Apakah Teh Celup Mahal Pasti Berkualitas Tinggi?

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Dalam teh, ada dua model teh yang biasa dikonsumsi yaitu teh celup atau daun teh yang dimasukan ke dalam kantung tertentu dan dicelup ke air. Satu lagi adalah whole leaf tea atau loose leaf tea atau teh daun. Teh daun dipandang lebih berkualitas daripada teh celup yang mengutamakan kepraktisan dibanding kualitas. Namun, berbagai merek teh kini menjual teh celup dengan harga yang lebih mahal daripada teh celup yang biasa dikenal orang Indonesia sehari-hari. Apakah teh celup dengan harga mahal berarti daun tehnya berkualitas? “Mahal tidak bisa jadi ukuran, karena (mahalnya) itu di brand (merek),” kata Ratna Somantri saat ditemui di Jakarta, Senin (29/1/2018). Ratna merupakan seorang konsultan teh, certified tea specialist, tea sommelier, dan penulis buku “Kisah & Khasiat Teh” dan “The Story in A Cup of Tea”, dan salah satu pendiri www.pasarteh.com. Ratna menjelaskan ada berbagai jenis teh celup berdasarkan kantungnya, misalnya single chamber, double chamber, piramida, dan envelope. Untuk single chamber (satu ruang atau kantung) atau double chamber (dua ruang atau kantung), biasanya menggunakan kantung berbahan kertas. Biasanya teh celup model single chamber, teh diseduh dengan air panas karena air masuk ke dua sisi. Sementara double chamber, teh bisa diseduh dengan air panas menuju hangat, karena air masuk ke empat sisi. “Orang pikir teh harus diseduh dengan air mendidih. Padahal tidak,” kata Ratna. Ratna menuturkan baik menyeduh teh celup maupun teh daun (loose tea), hal yang perlu diperhatikan adalah suhu air panas yang berbeda untuk jenis teh yang berbeda. Untuk teh hijau, lanjut Ratna, cukup menyeduh dengan air panas bersuhu 70-80 derajat Celsius. Sedangkan untuk teh hitam, gunakan air panas dengan suhu 90 derajat Celsius. Sementara piramida adalah teh celup yang bentuk kantungnya seperti piramida. Bahannya terbuat dari kain nilon. Sedangkan model envelope biasanya seperti amplop dan terbuat dari kain katun atau nilon. Memang, ada teh celup model single chamber yang terbuat dari nilon. Namun biasanya ukurannya lebih besar daripada teh celup dengan kantung berbahan kertas. Lebarnya biasa nyaris dua kali lipat teh celup biasa. Berbeda dengan teh daun yang saat diseduh perlu dibilas dan disaring.Teh celup digemari orang Indonesia karena lebih praktis. Menurut Ratna, jika ingin minum teh celup yang berkualitas pilih teh piramida. “Kalau yang bentuknya daun, biasanya menggunakan piramida atau envelope. Kantung yang lebih besar. Sehingga saat terkena air (panas), daun teh bisa mengembang dan mengeluarkan rasa dan aroma lebih baik,” kata Ratna. Ilustrasi teh hitam Teh celup dengan kantung kecil dan berbahan kertas, tidak memungkinkan daun teh untuk mengembang. Jadi biasanya yang dipakai adalah daun teh sisaan yang bentuknya serpihan atau berbentuk seperti debu. “Teh celup kertas juga tidak boleh terlalu lama dicelup, cukup dua menit. Selain teh jadi pahit, kertas jadi larut dan bisa terminum, rasanya sudah beda,” kata Ratna. Teh pekat Ratna mengakui orang Indonesia terbiasa meminum teh pekat yaitu hasil rendaman teh celup yang lama ataupun dicelup berkali-kali. Orang Indonesia juga gemar membuat biang teh. Menurut Ratna, manfaat teh pun jadi tidak maksimal dirasakan oleh tubuh. “Kalau direndam, makin lama maka kafein jadi makin tinggi. Espresso (kopi) kafeinnya lebih tinggi dari teh, tetapi karena teh direndam lama, bisa saja tehnya malah jadi lebih tinggi kafeinnya,” kata Ratna. (kp/cr)
Tag :

Berita Terbaru

Melalui Festival Literasi 2026, Pemkab Magetan Dorong Minat Baca Masyarakat

Melalui Festival Literasi 2026, Pemkab Magetan Dorong Minat Baca Masyarakat

Minggu, 13 Sep 2026 11:21 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 11:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Melalui kegiatan Festival Literasi dan Hari Kunjung Perpustakaan tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, terus berupaya…

Dorong Produktivitas Berkelanjutan, DKPP Kota Madiun Terapkan Pertanian Modern

Dorong Produktivitas Berkelanjutan, DKPP Kota Madiun Terapkan Pertanian Modern

Minggu, 13 Sep 2026 10:54 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 10:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian,Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota…

Khusus Warga Surabaya, Pemkot Siap Buka Peluang Kerja Usia Produktif Desil 1-3

Khusus Warga Surabaya, Pemkot Siap Buka Peluang Kerja Usia Produktif Desil 1-3

Minggu, 13 Sep 2026 10:49 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Khusus untuk warga Kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka peluang kerja bagi warga usia produktif yang masuk…

R-APBD Jatim 2027 Defisit Rp1,02 Triliun, Hidayat : Jangan Andalkan Pajak Saja

R-APBD Jatim 2027 Defisit Rp1,02 Triliun, Hidayat : Jangan Andalkan Pajak Saja

Minggu, 13 Sep 2026 10:40 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 10:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai membuka ruang fiskal APBD 2027 dengan tantangan tidak ringan. Pendapatan daerah diproyeksikan …

Tingkatkan Kualitas Hidup, Dinkes Kota Madiun Perkuat Pengendalian Hipertensi

Tingkatkan Kualitas Hidup, Dinkes Kota Madiun Perkuat Pengendalian Hipertensi

Minggu, 13 Sep 2026 10:37 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 10:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Madiun memperkuat…

Bantu Modal Usaha Gen Z, Pemkot Surabaya Dorong Pemanfaatan Anggaran di Tingkat RW

Bantu Modal Usaha Gen Z, Pemkot Surabaya Dorong Pemanfaatan Anggaran di Tingkat RW

Minggu, 13 Sep 2026 10:35 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 10:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mendorong modal kegiatan produktif yang mampu menggerakkan ekonomi dan menciptakan penghasilan bagi pemuda, Pemerintah Kota…