Polres Blitar Kota Periksa 5 Saksi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah seorang korban saat menjalani perawatan di RS sebelum akhirnya meninggal usai menenggak miras oplosan. SP/les
Salah seorang korban saat menjalani perawatan di RS sebelum akhirnya meninggal usai menenggak miras oplosan. SP/les

i

Meski banyak kasus diberitakan disejumlah media warga tewas akibat meminum miras oplosan nampaknya tak membuat warga takut untuk mengkonsumsi miras oplosan. Buktinya saja masih ditemukan warga yang menenggak miras jenis oplosan. Salah satunya di Blitar. Berikut laporan kontributor Surabaya Pagi Hadi Lestariono di Blitar

Kasus tewasnya dua warga Blitar usai menenggak minuman oplosan  di wilayah Kabupaten Blitar yang sempat menjadi perhatian masyarakat kini di masih tangani oleh Satuan Reskrim  Polres Blitar Kota.

Hal itu disampaikan Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela.

Ia mengatakan, sejauh ini petugas telah mengumpulkan sejumlah keterangan dari beberapa saksi terkait pesta miras oplosan  yang mengakibatkan 2 orang meningeal dunia.

Masih menurut AKBP Leonard pada Wartawan (Selasa 7/7)  menjelaskan sejumlah saksi yang sudah dimintai keterangan, ada sekitar 5 orang di antaranya dua teman korban yang ikut pesta miras, istri korban, termasuk pemilik rumah yang dipakai acara musik elektone juga pemilik kafe di wilayah Kec Nglegok.

"Memang korban sejak di lokasi pesta pada acara musik elektone di lingkungan Joko Kandung, Kelurahan Blitar, Kec.Sukorejo Kota Blitar di sana korban sudah menggelar pesta Miras yang di bawanya dan untuk di ketahui bahwa itu acara musik elektone keliling," kata AKBP Leonard M Sinambela di ruang Humas.

Kapolres Blitar Kota mengatakan, awalnya yang datang terlebih dahulu di acara elektone adalah SR dengan  kondisi mabuk, tak lama berselang kemudian datang Gun juga kondisi yang sama dengan kondisi mabuk  sambil membawa Botol yang berisi minuman yang sudah di Oplos, lalu SR dan Gun melakukan pesta Miras lagi bersama dua orang teman lainya.

Tak berhenti disitu, usai acara music elektone mereka melanjutkan pesta miras di sebuah kafe di wilayah Nglegok, Kabupaten Blitar malam itu juga sampai Minggu pagi (5/7).

"Mereka bersama teman temanya melanjutkan pesta miras di sebuah kafe di wilayah Nglegok hingga Minggu (5/7/2020) dini hari," tambah Pamen Polisi yang Jago Bela diri ini.

Selain memeriksa dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, polisi juga tengah menunggu hasil autopsy terhadap jenazah kedua korban untuk memastikan penyebab kematiannya.

"Tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara Kediri bersama Inafis Polres Blitar Kota sudah melakukan otopsi terhadap dua jenazah korban, kami menunggu hasilnya."  terang AKBP Leonard.

Kapolres Blitar Kota dalam keteranganya mengharapkan dan menghimbau agar masyarakat untuk menghentikan pesta yang di sertai kegiatan minum minuman keras, apa lagi dalam suasana pandemi Covid-19 ini. Les.

Berita Terbaru

Heboh! Gelombang Keresahan Iklan Videotron 'Aku Harus Mati' di Surabaya, Kini Dicopot

Heboh! Gelombang Keresahan Iklan Videotron 'Aku Harus Mati' di Surabaya, Kini Dicopot

Senin, 06 Apr 2026 12:19 WIB

Senin, 06 Apr 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini warga Kota Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur juga diresahkan dengan adanya videotron (iklan) promosi film horor…

Selama Angkutan Lebaran, KAI Daop 7 Madiun Berhasil Amankan Barang Tertinggal Senilai Puluhan Juta Rupiah

Selama Angkutan Lebaran, KAI Daop 7 Madiun Berhasil Amankan Barang Tertinggal Senilai Puluhan Juta Rupiah

Senin, 06 Apr 2026 12:03 WIB

Senin, 06 Apr 2026 12:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebagai wujud komitmen KAI Daop 7 Madiun kepada penumpang KA, tidak perlu khawatir jika barang barang miliknya tertinggal di kereta…

Talud Dermaga Telaga Ngebel Ambles hingga 15 Meter, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Juta

Talud Dermaga Telaga Ngebel Ambles hingga 15 Meter, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Juta

Senin, 06 Apr 2026 12:00 WIB

Senin, 06 Apr 2026 12:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Baru-baru ini hujan deras disertai angin kerap melanda daerah Jawa Timur, tak terkecuali di Kabupaten Ponorogo yang mengakibatkan…

Jelang UTBK 2026, Pelajar Kota Madiun Pilih Intensif Latihan Soal dan Tinggalkan SKS

Jelang UTBK 2026, Pelajar Kota Madiun Pilih Intensif Latihan Soal dan Tinggalkan SKS

Senin, 06 Apr 2026 11:45 WIB

Senin, 06 Apr 2026 11:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebentar lagi para pelajar di setiap sudut Kota Madiun akan bersiap menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 yang…

Akses Pudak-Pulung Ponorogo Diterjang Longsor, Tak Ada Korban Jiwa dan Materi

Akses Pudak-Pulung Ponorogo Diterjang Longsor, Tak Ada Korban Jiwa dan Materi

Senin, 06 Apr 2026 11:39 WIB

Senin, 06 Apr 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Ponorogo, JAwa Timur mengakibatkan sebagian akses tebing jalan penghubung…

TACB Tetapkan Prasasti Anjuk Ladang Jadi Dasar Penetapan Hari Jadi Nganjuk

TACB Tetapkan Prasasti Anjuk Ladang Jadi Dasar Penetapan Hari Jadi Nganjuk

Senin, 06 Apr 2026 11:31 WIB

Senin, 06 Apr 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Setelah ditemukannya isi Prasasti Anjuk Ladang di dekat situs Candi Lor Desa Candirejo, Kecamatan Loceret. Kini, Tim Ahli Cagar…