Saat Corona, 227 Ribu Wanita di Jatim Hamil!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Infografis
Infografis

i

Selama masa pandemi virus Corona (Covid-19) di Indonesia, ternyata tak hanya memiliki kisah buruknya virus Covid-19. Ternyata, juga menyisakan catatan menarik dan bahagia. Yakni, sejak bulan Maret 2020 hingga awal Mei 2020, ternyata jumlah kehamilan dan putus KB di Jawa Timur melonjak. Berikut laporan wartawan Surabaya Pagi, Aditya Putra Pratama.

 

Dari catatan Surabaya Pagi, yang di dapat dari BKKBN Jawa Timur, Kamis (14/5/2020), sejak bulan Maret 2020 atau masa pandemi awal di Indonesia jumlah kehamilan mencapai 232.287 orang atau 2,93 persen jadi jumlah pasangan di Jawa Timur. Sedangkan pada bulan April 2020, jumlah kehamilan menjadi 227.260 atau 2,90 persen.Jika melihat data kehamilan pada bulan Februari di saat Indonesia belum memiliki kasus positif Covid-19, jumlah kehamilan masih berada di angka 229.667 orang atau 2,84 persen.

 

Sukaryo Teguh Santoso Kepala BKKBN Jawa Timur mengatakan, penambahan angka kehamilan ini bisa jadi lebih tinggi di bulan-bulan berikutnya. Sebab, dari data yang ada, angka putus KB atau putus program kontrasepsi melonjak di angka mengkhawatirkan.

 

Pada bulan Maret, angka putus KB sebesar 278.356 orang atau kurang lebih 4,6 persen akseptor. Sementara pada bulan April dimana kebijakan penanganan Covid-19 lebih ketat, angka DO KB berada di angka 414.708 atau 7,07 persen. Naik 3 persen dari angka di bulan lalu. Padahal, jika melihat data bulan Februari 2020, jumlah DO KB hanya 68.547 akseptor atau hanya 1,3 persen.

 

“Kenaikan ini yang perlu kita waspadai bersama. Jangan sampai mendorong kehamilan yang tidak diinginkan di Jatim. karena resiko kehamilan yang tidak diinginkan akan berpengaruh pada bayi yang dikandungnya dan pengasuhan balitanya itu sendiri. Harapannya di tengah-tengah kita gencar memberikan edukasi pada masyarakat untuk mematuhi protokol pencegahan Covid-19 tapi jangan sampai putus KB,” ujar Sukaryo di Kantor BKKBN Jatim pada Kamis (14/5/2020).

 

Ia berharap, masyarakat bisa memahami kondisi ini agar tidak terjadi lonjakan kehamilan terjadi saat Pandemi Covid-19 berlangsung. Ia mengatakan, saat ini pihaknya berusaha melakukan beberapa cara salah satunya dengan terus mendukung sarana kontrasepsi di masing-masing faskes.

 

Picu Baby Boom Baru

Selain itu, bidan juga dilengkapi dengan APD agar lebih tenang dalam menjalankan tugas memberikan penyuluhan dan pemantauan KB di masyarakat.

Tingginya angka putus KB selama Pandemi Covid-19 dikhawatirkan bisa memicu baby boom baru di Jawa Timur. Baby Boom bisa diartikan sebagai melonjaknya jumlah kehamilan dalam satu masa tertentu akibat suat fenomena tertentu.

 

Baby Boom pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1960-an saat perang revolusi selesai. Setelah banyak orang kembali ke kampung halaman dan menikah, jumlah kehamilan melonjak drastis.

 

“Secara nasional perspektif nya begitu. Tentu daerah juga akan gitu. Apalagi Jawa Timur dengan penduduk yang sudah mencapai kurang lebih 40 juta jiwa ya. Ini kan populasinya terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Nah asumsi ini bisa juga terjadi saat Covid-19,” ujar Sukaryo.

 

Menurutnya, kenaikan ini, ada hubungan signifikan antara pandemi dan ketidakberlangsungan KB. Dimana karena kebijakan tinggal di rumah.

 

Selain itu, ia menambahkan, kemungkinan lain yaitu adanya kemungkinan kegamangan masyarakat untuk menjangkau fasilitas-fasilitas kesehatan saat pandemi berlangsung. Ada ketakutan jika mereka ke faskes akan tertular Covid-19. Sehingga banyak dari mereka yang putus program KB.

 

Ia berharap, masyarakat bisa memahami kondisi ini dan tetap mempertahankan memakai kontrasepsi agar tidak terjadi lonjakan kehamilan saat atau sesudah Pandemi Covid-19 berlangsung.  adt/cr1

Tag :

Berita Terbaru

BP BUMD Jatim Resmi Terbentuk, Biro Perekonomian Gabung Biro Administrasi Pembangunan

BP BUMD Jatim Resmi Terbentuk, Biro Perekonomian Gabung Biro Administrasi Pembangunan

Rabu, 30 Sep 2026 10:09 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 10:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Biro Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) dan BLUD resmi dibentuk. Gubernur Jatim menerbitkan Pergub No 13 Tahun 2026…

Kepercayaan Masyarakat Meningkat, RSUD Bantarangin Ponorogo Raih Trusted Hospital Awards 2026

Kepercayaan Masyarakat Meningkat, RSUD Bantarangin Ponorogo Raih Trusted Hospital Awards 2026

Rabu, 30 Sep 2026 09:32 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 09:32 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo — Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan mengantarkan RSUD Bantarangin Ponorogo meraih penghargaan Trusted H…

Paguyuban Sinar Mas Jawa Timur Perkuat Sinergi Antarpilar dan Kontribusi Sosial

Paguyuban Sinar Mas Jawa Timur Perkuat Sinergi Antarpilar dan Kontribusi Sosial

Rabu, 30 Sep 2026 09:07 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 09:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Paguyuban Sinar Mas Jawa Timur terus memperkuat perannya sebagai wadah sinergi antarpilar usaha, membangun jejaring, serta m…

Hamil Besar, Lisa Diadili dalam Kasus Penyekapan Lansia dan Harta Rp6 Miliar

Hamil Besar, Lisa Diadili dalam Kasus Penyekapan Lansia dan Harta Rp6 Miliar

Rabu, 30 Sep 2026 08:12 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 08:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perut Lisa Andriana tampak membesar saat terdakwa kasus dugaan penyekapan lansia itu duduk di kursi terdakwa Pengadilan Negeri…

Eri Larang Sekolah Jual Seragam

Eri Larang Sekolah Jual Seragam

Rabu, 30 Sep 2026 08:10 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 08:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan tidak membolehkan praktik jual-beli seragam sekolah di SD dan SMP negeri. Eri bahkan…

JPU PUTAR BALIK FAKTA

JPU PUTAR BALIK FAKTA

Rabu, 30 Sep 2026 08:08 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 08:08 WIB

Majelis Hakim Yth, Kemarin melalui putusan Sela, eksepsi saya ditolak. Ketika eksepsi saya ditolak, hal tersebut bukan berarti saya kalah divonis bersalah…