Tuntut Perbaikan BPNT, PMII Tuban Gruduk Dinsos P3A

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
PMII Tuban saat melakukan Demonstrasi di depan Kantor Dinsos P3A
PMII Tuban saat melakukan Demonstrasi di depan Kantor Dinsos P3A

i

SURABAYAPAGI.COM. Tuban - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban menggelar unjukrasa didepan kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A). Selasa, (18/8/2020).

Kedatangan mahasiswa tersebut demi menyampaikan aspirasi kepada Dinsos untuk mengusut tuntas problematika Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Tuban.

Terlihat mahasiswa menenteng beragam poster bertuliskan kalimat tuntutan, diantaranya "Stop Kerja Sama dengan Mafia BPNT" serta banyak lainya

Salah satu korlap Aksi, Nurul Aini mengatakan, Berdasarkan hasil advokasi yang dilakukan PC. PMII Tuban di lapangan dalam penyaluran BPNT di Kabupaten Tuban, masih banyak ditemukan adanya praktik yang tidak sesuai aturan dan penyimpangan.

"Dari hasil advokasi di lapangan terdapat 5 poin problematika penyaluran BPNT di Tuban," ujar Aini sapaan akrabnya.

Kelima persoalam yang dimaksud, yang pertama yakni saat pengecekan, didapati temuan disalah satu desa di Kabupaten Tuban, jika terdapat 1 nama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Dan setelah ditelusuri kembali satu persatu jumlah KPM, yang tidak menerima ternyata sebanyak 200 KPM.

Persoalan kedua, informasi yang didapat dari pihak BNI juga membawa kembali kartu para KPM karena data yang diterima tidak sesuai dengan yang di lapangan.

"Misalnya saja pada tahun 2016 masyarakat yang tercatat sebagai masyarakat miskin, namun setelah 2020 ternyata sudah menjadi orang mampu," tambahnya.

Poin ketiga, program BPNT dari tahun 2018 - 2020 di Tuban, ada sebanyak 250 KPM tidak menerima KKS atau bantuan (data pelunasan PKH).

Kemudian Poin keempat, banyak pendamping BPNT yang tidak memberikan informasi dengan benar kepada para KPM, sehingga penyaluran BPNT tidak tepat sasaran dan rawan penyimpangan.

Poin kelima, berdasarkan temuan lapangan di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu terdapat penemuan daging busuk dan tidak layak untuk dikonsumsi tetapi diberikan kepada KPM.

"Tindakan ini sangat bahaya dan tidak manusiawi," tuturnya.

Lebih lanjut, dari sekian permasalahan yang diterangkan, sehingga PC. PMII Tuban meminta enam tuntutan diantaranya, Stop kerjasama dengan mafia BPNT, Kembalikan hak-hak KPM yang merugi karena pemakaian harga dan timbangan, Hindari proses kapitalisasi dan monopoli program BPNT.

Berikan kebebasan kepada KPM untuk menentukan kualitas bahan pangan ketika bertransaksi di E-warung. Tindak tegas proses monopoli yang dilakukan agen dan supplier.

Serta tindak tegas pendamping BPNT yang tidak melakukan tugasnya dengan baik, bukan hanya mengawasi jumlah keseluruhan bantuan, tetapi juga mengawal dan memastikan bahwa bantuan tersebut diterima oleh KPM yang benar - benar miskin dan tepat sasaran.

"Kalau tidak ada perubahan atau aksi nyata dari Dinsos PPPA, kami akan kembali satu minggu lagi dengan membawa masa lebih banyak lagi," tandasnya.

Dimomen yang sama, Plt Kepala Dinsos P3A Kabupaten Tuban, Joko Sarwono saat didepan mahasiswa mengakui, mulai bulan Januari sejak ia menjabat menjadi PLT Dinsos, memang ada beberapa temuan masalah terkait dengan kualitas komoditas BPNT.

Lebih lanjut, ia juga menerangkan jika pihaknya telah melakukan beberapa evaluasi terhadap persoalan tersebut. Selain itu, disampaikan juga jika pihaknya akan menindak tegas jika ada temuan atau penyelewengan atas BPNT baik mengenai kualitas maupub penyaluranya.

"Kami akan menjalankan skema terkait dengan mekanisme penyaluran ini, kami akan mengakomodir apa yang sudah disiapkan temen-temen PMII, dan menjadi saran serta masukan," tandasnya.

Berita Terbaru

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurda DPRD Sumenep dengan agenda Penandatanganan Naskah…

Perkuat Peralatan Gardu Induk Manisrejo dan Ngawi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Kelistrikan Makin Andal

Perkuat Peralatan Gardu Induk Manisrejo dan Ngawi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Kelistrikan Makin Andal

Selasa, 07 Apr 2026 20:14 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Madiun – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat keandalan sistem transmisi d…

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Langkah tegas ditunjukkan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dengan memusnahkan 100 ton pupuk ilegal dari dua perkara pidana berbeda.…

Warga Kota Mojokerto Bisa Akses Informasi Lebih Mudah, Lewat PPID

Warga Kota Mojokerto Bisa Akses Informasi Lebih Mudah, Lewat PPID

Selasa, 07 Apr 2026 17:15 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Warga Kota Mojokerto kini semakin mudah mengakses informasi publik. Pemerintah Kota Mojokerto memastikan berbagai informasi resmi…

Komplotan Pencuri Kabel PLN Dibekuk di Ngawi, Polres Gresik Ungkap Aksi Lintas Wilayah

Komplotan Pencuri Kabel PLN Dibekuk di Ngawi, Polres Gresik Ungkap Aksi Lintas Wilayah

Selasa, 07 Apr 2026 16:40 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 16:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Aksi komplotan pencuri kabel milik PT PLN yang meresahkan akhirnya berhasil dihentikan. Tim Satreskrim Polres Gresik menangkap lima p…

Warga Miskin Kehilangan Bansos, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Data Kemiskinan Berbasis Desil

Warga Miskin Kehilangan Bansos, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Data Kemiskinan Berbasis Desil

Selasa, 07 Apr 2026 16:16 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 16:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - CJ –DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ) kota Surabaya menyoroti penentuan kategori kemiskinan berbasis desil di Kota S…