Hana Chan Bocah Mandiri, Sang Ibu Meninggal karena Kanker

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Tokyo - Sepintas Hana-chan yang tinggal di Fukuoka, Jepang terlihat seperti bocah berusia lima tahun lainnya. Ia pergi ke sekolah pada pagi hari dan pulang pada siang hari. Namun, kehidupan bocah perempuan ini ternyata tak sama seperti anak sebaya lainnya. Sepulang dari sekolah ia harus mengerjakan pekerjaan rumah hingga malam hari. Dilansir dari laman Goodtimes.my, Selasa (5/12/2017), Hana-Chan ternyata seorang bocah yang mandiri karena harus mengurus anggota keluarganya. Tiap pagi, aktivitas Hana dimulai dengan berberes tempat tidur dan sarapan. Tak lupa ia juga menyiapkan makanan untuk anjing peliharaan. Begitu pulang sekolah ia mencuci dan melipat pakaian kemudian dilanjutkan dengan membersihkan bak mandi dan memasak untuk makan malam ayahnya. Sementara itu, Chie yang merupakan ibu dari Hana adalah seorang penderita kanker payudara sejak tahun 2001. Ia kemudian menikah dengan seorang pria bernama Shingo Yasutake -- ayah Hana. Sejak awal pernikahan, Chie tak berfikir untuk memiliki anak. Namun, secara ajaib ia melahirkan Hana-chan. Bersama dengan kanker payudara yang ia derita, Chie berhasil membesarkan Hana-chan hingga usia lima tahun. Kala itu, ia sudah mengajari Hana untuk memegang pisau di dapur. Hal itu ia lakukan karena tahu usianya sudah tak lama lagi. Pada usia empat tahun, Chie memberikan hadiah berupa celemek kepada Hana. Tak lama setelah mengajari sang buah hati untuk memasak, kanker payudara Chie dengan cepat menyebar hingga hati dan paru-paru. Pada saat itu pula sang ibu sudah tak bisa menahan rasa sakit dan meninggal dunia. Kini, Hana masih mengingat segala sesuatu yang diajarkan ibunya. Pasca kepergian sang ibu dan mulai mengerjakan pekerjaan rumah, bocah tersebut menulis sebuah surat dengan judul "Untuk Ibuku yang Tersayang". "Ibu...aku ingin memberitahu ibu sesuatu. Kini aku sudah bisa membuat sajian bento dengan baik. Tidakkah ibu kaget melihat aku kini tak lagi menangis. Aku akan terus melakukan yang terbaik ibu..." tulis Hana-chan dalam sebuah surat. Kisah inspirasional ini ternyata mendapat perhatian dari banyak orang. Banyak orang yang tersentuh dengan kisah bocah mandiri ini. Oleh sebab itu, sang ayah, Shingo ingin membuat buku berdasarkan kisah Chie dan Hana-chan. Lewat buku ini, Shingo ingin memberitahu orangtua di seluruh dunia bahwa untuk mengajar anak lebih mandiri. Dalam buku itu nantinya tergambar kekuatan cinta antara anak dan ibu tersebut. Bagaimana Chie bertahan dalam penyakit kanker yang begitu mematikan. Ternyata, buku langsung menjadi best seller dan paling di cari oleh warga Jepang. Meskipun kini Hana tak lagi bersama Chie, Shingo yakin bahwa kenangan antara keduanya akan selalu ada di dalam hati. Shingo yakin bahwa sebelum Chie pergi, sang istri telah memberi pengalaman hidup yang berharga untuk bocah tersebut.
Tag :

Berita Terbaru

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…

Tingkatkan Kualitas Ruang Publik, Pemkot Tambah dan Perbaikan Fasilitas Taman Kota Surabaya

Tingkatkan Kualitas Ruang Publik, Pemkot Tambah dan Perbaikan Fasilitas Taman Kota Surabaya

Minggu, 13 Sep 2026 14:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya agar masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah ruang bermain, berolahraga, berkumpul, hingga beraktivitas sosial dengan…