Dewan: Untuk Apa Pemkot Simpan Rp 161 Miliar Dana Sembako?

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kantor Pos Kebon Rojo sedang membagikan bantuan langsung tunai dari pemerintah pusat. Namun sayangnya, bantuan sosial dari Pemkot, dianggap belum merata.
Foto: SP/Julian
Kantor Pos Kebon Rojo sedang membagikan bantuan langsung tunai dari pemerintah pusat. Namun sayangnya, bantuan sosial dari Pemkot, dianggap belum merata. Foto: SP/Julian

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Geliat perekonomian Kota Surabaya saat ini tengah berada dalam yang kondisi yang memprihatinkan akibat bencana kemanusiaan virus corona (Covid-19). Masyarakat banyak yang telah kehilangan pekerjaannya dan tidak bisa menghidupi keluarganya.

 

Tak heran, sejumlah pihak meminta untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera membantu masyarakat terdampak Covid-19.

 

Salah satunya, politisi asal PKB Camelia Habiba, mendesak Pemkot Surabaya untuk segera mencairkan dan mendistribusikan dana APBD yang dijanjikan oleh Pemerintah Kota Surabaya. "Kami mendorong Pemkot segera mencairkan JPS atau Jaring Pengaman Sosial. Dimana sesuai janji dan komitmennya, sejak akhir April hingga pertengahan Mei, bantuan itu sudah dibisa dicairkan atau didistribusikan,” terang Camelia Habiba, kepada Surabaya Pagi, Kamis (14/5/2020).

 

Ia menagih atas ucapan Pemerintah Kota untuk segera mengakhiri polemik yang menjadi keresahan masyarakat. "Saya sekarang menagih ucapan Pemkot untuk segera mengakhiri polemik bantuan yang sekarang lagi menjadi keresahan masyarakat. Sehingga RT/RW tidak menjadi korban dari adanya kekacauan ini. Karena bantuan yang dari pusat maupun provinsi, jumlahnya memang belum bisa mencukupi jumlah warga MBR warga kota Surabaya," ujarnya.

 

Menurut Camelia, polemik tersebut hanya bisa diselesaikan oleh Pemkot sendiri. Pasalnya, Pemkot telah menganggarkan dana secara jelas yakni Rp 161 Miliar. "Ini harus segera diselesaikan. Kenapa pemkot menyimpan uang yang sudah jelas dan sudah siap Rp 161 M untuk pengadaan sembako itu. Untuk apa uang itu disimpan-simpan sedangkan masyarakat sedang menjerit untuk kelaparan," tegasnya.

 

Politisi PKB tersebut menjelaskan bila bantuan yang sudah distribusikan, merupakan bantuan dari Presiden dan pihak swasta, bukan dari Pemkot Surabaya sendiri. Bahkan, Camelia melihat di lapangan, bantuan dari swasta sudah ada yang ditimbun di Kelurahan. “Jadi sampai detik ini, Pemkot pun belum mendistribusikan anggaran yang sudah disiapkan dari APBD, ke warga,” kritik Camelia, tegas.

 

Jalankan Roda Ekonomi

Sedangkan Sekretaris Komisi B DPRD kota Surabaya, Mahfudz memiliki pandangan lain dalam mengatasi pandemi covid-19 dalam sektor ekonomi. Dirinya sepakat dengan pernyataan Presiden RI, Joko Widodo dimana kita harus berdamai hidup berdampingan dengan virus corona.

 

Artinya, aktifitas perekonomian tetap harus berjalan normal dengan mematuhi aturan protokol kesehatan, sehingga roda ekonomi tidak sampai lumpuh.“Jika sampai lumpuh, fatal akibatnya bagi kehidupan perekonomian rakyat.” jelasnya.

 

Lebih lanjut Mahfudz mengatakan, saat ini ada trend orang tiba-tiba jatuh miskin akibat roda perekonomian, eksistensi bisnis, perdagangan dan jasa tidak berjalan.

 

Untuk itu, Komisi B mendorong kepada Pemkot Surabaya agar aktifitas semua sektor ekonomi tetap jalan seperti biasa, mau itu ada PSBB atau tidak yang penting perekonomian tetap berjalan normal. Itu artinya pasar-pasar tetap dibiarkan beroperasi, sehingga ekonomi warga tetap hidup.

 

“Jadi wajar jika banyak warga yang ingin mendaftarkan diri sebagai penerima MBR, akibat tidak ada income yang masuk karena roda perekonomian alami stagnasi,” ungkapnya.

 

Ia menjelaskan, jika mobilitas ekonomi Kota Surabaya sampai stagnan tidak bergerak sama sekali, efeknya banyak warga yang butuh bantuan dari Pemkot Surabaya selama PSBB. Dampak sosialnya, muncul pendaftar-pendaftar penerima bantuan sosial yang saat ini masih semrawut soal data MBR.

 

“Problemnya, apakah Pemkot Surabaya sanggup terus menerus memberikan bantuan sosial kepada warganya, apakah anggaran kita bisa mengcover semua, meski ada bantuan dari pihak luar.”tegasnya. alq/byt

Berita Terbaru

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan cagar budaya Jembatan…

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ika Indah Rahmawati (41), terdakwa kasus …

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto resmi memangkas jam kerja aparatur sipil negara (ASN) selama bulan suci Ramadhan tahun…

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i ingin sikap saling menghormati juga timbul dari orang yang berpuasa. Dia…

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan koper berisi uang Rp5 miliar terkait kasus dugaan korupsi importasi yang menjerat…

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penyanyi Nia Daniaty yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-61, berurusan dengan Pengadilan. Saat itu ia rayakan secara…