi biografi yang sempat terhambat peredarannya sejak 2010 akhirnya dikupas tuntas oleh Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Timur, Kemarin (28/9). Buku itu berjudul 'Senyum Anak Desa' yang didalamnya banyak menceritakan kisah-kisah tersembunyi masa kecil Presiden ke - 2 Republik Indonesia. Bedah buku ini dihadiri langsung sang penulis, Adisuryo Abdy bersama Prof Sam Abede Pareno, Laksamana (Purn) Tedjo Edi, Dr Heny Soekrisno dan Dra Endang Sulastuty (Ketua PPM Jatim). "Buku Senyum Anak Desa ini kami buat untuk mengingatkan kembali kepada generasi saat ini bahwa setiap pemimpin besar punya cerita hidup yang sulit ketika masa kecilnya," kata Adisurya Abdy, di Gedung Juang 45 Surabaya, Kamis (28/9/2017). Adisurya mengatakan, Sebelum menulis buku ini perlu waktu berbulan-bulan untuk mencari referensi. "Saya ada kesamaan dengan Soeharto dan Masa kecil Pak Harto ini bisa menginspirasi siapa saja untuk menjadi besar," terangnya. Adisurya memastikan, bahwa semua cerita yang ditulis di buku ini Kejadiannya nyata dan sesungguhnya, fakta sejarah. Diperlukan cara yang imajinatif dalam menulis dalam sebuah novel. "Isi buku ini Tidak propaganda, penggiringan ideologi tapi menjadi karya yang jujur dalam menilai seseorang," urainya. Menurut Adisuryo, bercerita tentang sosok masa kecil Soeharto, bukan orang kaya. Tetapi sejak beliau lahir, hidupnya penuh keprihatinan. "Itulah yang menempa beliau menjadi seorang Indonesia yang tetap santun dan menjaga budaya bangsa," terangnya. Ditambahkan Adisurya, fakta mengatakan bahwa Sosok Soeharto itu menjadi presiden bukan sebuah cita cita. Dalam buku ini, memang dikupas siapa Soeharto mulai bayi sampai umur 28 tahun. "Saat-saat itu, untuk bisa bertahan hidup menjadi hal utama. Saya menangkap cerita bahwa Soeharto itu nasionalisme tulen karena mau ikut berjuang melawan penjajah sejak usia 13 Tahun," tandasnya. Diakui atau tidak, pada masa perjalanan hidupnya, Soeharto adalah anak biasa yang kemudian menjadi sangat luar biasa. "Disinilah kami tertarik untuk menulisnya," pungkas Adisuryo. Sementara itu, Endang Sulastuty, Ketua PPM Jatim mengatakan, berinisiatif untuk membedah buku Senyum Anak Desa karena momennya sangat tepat. Selain menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, juga menyesuaikan dengan kondisi bangsa saat ini yang sedang krisis etika. Disaat generasi muda kita mulai lupa terhadap sejarah, khususnya tentang Soeharto yang jasanya untuk Indonesia ini sangat luar biasa. "Lepas dari beliau mungkin ada kekurangannya, tapi kehidupan masa kecil Pak Harto bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menumbuhkan kembali jiwa nasionalisme," tutur Endang. Dari bedah buku ini, kata Endang, muncul diskusi dan usulan agar buku yang ditulis dengan gaya mirip sebuah novel ini bisa diangkat ke layar lebar atau Film bioskop. "Film tentang Bung Karno sudah ada, film tentang Pak Habibie juga sudah ada, tapi film tentang Pak Harto belum ada, jadi perlu dibuat filmnya," pungkas mantan Anggota DPRD Jatim ini. Rko
Tag :

Berita Terbaru

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sengketa tanah di kawasan Lontar, Surabaya kembali menjadi perhatian nasional setelah dibawa ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) K…

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

‎SURABAYAPAGI, Kota Madiun – KPK menyita dua handphone dan dokumen SPPD saat menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mad…

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditolak warga. Pem…

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 H tahun 2026, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, dilaporkan belum…

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nandam 74 warga Desa Bendosari Kec.Sanankulon Kab.Blitar nekat seberangi Rel KA yang tak berpalang pintu, yang berujung tertemper…

PMI Kota Mojokerto Lampaui Target Kuartal I, Optimistis Capai 22 Ribu Kantong Darah di 2026

PMI Kota Mojokerto Lampaui Target Kuartal I, Optimistis Capai 22 Ribu Kantong Darah di 2026

Senin, 06 Apr 2026 15:39 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Kinerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto menunjukkan capaian positif di awal tahun 2026. Hingga kuartal pertama, PMI…