Rumah Swee Ing Dilelang, Tokonya pun Sudah Beralih

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rumah Swee Ing di Jalan Kertajaya Indah No. 155-157 Surabaya yang megah. Dan toko milik Welly Tanubrata yang Selasa (8/9/2020) kemarin sudah beralih dengan spanduk dijual. SP/Patrick cahyo
Rumah Swee Ing di Jalan Kertajaya Indah No. 155-157 Surabaya yang megah. Dan toko milik Welly Tanubrata yang Selasa (8/9/2020) kemarin sudah beralih dengan spanduk dijual. SP/Patrick cahyo

i

 

Nasib Bos Factory Outlet Elektronik “Gunung Sari Intan” Jl. Kertajaya

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Rumah Jalan Kertajaya Indah Timur Nomor 155-157 Surabaya milik Goei Swee Ing alias Mariani Tanubrata, yang sedang dalam proses lelang, kini sudah sepi. Juga tokonya “Gunung Sari Intan” di Jalan Kertajaya, sudah beralih.

Tiga anaknya yang menggugat juga sudah tidak tinggal di rumah mewah kawasan Dharmahusada Mas. Sementara Swee Ing dan Welly Tanubrata, juga sulit dijumpai di rumah megah yang diduga senilai Rp 58 miliar.

Selasa (8/9/2020) tim wartawan Surabaya Pagi mendatangi rumah tersebut. Hampir satu jam menunggu tak ditemui. Padahal sudah ketok pagar dan gembok rumah.

Rumah yang begitu megah ini siang kemarin sepi tak berpenghuni. Bukan hanya itu saja, atap plafon yang rapuh dan banyak sekali daun-daun kering berjatuhan.

Menurut tetangganya, rumah tersebut di tempati oleh ibu dan anak-anaknya. Tetangganya mengatakan, penghuni rumah itu adalah orang yang sangat sulit ditemui, jarang menegur tetangga sekitar dan susah bersosialisasi.

"Saya kurang faham mas ada orang atau gak di rumah itu. Saya sendiri juga jarang melihat, selain itu orangnya sangat ribet. Apalagi waktu ada penarikan iuran," ujar pria yang tinggal di perumahan Kertajaya Indah blok-P.

 

Debt Colector

Sejumlah tetangga menambahkan, hampir setiap hari selalu ada debt collector yang menghampiri rumah itu. Namun, pemilik rumah enggan keluar meskipun tahu ada seseorang yang mencarinya.

Ternyata tak hanya tetangga Mariani dan Welly di Kertajaya Indah yang memperhatikan. Satpam perumahan pun menyebut keluarga Welly jarang keluar rumah. Apalagi rumah Welly dan Mariani dikenal sangat tertutup. Rumah dijalan Kertajaya Indah Timur blok B itu terlihat tertutup rapat. Pagar beton setinggi dua meter mengelilingi rumah mewah dua lantai itu.

"Kalau sampean gedor gak ada orang berarti memang sedang kosong mas. Saya jarang lihat ada keluar pak Welly. Paling istrinya saja di dalam rumah," kata Satpam singkat.

Surabaya Pagi menggali informasi di Internal Kepolisian, Welly Tanubrata dan Ibunya Mariani Tanubrata merupakan pengusaha tionghoa yang cukup terkenal di Surabaya. Bisnis keluarga mereka pernah berjaya dibeberapa tahun lalu. Tetapi, turun drastis di beberapa tahun terakhir sebelum pandemi.

"Mereka sempat Jaya, tapi sekarang drop mas. Malah sering buat masalah hukum. Kejadiannya mereka yang dilaporkan atau mereka yang laporkan balik," ujar sumber di internal kepolisian itu singkat.

 

Tahun 2018 Toko Sudah Sepi

Sementara itu, Surabaya Pagi sekitar Desember 2018 lalu pernah mencoba menelusuri toko elektronik milik Welly, Gunung Sari Intan di jalan Kertajaya 53. Toko ini sudah berpindah tangan. Satu minggu ini dipasang spanduk dijual atau disewakan oleh Toni Liono alias Acai, bos balai Duta Lelang Surabaya.

Toko yang tampak sepi itu, Desember 2018, hanya berisi sekitar delapan karyawan. Saat itu, Gunung Sari Intan masih buka, tapi operasionalnya setengah malu-malu. “Yah seperti hidup segan matipun tak mau,” celetuk salah satu karyawan Gunungsari Intan yang ditemui Surabaya Pagi, pada Desember 2018 lalu.

Saat masuk di dalam toko, seorang karyawan paruh baya yang tak mau namanya disebut mengatakan Welly Tanubrata sudah jarang ke tokonya beberapa bulan terakhir.

