Jual Jargon, dari Sidoarjo Baiq hingga Terlanjur Cinta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Cabup Bambang Haryo Sukartono (BHS) dan Cawabup Taufiqulbar saat mendaftar di KPU.
Cabup Bambang Haryo Sukartono (BHS) dan Cawabup Taufiqulbar saat mendaftar di KPU.

i

 

Tiga Paslon Pilbup Bersaing Merebut Tiket Sidoarjo 1

 

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo- Tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo sudah mendaftar ke KPU untuk mengikuti kontestasi Pilbup Sidoarjo pada  9 Desember 2020.  Mereka adalah pasangan Cabup Bambang Haryo Sukartono (BHS) dan Cawabup Taufiqulbar yang diusung lima partai yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, PKS, PPP dan Partai Demokrat dengan total 18 kursi DPRD, pasangan Cabup Kelana Aprilianto dan Cawabup Dwi Astutik yang diusung dua partai yakni PDIP dan PAN jumlah 14 kursi DPRD serta pasangan Cabup Ahmad Mudhlor dan Cawabup Subandi yang diusung PKB serta Nasdem dengan total 18 kursi DPRD.

 

Apa saja program kerja mereka? Cabup Bambang Haryo Sukartono misalnya, menyebut Sidoarjo banyak persoalan. Namun, ada tiga permasalahan yang harus segera dituntaskan. Banjir, infrastruktur, dan sampah.

"Dalam hal infrastruktur, Frontage Road bakal menjadi prioritas. Kemudian banjir, solusinya harus normalisasi semua sungai," kata Politisi Partai Gerindra ini

BHS sapaan akrabnya, mempunyai visi untuk mewujudkan Sidoarjo yang berdaya saing tinggi, humanis, sejahtera melalui optimalisasi potensi daerah dan percepatan pembangunan. Sedangkan misi BHS yakni, mewujudkan pemerintahan yang profesional, efektif, bersih, transparan, dan akuntabel. Selain itu juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang unggul, cerdas, bermoral, beretika, berkarakter melalui bidang pendidikan, kesehatan sosial dan ekonomi.

Mengoptimalkan sumber daya daerah yang berlandaskan pada pemberdayaan masyarakat dan aspek pelestarian lingkungan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi daerah juga menjadi harapannya saat memimpin Sidoarjo. Memperkuat sinergitas antara eksekutif, legislatif, para pelaku usaha, akademisi dan masyarakat dalam membangun daerah juga akan dilakukannya. “Sidoarjo ini luar biasa. Saya ingin mempercepat Sidoarjo menjadi kabupaten ternyaman,” kata Cabup BHS dan Cawabup Taufiqulbar yang mengusung jargon Sidoarjo Baiq.

Politisi kelahiran 16 Januari 1963 tersebut mengungkapkan, aksesibilitas ke seluruh Sidoarjo sangat mudah. Transportasi terhubung di seluruh penjuru. Tata ruang kota akan dikonsep lebih modern untuk memperlancar kepentingan logistik dan industri. “Kita akan membuka central market,” tegasnya.

BHS menilai, Sidoarjo layak jadi sentra ekonomi Indonesia timur. Dengan kekuatan ini, akan secara otomatis membuka peluang kerja bagi masyarakat. Kebutuhan pendidikan akan terpenuhi. Demikian pula kesehatan. Memanfaatkan kanal yang dibangun pada zaman Belanda dan pengelolaan air tersebut, sebagai sumber air bersih warga. ”Menuju masyarakat yang sejahtera harus diperhatikan sandang pangan, papan dan kesehatan,” pungkasnya.

 

Lapangan Kerja

Cabup Kelana Aprilianto bertekad untuk menggenjot terbukanya lapangan kerja demi peningkatan kesejahteraan warga. ”Saya bertekad membuka lapangan kerja seluas – luasnya di Sidoarjo,” kata Mas Kelana Aprilianto sapaan akrabnya yang mengusung jargon Berkelas.

Dengan menyediakan lapangan kerja seluas -luasnya bagi warga masyarakat, disini akan ada pertumbuhan ekonomi. Itu ditandai meningkatnya income masyarakat. ”Naiknya pendapatan berarti daya beli masyarakat meningkat,” katanya.

Meningkatnya daya beli masyarakat akan mengungkit roda perekonomian bakal berputar. Stabilisasi ekonomi daerah akan terus tumbuh, warga Sidoarjo pun akan sejahtera.

