16.000 Bantuan Belum diambil, Armuji Minta Lurah Surabaya Aktif Sosialisasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPRD JAtim Armuji ditemui Kepala Kantor Pos Surabaya Pusat Diono Aryadi, (Jumat, 12/6/2020).
Anggota DPRD JAtim Armuji ditemui Kepala Kantor Pos Surabaya Pusat Diono Aryadi, (Jumat, 12/6/2020).

i

SURABAYAPAGI.COM - Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk mengatasi dampak COvid-19 di Kota Surabaya ternyata belum semuanya diambil. Menurut data Kantor Pos Besar Surabaya Pusat Kebon Rojo, total ada 16.000 calon penerima bantuan yang belum mengambil.

Hal ini terungkap ketika Anggota DPRD Jatim Armuji melakukan inspeksi mendadak ke kantor pos terbesar di Kota Surabaya itu. Dari penjelasan Kepala Kantor Pos Kota Surabya, diketahui hingga saat ini masih ada 16 ribu warga calon penerima BST yang belum diambil masyarakat terdampak Covid-19 dari pemerintah. ”Hampir tiap Kecamatan ada 1000 lebih warga yang belum mengambil berada di wilayah penduduk padat. seperti dari KecamatanWonocolo, Kenjeran dan Sawahan. Kami berharap pihak lurah benar-benar mensosialisasikan mekanisme pencairan bantuan untuk terdampak Covid-19 ini,” tegas Armuji, Jumat (12/6/2020).
Sementara itu, kepala kantor PT Pos Indonesia Kebonrojo Surabaya Dino Aryadi  mengatakan total kuota warga Surabay penerima BST dari Kemensos senilai Rp 600.000 ini berjumlah 178.000 orang. Penyaluran dilakukan hingga tiga tahap. Tahap I disalurkan pada bulan MAret 2020. Tahap II April-Juni dan Tahap III Juli-Desember. Terakhir pengambilan untuk tahap II seharusnya 11 Juni 2020 namun belum semua mengambil sehingga diperpanjang hingag hari Minggu 14 Juni besok. ”Jadi per harinya kami harus menyelesaikan bantuan tersebut kepada 18 hingga 20 ribu orang di seluruh kantor pos di kota Surabaya,” jelas anggota Komisi A ini.

Disisi lain, untuk tahap I lalu ada 7000 orang belum mengambil BST. Sedangkan untuk tahap II ini tercatat sekitar 9000 orang belum mengambil. Sehingga total 16.000 orang belum mengambil BST. "Ini berarti dinas sosial harus mendata ulang warganya, mungkin ada yang meninggal atau tidak mau mengambil agar dialokasikan kepada warga lainnya yang berhak menerima dengan melakukan pembaruan data," jelas Dino yang mengaku sudah koordinasi dengan DInas Sosial Kota Surabaya. 

Untuk diketahui, sejumlah kantor Pos Kota Surabaya terlihat cukup ramai setiap hari di masa Covid-19.  Hal ini menarik perhatian Armuji Anggota DPRD Jatim untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak), di kantor Pos Surabaya pusat Kebon Rojo, Jumat pagi (12/6/2020).

Mantan Ketua DPRD Kota Surabaya ini menyaksikan langsung antrian dan kerumuman  yang tidak menerapkan physical distancing. Selain itu, juga sarana penunjang pencegahan Covid-19 seperti tempat cuci tangan yang airnya ternyata mampet dan tidak sabun serta tissue yang habis. "Wah banyune  ga metu kabeh, lak bahaya iki (Airnya tidak keluar, jadi bahaya ini, red)," ujar Armudji begitu turun ke halaman Kantor Pos Kebonrojo. 

 

Sambil membawa tongkat komando, Armudji juga mencoba menyampaikan ke petugas di kantor pos  menata ulang antrian calon penerima bantuan untuk tidak terlalu dempet. "Ayo mundur, jaga jarak minimal 1 meter," ujarnya.

Kepala kantor pos Surabaya Dino segera memperbaiki fasiltas dan sarana untuk melayani masyarakat penerima BST agar mengikuti protokol kesehatan.  Pihaknya sudah mengantisipasi agar tak ada kerumunan dengan melakukan pembedaan jam untuk masing-masing-masing wilayah untuk proses pencairan.
“ Masing-masing kecamatan kami layani dengan waktu yang berbeda. Namun banyak warga yang mengindahkan aturan kami dan mereka berkerumun dikarenakan menunggu jadwal waktu pemanggilan saja,”tandasnya.

Dibeberkan Dino, ada 120 petugas yang telah disebar di 15 lokasi di Surabaya untuk memecah kerumunan. Mulai juru bayar hingga tenaga keamanan sudah disiapkan. rko

Berita Terbaru

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan  – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Pengurus Cabang Na…

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Industri perhiasan bersiap menghadapi perubahan tren pada 2027. Desain berukuran besar dengan bobot lebih ringan, pilihan warna yang s…

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Favehotel Sidoarjo selalu berinovasi untuk memberikan pengalaman menginap yang menarik dan menyenangkan bagi para tamu …

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Tak kurang waktu dari 24 Jam, Unit PPA Sat.Reskrim Polres Blitar Kota bersama dengan Polsek Srengat berhasil mengungkap pelaku…

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto, – Mantan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., berpamitan kepada wartawan yang tergabung da…

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Harapan Nur Fadillah untuk memiliki rumah yang layak huni mulai menemukan titik terang. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai p…