Kompak Jadi Bandar 3,5 Juta Pil Double L, Ibu dan Anak Diadili

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terdakwa Christin Setiawan dan terdakwa Johans , menjalani sidang yang digelar di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara online, Selasa (15/09/2020). SP/BUDI
Terdakwa Christin Setiawan dan terdakwa Johans , menjalani sidang yang digelar di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara online, Selasa (15/09/2020). SP/BUDI

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -Cristin Setiawan (59) dan Johans (31), ibu dan anak yang menjadi terdakwa dalam kasus peredaran narkotika jenis Pil double L sebanyak 3,5 juta butir, diadili di ruang sidang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan agenda pemeriksaan saksi. 

Sidang dengan agenda mendengarkan kesaksian tiga terdakwa dalam perkara yang sama yaitu saksi Budiono ( berkas terpisah), Firjiawan ( berkas terpisah) dan Henri Sutiono alias Along ( berkas terpisah) yang ketiganya berada di Rutan Medaeng bersama dengan kedua terdakwa Christin dan Johans.

Saksi Virgiawan Rinaldi menerangkan dalam kesaksiannya bahwa dirinya ditangkap di rumahnya jalan Rangkah gang 6,  tanggal 16 Pebruari 2020, karena kedapatan 35 dos berisi pil Double  L titipan dari Fandi. Sudah sekitar satu bulan dititipi Fandi untuk diantar kepada pemesan.

Firjiawan mengaku kalau dirinya digaji oleh Fandi setiap mengantar pil koplo tersebut. Firjiawan juga mengatakan kalau 3,5 juta pil double  yang ditiupkan adalah milik Budiono yang juga milik Fandi.

Saksi Budiono menjelaskan dalam kesaksian bahwa dirinya ditangkap di kos kosannya jalan Dukuh Kupang Barat tanggal 20 Pebruari 2020 sekitar jam 8 pagi saat sedang sendirian saksi Budiono mengaku ikut mengedarkan pil double  L dapat dari kiriman ekspedisi atas nama Wibowo.

Pil jumlah jutaan tersebut juga dikirim ke Riau, namun saat ditangkap barang tersebut tidak ada karena sudah dikirim untuk diedarkan.

Budiono mengaku sebagai anak buah Henri Sutiono, mendapat upah setelah pengiriman barang, sekali.kirim 20 karton, satu karton berisi 100 ribu butir pil double L.

Giliran saksi Henri Sutiono alias Along, yang ditangkap di Blora Jawa tengah, mengaku mendapat barang pil double L dari terdakwa Christin yang menghendaki semua penyebaran pil koplo tersebut sesuai tugasnya.

Beli dari Christin Henri mengaku seharga 22.500.000,-per karton, sudah sekitar 20 kali order kepada terdakwa Christin dan Johans.

Dari semua kesaksian yang diberikan pada persidangan, terdakwa Christin dan Johans membenarkan semua saksi yang diberikan. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda masih mendengarkan saksi.

Untuk diketahui dalam dakwaan jaksa, bahwa terdakwa Christin dan terdakwa Johans pada hari Selasa tanggal 18 Pebruari 2020, sekira pukul 02.00 Wib, bertempat di rumah kontrakan jalan Gading Grandong Blok CD/8 Kelapa Gading Jakarta Utara.

Berawal saksi Henri Sutiono alias Aling ( berkas terpisah)menghubungi Christin lewat WA untuk membeli pil doubleL sebanyak 10 dos seharga Rp 22,5 juta. Selanjutnya terdakwa menghubungi terdakwa Johans memberi tahu kalau ada yang memesan 10 dos pil double L.

Selanjutnya terdakwa Johans menghubungi Mervin (DPO) untuk memesan 10 dos pil koplo tersebut, karena Johans tidak dapat memesan, maka terdakwa Christin memesan sendiri ke Mervin (DPO).

Selanjutnya barang dikirim melalui ekspedisi Wibowo  a/n.penerima Saudara Bintang dan pengirimnya a/n. Frans Bandung. Sesuai petunjuk kedua terdakwa. Resi pengiriman barang diteruskan ke kepada saksi Ardianto Sutiono alias Aling ( berkas terpisah). Kedua terdakwa Christin dan Johans telah memesan pil double L sebanyak 30 kali, atau sebanyak 3,5 juta butir pil double L.

Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 26 Pebruari 2020, dirumah kontrakan jalan Gading Granding Blok CD/8 Kelapa Gading Jakarta Utara, saksi Bagus Mukaryadi ,SH dan saksi Adi Irawan ,SH dan tim, dari Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan terhadap terdakwa Johans di Boulevard Raya Kelapa Gading Jakarta Utara, dan dilakukan pengembangan kepada terdakwa Christin dan terdakwa Henri Sutiono alias Along ( berkas terpisah).

Dalam  dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan H, SH dari Kejari Surabaya, mendakwa kedua terdakwa dengan ancaman dalam pasal 196 Jo pasal 98 ayat (2) dan ayat (3), UU RI. Nomer 36 tahun 2009 Jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.bd

Berita Terbaru

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan  – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Pengurus Cabang Na…

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Industri perhiasan bersiap menghadapi perubahan tren pada 2027. Desain berukuran besar dengan bobot lebih ringan, pilihan warna yang s…

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Favehotel Sidoarjo selalu berinovasi untuk memberikan pengalaman menginap yang menarik dan menyenangkan bagi para tamu …

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Tak kurang waktu dari 24 Jam, Unit PPA Sat.Reskrim Polres Blitar Kota bersama dengan Polsek Srengat berhasil mengungkap pelaku…

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto, – Mantan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., berpamitan kepada wartawan yang tergabung da…

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Harapan Nur Fadillah untuk memiliki rumah yang layak huni mulai menemukan titik terang. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai p…