Selain itu, lanjut Mas Kelana, fundamental ekonomi kerakyatan juga akan digenjot melalui program – program yang berpihak kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sehingga dunia usaha semua level akan bergeliat.

Potensi daerah tentunya terus digali serta dieksplore secara optimal. Semangat menyejahterakan masyarakat adalah sebuah komitmen Mas Kelana sebagai manifestasi ”TERLANJUR CINTA , Mas Kelana kepada masyarakat Sidoarjo.

Sidoarjo punya APBD Rp 5.7 Triliun dengan jumlah penduduk 2 jutaan. Bila tata kelola keuangan daerah baik, fokus dan tepat sasaran, Kelana optimis Sidoarjo dipastikan mampu mengimbangi kemajuan kota Surabaya.

Sebagai seorang pengusaha sukses , semangatnya membangun perekonomian Kabupaten Sidoarjo sejajar dengan kota Surabaya bukanlah hal sulit untuk dilaksanakan. APBD yang besar , ditambah relasi Mas Kelana yang luas di kalangan pengusaha kelas kakap membangun kesejahteraan masyarakat Sidoarjo mampu diwujudkan.

Berbicara lapangan kerja, investasi dan kesejahteraan publik, sudah barang tentu tidak dapat dilepaskan tersedianya infrastruktur jalan yang baik, berkualitas. Kondisi jalan-jalan yang ada sekarang nantinya menjadi prioritas menjadi perhatian Mas Kelana.

Utamanya daerah macet, kapasitas jalannya akan ditingkatkan. Supaya kemacetan bisa terurai, alur lalulintas menjadi lancar. Akses infrastruktur jalan direvitalisasi agar supaya bebas macet . Moda transportasi yang lancar, kegiatan usaha dapat dipastikan bergeliat secara dinamis.

Didukung akses jalan yang berkualitas, pelaku usaha industri akan menanamkan investasinya ke Kabupaten Sidoarjo. Untuk itu daya dukung infrastruktur jalan menjadi fokus Mas Kelana, termasuk membangun dermaga cold storage terbesar Indonesia timur di Kabupaten Sidoarjo.

 

Tak Saling Tinggal

Sedangkan pasangan Gus Muhdlor – Subandi mengusung jargon ‘Jemput Perubahan’. Gus Muhdlor mengatakan bahwa Sidoarjo butuh perubahan. Bukan meneruskan atau melanjutkan. “Ini perlu digaris bawahi,” tandasnya.

Sementara Cawabup Subandi mengakui, visi-misi Gus Muhdlor cocok dengan saya. “Kita akan saling bekerja sama. Jadi tidak ada kerja tinggal-meninggal. Intinya membangun Sidoarjo bersama-sama,” tegasnya.

Selain itu, kata Subandi, Gus Muhdlor sangat responsif. Figurnya cukup segar di antara semua tokoh politik Sidoarjo yang berkutat di sosok-sosok tertentu saja. ”Gus Muhdlor ini sosok yang fresh. Beliau juga direstui banyak kiai dan ibu nyai, dukungan akar rumputnya juga kuat. Orangnya mudah merespons, sehingga saya kira akan lebih mudah menghadirkan harapan perubahan baru di Sidoarjo,” jelas Subandi. sg/cr3/ril

Berita Terbaru

Tanah Aset Desa Dibangun Warkop, Pemdes Janti Diminta Warga Segera Bongkar

Tanah Aset Desa Dibangun Warkop, Pemdes Janti Diminta Warga Segera Bongkar

Selasa, 16 Jun 2026 14:33 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebuah bangunan tempat usaha warung kopi (warkop) yang berlokasi di sebelah utara ujung timur gedung SMAN 1 Tarik atau tepatnya di…

Dindik Jatim Jalin Kerja Sama Global, Usung Kurikulum Vokasi Berbasis Industri dan AI

Dindik Jatim Jalin Kerja Sama Global, Usung Kurikulum Vokasi Berbasis Industri dan AI

Selasa, 16 Jun 2026 14:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menjalin kerja sama strategis dengan HGI Research Centre untuk memperkuat pengembangan talenta d…

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Suasana di Kota Pahlawan sejak pagi hari, Senin (16/06/2026) mengalami kemacetan parah hingga mengular cukup panjang sehingga laju…

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintahan Desa (Pemdes) Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, menggelar upacara adat larung sesaji di sungai mas, Selasa…

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti respon ditemukannya ASN yang menggunakan waktu kerja untuk membuat konten di media sosial (medsos), saat ini Wali…

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini ada yang unik imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax turut mulai memicu perubahan pola…