Kadin Pertanyakan Kebijakan BLT Jokowi untuk Pekerja

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi
Ilustrasi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua Kadin Indonesia Shinta W Kamdani, juga mempertanyakan kebijakan pemerintahan Jokowi, terutama terkait salah satu syarat penerima bantuan BLT yakni harus berstatus BPJS Ketenagakerjaan yang masih aktif.

“Sejak pandemi melumpuhkan berbagai kegiatan ekonomi di Indonesia, perusahaan lebih banyak memilih untuk ‘merumahkan’ karyawan ketimbang melakukan PHK. Dengan status ‘dirumahkan’ karyawan tidak mendapatkan gaji, bahkan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan pun terhenti. Situasi ini membuat status kepesertaan karyawan di BPJS Ketenagakerjaan yang dirumahkan menjadi tidak aktif sehingga menyulitkan karyawan untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Inilah sulitnya, pegawai banyak yang dirumahkan, karena PHK juga tidak sanggup. Dalam kondisi seperti ini perusahan enggak sanggup bayar BPJS Ketenagakerjaan, sementara subsidi gaji merujuk langsung ke data BPJS Ketenagakerjaan hanya untuk yang aktif, ini masalah dan harus dipikirkan bersama,” katanya kepada Surabaya Pagi, Kamis (28/8/2020).

Dijelaskan, jauh sebelum pemerintah menggulirkan kebijakan ini, Shinta mengaku  pihaknya sudah memberikan usulan terkait penggunaan dana di BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya meminta pemerintah untuk melonggarkan kebijakan pencairan dana JHT yang saat  ini baru bisa dicairkan jika sudah bekerja selama 10 tahun.

“Kami sudah pernah usulkan dana di BPJS Ketenagakerjaan itu besar, aturannya saat ini JHT itu bisa dicairkan jika sudah bekerja 10 tahun. Dengan kondisi seperti saat ini, pencairan JHT bisa bantu karyawan. Dan ini akan sangat membantu karyawan sekarang ini terutama yang dirumahkan untuk bisa mendapatkan fasilitas JHT terlebih dahulu walaupun belum bekerja sekian lama,” jelasnya. adt

Berita Terbaru

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat didukung oleh data neraca perdagangan domestik…

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia,…

Menperin Dorong Pemanfaatan Momentum Positif Industri Nasional

Menperin Dorong Pemanfaatan Momentum Positif Industri Nasional

Selasa, 03 Nov 2026 06:59 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan momentum positif prospek…

50-60 Juta Ton Batu Bara RI Diduga Transit di Singapura

50-60 Juta Ton Batu Bara RI Diduga Transit di Singapura

Selasa, 03 Nov 2026 06:57 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:57 WIB

SURABAYAPAGI.com - Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan sebanyak 50-60 juta ton batu bara yang diekspor Indonesia…

Istri Sah Dwi Bagus Baru Tahu Suaminya Sudah Nikah Siri selama Dua Tahun

Istri Sah Dwi Bagus Baru Tahu Suaminya Sudah Nikah Siri selama Dua Tahun

Selasa, 03 Nov 2026 06:55 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Martha Amalia Ifl ahah, istri sah Dwi Bagus Martono, mengaku baru mengetahui suaminya memiliki istri siri yang telah dinikahi selama …

Pemakzulan Gibran Tak Jatuhkan Prabowo

Pemakzulan Gibran Tak Jatuhkan Prabowo

Selasa, 03 Nov 2026 06:53 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana, menegaskan wacana pemakzulan (impeachment) terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…