"Saya tidak pernah ketemu mas, gak tau kalau pagi, jarang sekali ada, sudaj dua bulanan ini," katanya Desember 2018 lalu.

Disinggung terkait tabiat hutang Welly, karyawan tersebut mengaku tak tahu pasti. Tetapi ia menceritakan jika beberapa kali ada orang yang tanya Welly untuk menagih hutang.

"Ada beberapa orang sih mas. Tagih hutang dari bank juga pernah. Tapi detailnya saya tidak tahu pastinya," singkatnya.

 

Berujung Pelelangan

Menurut sumber di Polrestabes, bos FO Gunungsari Intan, Diduga sering buat masalah hukum.

Dijelaskan, Swee Ing alias Mariani Tanubrata, sendiri kerap berurusan dengan hukum di Pengadilan Negeri Surabaya. Hal ini berdasarkan info dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Surabaya. Dalam sistem ini bila dimasukkan kata kunci Mariani Tanubrata, muncul 14 nomor perkara yang pernah didaftarkan di PN Surabaya.

Perkara ini urusan warisan yang diagungkan dan berujung pelelangan. Tiga orang anak tersebut adalah Linda Tanubrata, Sandy Tanubrata, dan Fera Tanubrata, menggugat ibu kandungnya sendiri yaitu Swee Ing alias Mariani Tanubrata. Salah satu saudara kandung mereka, Welly Tanubrata, juga ikut digugat. Penyebabnya, Mariani dan Welly mengagungkan rumah warisan di Jalan Kertajaya Indah Timur Nomor 155-157 Surabaya dan akhirnya dilelang karena tak mampu membayar kredit.

 

Pernah Berjaya

Ternyata, Welly Tanubrata dan Mariani Tanubrata, dari penelusuran Surabaya Pagi, tak hanya sering bermasalah dengan hukum yang berujung mengajukan gugatan ataupun digugat di Pengadilan Negeri Surabaya.

Welly dan Swee Ing, pernah berjaya di awal tahun 2000an. Tapi juga pernah memiliki selisih paham dengan lingkungan tempat tinggal setempat. Bahkan, saat FO Gunungsari Intan yang berada di Jl Kertajaya No.53 Surabaya, sebelum tutup tahun 2017 sampai 2019, beberapa karyawannya mengeluh, sering tidak diperhatikan. n tyn/pat/rmc

Berita Terbaru

Mbak Wali Tekankan Kesiapan Lintas Sektor Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Mbak Wali Tekankan Kesiapan Lintas Sektor Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Rabu, 11 Mar 2026 22:49 WIB

Rabu, 11 Mar 2026 22:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan arahan terkait beberapa upaya menghadapi mudik lebaran. Arahan tersebut disampaikan…

Mbak Wali Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 di Rapat Paripurna DPRD

Mbak Wali Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 di Rapat Paripurna DPRD

Rabu, 11 Mar 2026 22:48 WIB

Rabu, 11 Mar 2026 22:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan penjelasan terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025…

PLN UIT JBM Berbagi Kebahagiaan Ramadan Dengan Pengemudi Ojol di Gresik

PLN UIT JBM Berbagi Kebahagiaan Ramadan Dengan Pengemudi Ojol di Gresik

Rabu, 11 Mar 2026 18:32 WIB

Rabu, 11 Mar 2026 18:32 WIB

SurabayaPagi, Gresik – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang penuh makna, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT …

Selama Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Blitar Ungkap  Peredaran Narkoba, dengan 29 tersangka

Selama Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Blitar Ungkap  Peredaran Narkoba, dengan 29 tersangka

Rabu, 11 Mar 2026 17:18 WIB

Rabu, 11 Mar 2026 17:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Dalam operasi Pekat Semeru 2026 awal Januari sampai 10 Maret 2026 Satuan Reserse Narkoba  Polres Blitar berhasil mengungkap kasus …

Momen Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, PLN Siagakan 5.524 Personel Amankan Keandalan Listrik di Jatim

Momen Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, PLN Siagakan 5.524 Personel Amankan Keandalan Listrik di Jatim

Rabu, 11 Mar 2026 15:58 WIB

Rabu, 11 Mar 2026 15:58 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memastikan kesiapan penuh dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama p…

Hadir di Surabaya, ORIS Ajak Masyarakat Jatim Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

Hadir di Surabaya, ORIS Ajak Masyarakat Jatim Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

Rabu, 11 Mar 2026 14:51 WIB

Rabu, 11 Mar 2026 14:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) memperkenalkan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS) kepada masyarakat Jawa T…