Umat Muslim dan Kristen Yarusalem Bersatu Menentang Israel

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Yarusalem - Kehidupan di kota Yerusalem, yang diakui Presiden AS Donald Trump sebagai ibu kota Israel, "sangat berat" namun umat Islam dan Kristen Palestina bersatu menentang pendudukan. Abeer Zayaad, seorang arkeolog yang bekerja di museum Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, mengatakan, di tengah sulitnya hidup di kota kelahirannya ini, warga Palestina tetap bersatu sebagai keluarga besar meski berbeda agama. "Tak masalah apa agama kami, Protestan, Muslim, Katolik dan jugaYahudi, kami tetap satu ... orang Palestina, kami menghadapi masalah yang sama yaitu pendudukan Israel ... kami keluarga besar, kami ke sekolah bersama, kami hidup bersama," kata Abeer yang tinggal di Yerusalem Timur. Aktifitas sehari-hari yang Abeer katakan sudah berat "bertambah parah" menyusul keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kotaIsrael yang memicu kerusuhan selama beberapa hari. "Kalau ada orang yang datang dan bisa bertanya kepada setiap orang Palestina, mereka akan mendengar cerita mengerikan tentang kehidupan kami. Setiap tahun bertambah parah, bertambah tekanan terhadap kami agar kami angkat kaki dari Yerusalem," kata Abeer kepada wartawan BBC. Menyusul pernyataan Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan warga Palestina harus "menerima" bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel agar dapat melangkah ke arah perdamaian. Nentanyahu mengatakan Yerusalem telah menjadi ibu kota Israel selama 3.000 tahun dan "tak pernah menjadi ibu kota orang lain". Ia juga menyatakan harapan bahwa Uni Eropa akan mengikuti langkah Trump. Tetapi kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini mengatakan Uni Eropa tetap "bersatu" untuk mendukung Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan negara Palestina dan tak akan mengakui apa pun sampai ada perjanjian damai final. Seorang pemuda Palestina beragama Kristen, Jonathan Abu Ali (21) seperti dikutip ABC mengatakan, hal senada dengan Abeer. Dia mengatakan, Yerusalem adalah milik warga Palestina apa pun agamanya. "Tanah ini milik kami, sebagai orang Kristen, Yahudi dan Muslim. Orang luar tak boleh ikut campur urusan kami. Kami telah tinggal di sini selama berabad-abad sebagai saudara dan pemerintah menciptakan masalah," kata Jonathan. "Masalah telah dimulai, dan saya rasa akan ada lagi lebih banyak kekerasan di seluruh negara," kata Jonathan yang bekerja di restoran di daerah kota tua.
Tag :

Berita Terbaru

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…

Tingkatkan Kualitas Ruang Publik, Pemkot Tambah dan Perbaikan Fasilitas Taman Kota Surabaya

Tingkatkan Kualitas Ruang Publik, Pemkot Tambah dan Perbaikan Fasilitas Taman Kota Surabaya

Minggu, 13 Sep 2026 14:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya agar masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah ruang bermain, berolahraga, berkumpul, hingga beraktivitas sosial dengan…