DPRD Jombang Minta APH Turun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPRD Jombang, Mas'ud Zuremi. (SP/M. Yusuf) 
Ketua DPRD Jombang, Mas'ud Zuremi. (SP/M. Yusuf) 

i

Kasus Kematian Bayi yang Lahir Tanpa Bantuan Nakes

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Terkait kasus ibu melahirkan sendiri di Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC) hingga bayi meninggal, DPRD Jombang minta aparat penegak hukum (APH) segera turun melakukan upaya hukum. 

Pasalnya, dalam kasus ini wakil rakyat yang telah menerima hasil klarifikasi kasus kematian bayi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim pada Selasa, (08/9/2020), menyebut bahwa ada kelalaian tenaga medis. 

Ketua DPRD Jombang, Mas'ud Zuremi mengatakan, surat nomor 440/9487/102.2/2020 hasil klarifikasi Dinkes Jatim, ada tiga poin. Pertama, menyebut bahwa pada saat proses persalinan di ruang isolasi tidak ditolong oleh bidan. 

"Hal ini disebabkan karena tidak disiapkan ruang isolasi khusus untuk pelayanan persalinan. Sehingga perawat yang bertugas masih harus berkoordinasi dengan bidan yang berada di kamar bersalin. Hal inilah yang menyebabkan keterlambatan pertolongan persalinan," katanya, di kantor DPRD Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Rabu (09/9/2020)

Poin yang kedua, rumah sakit belum mempersiapkan tenaga khusus dalam pelayanan maternal neonatal Covid-19. Dan poin ketiga, rumah sakit belum menetapkan standar operasional prosedur terkait dengan skrining di triage dan cara berkoordinasi/komunikasi dengan ruang perawatan (kamar bersalin, ruang isolasi, ruang rawat inap dan lain-lain).

"Dari hasil penyelidikan Dinkes Provinsi Jatim, ada IDI juga di situ. Sebagaimana surat ini, ada kelalaian, ada keteledoran, ada kekurangan-kekurangan terkait dengan tindakan pelayanan oleh RS Pelengkap (RS PMC). Ngomong RS Pelengkap, jelas ada dokter, dari bidan, dan dari tenaga medis lainnya," ujarnya. 

Mas'ud menjelaskan, dari hasil klarifikasi Dinkes Jatim sudah sangat terang benderang, bahwasanya ada kelalaian dalam penanganan proses persalinan, sehingga mengakibatkan bayi meninggal dunia. 

"Karena itu, saya minta polisi untuk menyelidiki. Artinya apa? Ketika ngomong ada kelalaian, berarti harus ada aparat penegak hukum yang ikut turun ke sana. Kelalaian itu disengaja atau tidak," jelasnya. 

Mas'ud menegaskan, bahwa pihaknya kurang puas atas hasil klarifikasi Dinkes Jatim kalau tindak lanjutnya hanya sebatas perbaikan fasilitas pelayanan kesehatan rumah sakit. "Saya berharap ada sanksi yang diberikan kepada pihak RS PMC," tegasnya. 

Mas'ud menerangkan, jika APH ini menjadi kunci terkait sanksi apa yang bisa diberikan untuk RS PMC. Karena menurutnya, rumah sakit swasta itu telah melakukan pembiaran terhadap pasien saat berada di rumah sakit.

"Maka sanksinya bagaimana, aparat penegak hukum harus masuk untuk memperjelas kasus itu, dan sanksinya seperti apa," pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, DR (27), warga Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Jombang, memilih RS Pelengkap Jombang untuk persalinan anak keduanya. Ia merasa ditelantarkan pihak rumah sakit karena tidak ada penanganan tim medis saat proses persalinan.

DR masuk rumah sakit pada Selasa, (04/8/2020) pukul 01.30 WIB dini hari. Pertama masuk, DR diminta menjalani rapid test dan hasilnya reaktif. Kemudian ia dipindahkan ke ruang Darussalam RS PMC. 

Dan pada pukul 04.30 WIB pagi, DR melahirkan anak keduanya tanpa dibantu bidan atau dokter jaga saat itu. Lalu Ibu dari DR yang mendampingi di ruang perawatan, mencoba memberitahu perawat dan petugas medis yang jaga. Namun petugas medis tak menggubrisnya.

Petugas medis baru datang setelah 30 menit bayi lahir. Dan akhirnya, bayi yang baru dilahirkan DR dinyatakan meninggal dunia. Hal itu membuat kecewa DR dan keluarga karena merasa ditelantarkan pihak rumah sakit.

"Yang saya kecewa itu waktu di ruang Darussalam, ketika saya kesakitan perawat terus bilang nanti jam 9 (ditangani, red). Hingga akhirnya keluar bayinya itu pun tidak langsung dilihat. Baru setengah jam setelah bayi lahir baru dilihat," tukasnya. suf

 

Berita Terbaru

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution. S.I.K M.H hadir ditengah tengah masyarakat melaksanakan ibadah Salat Jumat Bersama…

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersiap memperkuat struktur permodalan melalui aksi korporasi penambahan modal dengan m…

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers menunjukkan kebangkitan pada hari kedua Singa Cup 2026. Setelah menelan kekalahan pada pertandingan pembuka, skuad p…

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, meninggal dunia pada Kamis …